TAHI LALAT, NORMAL ATAU BAHAYAKAH? – RS. MITRA MEDIKA PREMIERE

RS. Mitra Medika Premiere

Tahi lalat pada dasarnya tidak berbahaya, tetapi ada kemungkinan berubah menjadi melanoma, bentuk kanker kulit paling serius karena kemampuannya untuk menyebar. Itulah mengapa sangat penting untuk mendeteksi perubahan tahi lalat menjadi melanoma sejak awal.
Semua orang memiliki tahi lalat. Pada umumnya, sebagian besar tahi lalat bersifat jinak. Namun tahi lalat juga dapat berubah sifat menjadi ganas dan menjadi kanker kulit, yang disebut dengan melanoma maligna. Tipe kulit dan paparan sinar ultra violet matahari menjadi faktor yang sangat berpengaruh terhadap angka kejadian melanoma maligna.
Kebanyakan orang memiliki tahi lalat di satu atau lebih bagian tubuh mereka. Ya, tahi lalat sebenarnya adalah kondisi kulit yang cukup umum dan biasanya tidak membahayakan. Namun dalam kasus yang jarang terjadi, tahi lalat bisa berubah menjadi kanker atau melanoma, lho. Lantas bagaimana cara mengetahui kemungkinan karsinogenisitas pada tahi lalat?
Melanoma adalah jenis kanker kulit yang biasanya muncul sebagai bintik hitam, seperti tahi lalat pada umumnya. Bedanya, bintik hitam kanker bisa tumbuh sangat cepat di kulit. Potensi karsinogenisitas pada tahi lalat dapat dilihat dari beberapa hal. Biasanya, tahi lalat merupakan gejala kanker yang muncul di tempat yang sebelumnya tidak ada tahi lalat, berubah ukuran, bentuk, dan warnanya. Dalam beberapa kasus, tahi lalat kanker juga bisa berwarna merah, gatal, dan berdarah

Apa itu Kanker Kulit Melanoma?

Melanoma adalah penyakit kanker yang berkembang di melanosit. Melanosit adalah sel yang berfungsi untuk menghasilkan melanin dan (pigmen pada kulit).
Kanker melanoma merupakan kanker yang jarang terjadi namun sifatnya berbahaya dan bisa menyebar ke organ tubuh yang lainnya.
Jika tidak segera di tangani, tingkat kesembuhan kanker kulit melanoma akan semakin rendah. Oleh karena itu, mendeteksi lebih awal gejala kanker kulit melanoma sangatlah penting.

Cara mendeteksi kanker kulit yang cirinya seperti tahi lalat

Beberapa ciri tahi lalat abnormal yang menjadi indikasi kanker telah disebutkan sebelumnya. Untuk mendeteksinya di tahi lalat anda, lakukan pemeriksaan tubuh anda secara teratur. Periksa tubuh anda setiap beberapa bulan untuk melihat apakah ada tahi lalat baru atau jika tahi lalat yang ada telah berubah.
Tahi lalat kanker adalah pertumbuhan baru yang dapat muncul di mana saja di tubuh, tetapi paling sering terjadi di punggung, kaki, lengan, dan wajah. Beberapa tanda tahi lalat mencurigakan yang harus anda waspadai adalah :
• A-Asimetris  bentuk yang tidak beraturan
• B- Border  Tahi lalat yang tidak berbahaya seharusnya memiliki garis tepi yang rata dan tampak jelas. Sebaliknya, andeng-andeng dengan sisi tepi yang tidak tegas, tidak rapi, bergerigi, dan tidak jelas batasannya harus diwaspadai.
• C- Color  perubahan warna atau Tahi lalat memiliki banyak warna yang berbeda pada setiap orang namun tidak boleh muncul bersamaan.
• D- Diameter  ukuran normal tahi lalat biasa tidak lebih dari 6mm, Jika lebih dari itu, mungkin saja bisa menjadi salah satu gejala melanoma atau kanker kulit yang harus segera mendapatkan pengobatan.
• E-Evolution  Kita dianjurkan untuk waspada apabila jumlah tahi lalat bertambah banyak dalam kurun waktu singkat.
Jika anda menemukan tahi lalat dengan ciri-ciri di atas, segera lakukan pemeriksaan ke Dokter di Rumah Sakit Mitra Medika Premiere, biasanya akan melakukan berbagai pemeriksaan untuk memastikan diagnosis, apakah tahi lalat anda bersifat kanker atau tidak.

Reviewed by Tim Medis RS. Mitra Medika Premiere