Lonjakan kasus Human Metapneumovirus (HMPV) di China baru-baru ini menarik perhatian dunia, di mana kasus meningkat tajam selama musim dingin hingga awal musim semi. Human Metapneumovirus (HMPV) adalah virus pernapasan yang dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan akut.
Human Metapneumovirus (HMPV) adalah salah satu jenis virus penyebab infeksi saluran pernapasan. Biasa diperlukan 3-6 hari dari seseorang terpapar hingga akhirnya menunjukkan gejala awal HMPV. Lama pemulihan HMPV biasa terjadi selama 7 hari, seperti penyakit infeksi virus pada umumnya.
Gejala jika terkena virus HMPV
Gejala HMPV sebenarnya menyerupai gejala salesma (common cold), yang biasa dikeluhkan sebagai:
- Pilek atau hidung meler, maupun hidung tersumbat
- Batuk
- Demam
- Sakit tenggorokan
- Mengi atau napas berbunyi
- Sesak napas
- Ruam kulit
Bagaimana cara penularannya?
HMPV ditularkan melalui:
1. Kontak langsung dengan orang yang terinfeksi, misalnya melalui bersin atau batuk.
2. Kontak dengan permukaan yang terkontaminasi, seperti pegangan pintu, mainan, atau benda lain yang tersentuh oleh penderita.
3. Melalui udara, ketika droplet yang mengandung virus dihirup oleh individu sehat.
4. Virus ini dapat bertahan di permukaan benda selama beberapa jam, sehingga kebersihan menjadi faktor penting dalam mencegah penyebarannya.
Diagnosa virus HMPV
- Anamnesis atau tanya jawab medis, terkait keluhan yang dialami. Beberapa informasi yang dikumpulkan meliputi gejala yang dirasakan, sejak kapan gejala tersebut terjadi, riwayat bepergian maupun orang di lingkungan sekitar dengan keluhan serupa
- Pemeriksaan fisik, meliputi pemeriksaan dengan auskultasi, dokter juga akan memeriksa suhu tubuh, kondisi mulut, amandel, dan juga tenggorokan
- Pemeriksaan penunjang, yang paling utama adalah dengan melakukan swab dari hidung, mulut atau tenggorokan untuk dilakukan PCR yang bertujuan untuk mengidentifikasi virus HMPV
Siapa saja yang bisa tertular virus HMPV?
Siapa pun bisa tertular virus HMPV, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Namun, ada beberapa orang dengan kondisi tertentu memiliki risiko paling tinggi terinfeksi virus ini, termasuk:
- Bayi baru lahir
- Anak berusia di bawah 5 tahun
- Memiliki sistem kekebalan tubuh lemah
- Menjalani transplantasi organ
- Mengalami penyakit tertentu, seperti kanker, HIV, atau penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)
- Lansia atau berusia di atas 65 tahun
- Penderita asma yang menggunakan steroid
Faktor resiko virus HMPV
Meskipun HMPV bisa dialami oleh siapapun, ada beberapa kondisi yang meningkatkan risiko seseorang menderita kondisi ini. Berikut ini adalah beberapa faktor risiko HMPV yang dimaksud:
- Kelompok usia berisiko, termasuk lansia (berusia lebih dari 65 tahun) maupun balita (khususnya bayi yang terlahir prematur)
- Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, baik karena suatu kondisi medis (seperti penderita diabetes maupun orang yang terinfeksi HIV), maupun karena pengobatan (termasuk mereka yang sedang menjalani kemoterapi maupun sedang menjalani pengobatan dengan kortikosteroid dalam jangka waktu yang lama)
- Memiliki penyakit paru kronis, seperti penderita ASMA maupun bronkitis kronis
Pengobatan virus HMPV
Saat ini, belum ada pengobatan spesifik untuk HMPV. Penanganan umumnya bersifat suportif untuk mengurangi gejala, seperti:
- Mengonsumsi obat penurun demam atau pereda nyeri.
- Menggunakan humidifier untuk melembapkan udara di ruangan.
- Istirahat yang cukup dan menjaga hidrasi tubuh.
- Pemberian antibiotik bukanlah merupakan pengobatan wajib, karena HMPV adalah infeksi virus. Dokter akan meresepkan antibiotik jika terjadi infeksi sekunder akibat bakteri.
Pada kasus yang parah, terutama yang melibatkan pneumona, pasien mungkin memerlukan perawatan di rumah sakit, termasuk terapi oksigen atau bantuan alat pernapasan.
Pencegahan penularan HMPV
Karena penularannya adalah melalui kontak langsung dengan droplets atau liur penderitanya, HMPV bisa dicegah dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, maupun langkah pencegahan sebagai berikut ini:
- Rutin mencuci tangan secara teratur menggunakan sabun dan air mengalir setidaknya selama 20 detik, terutama setelah dari kamar mandi dan sebelum makan
- Jangan menyentuh wajah, terutama mata, hidung, dan mulut, tanpa mencuci tangan sebelumnya
- Segera mencuci tangan setelah menyentuh permukaan yang sering disentuh oleh banyak orang, seperti pegangan tangga atau gagang pintu
- Hindari kontak dekat dengan orang yang sakit, terutama yang menderita HMPV
- Hindari berbagi penggunaan peralatan makan, terutama dengan penderita HMPV
- Bagi yang sedang menderita HMPV, sebaiknya gunakan masker atau setidaknya tutup mulut dan hidung menggunakan bagian dalam siku tangan ketika batuk maupun bersin
- Usahakan untuk menghindari kontak dengan orang lain ketika tidak enak badan, atau sudah terkonfirmasi menderita HMPV, termasuk dengan lebih banyak berdiam diri di rumah
- Jaga kebersihan lingkungan, terutama rumah, termasuk dengan mengelap permukaan benda yang sering di sentuh
- Menerapkan pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, dan istirahat dengan cukup
Reviewed by Tim Medis RS Mitra Medika Premiere

