KENALI GANGGUAN BERKEMIH, RETENSIA URIN. – RS. MITRA MEDIKA PREMIERE

RS. Mitra Medika Premiere

Beberapa orang dewasa mungkin pernah mengalami fenomena “mengompol” atau tidak dapat menahan kencing. Dalam dunia medis, hal tersebut disebut dengan inkontinensia urin. Inkontinensia urin merupakan gejala yang sering ditemui di masyarakat Indonesia. Gejala ini pada tingkat yang berat dapat menurunkan kualitas hidup penderita, gangguan kesehatan dan ekonomi. Gejala ini sering kali dilewatkan oleh penderita sehingga pengetahuan dan kesadaran masyarakat untuk mengenali tanda dan gejala perlu dilakukan sehingga skrining mandiri dapat dilakukan.
Apakah definisi dari inkontinensia urin? Berdasarkan International Continence Society (ICS), inkontinensia urin didefinisikan sebagai keluarnya urine tanpa disadari atau tidak disengaja atau dalam istilah lainnya yaitu kebocoran urin. Inkontinensia urin merupakan bagian dari gangguan saluran kemih bagian bawah dan dapat terjadi akibat berbagai penyebab.1 Inkontinensia urin merupakan masalah yang cukup kompleks yang dapat berimbas ke ekonomi dan sosial.2 Inkontinensia urin merupakan keluhan yang prevalen ditemukan di masyarakat. Prevalensi inkontinensia urin meningkat seiring dengan peningkatan usia

Gejala dari Inkontinensia Urin?

Gejala IU bervariasi, dapat timbul sekali-sekali dan dalam jumlah sedikit, atau dapat juga lebih sering dan dalam jumlah yang lebih banyak.berikut ini adalah 5 tipe inkontinensia urin beserta gejalanya masing-masing :
Inkontinensia urin tekanan/ stress incontinence
Urine keluar Ketika ada peningkatan tekanan pada kandung kemih karena adanya batuk, bersin, tertawa, dam Ketika mengangkat beban berata atau berolahraga.
Inkontinensia urin karena desakan/ urge incontinence
Timbul rasa ingin buang air kecil (BAK) yang tiba-tiba dan mendesak pada malam hari. Hal ini bisa terjadi karena adanya infeksi atau adanya kondisi yang lebih serius, seperti gangguan saraf pada pasien diabetes.
Inkontinensia utin campuran / Mixed incontinence
Urine keluar karena adanya factor gangguan gabungan antara inkontinensia tekanan dan desakan.
Inkontinensia urtin kontinu/continuous incontinence
Gejalanya ditandai dengan urine yang keluar secara terus-menerus.
Inkontinensia urin luapan/ overflow incontinence
Ditandai dengan ketidakmampuan mengosongkan kandung kemih seperti mengejan, pancaran urin lemah, tidak lampias/ tuntas. Dan kandung kemih terasa penuh.
Kelima jenis inkontinensia urin ini dapat terjadi pada siapa saja, tergantung faktor resiko yang dimiliki oleh orang tersebut.

Faktor resiko Inkontinensia Urin

Jenis kelamin Wanita
Pada wanita lebih sering terjadi inkontinensia tekanan yang disebabkan karena kehamilan, proses persalinan, menopause, dan anatomi traktus urinarius wanita. Sedangkan pada pria, lebih sering terjadi inkontinensia desakan dan luapan yang disebabkan adanya masalah prostat.
Berat badan berlebih
Kelebihan berat badan meningkatkan tekanan pada kandung kemih dan otot sekitarnya. Tekanan ini membuat otot menjadi lemah dan membuat urin lebih cepat keluar, terutama saat batuk atau bersin.
Usia
Ketika seseorang bertambah usia, otot-otot di kandung kemih dan uretra menurun kekuatannya, sehingga menyebabkan urin tidak dapat ditahan secara optimal
Riwayat keluarga
Apabila ada anggota keluarga Anda yang mengalami inkontinensia urin, terutama inkontinensia desakan, maka risiko Anda mengalami inkontinensia urin desakan akan meningkat

Diagnosa inkontinensia urin

Langkah awal yang dilakukan dokter untuk mendiagnosis inkontinensia urine adalah wawancara medis dengan menanyakan keluhan, penyakit yang diderita, dan riwayat kesehatan keluarga pasien. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik, termasuk area panggul, untuk memeriksa kondisi kandung kemih.
 
Untuk memastikan penyebab dari inkontinensia urine, diagnosis akan dilanjutkan dengan melakukan sejumlah pemeriksaan penunjang, seperti:
 
Tes urine untuk mendeteksi infeksi atau perdarahan pada saluran kemih.
USG saluran kemih untuk memeriksa kelainan struktur kandung kemih.
Sistoskopi untuk memeriksa kondisi saluran kemih.
Sistogram untuk memastikan apakah terdapat sisa urine di dalam kandung kemih setelah pasien buang air kecil.
Tes urodinamik yang dilakukan dengan memasukkan kateter ke dalam kandung kemih untuk memeriksa kekuatan otot kandung kemih.

Mengapa berkonsultasi dengan dokter menjadi hal penting?

Inkontinensia urin dianggap sebagai kondisi stigmatisasi di sebagian besar populasi. Meskipun inkontinensia urin bukan merupakan kondisi yang mengancam jiwa, ia sangat mengganggu kehidupan penderitanya. Banyak orang yang mengalami inkontinensia urin takut untuk melakukan aktivitas normal sehari-hari. Mereka menjadi tidak ingin terlalu jauh dari toilet. Hal tersebut yang menyebabkan menurunnya kualitas hidup penderita. Selain itu, inkontinensia urin juga dapat mempengaruhi hubungan interpersonal dan seksual, kesehatan psikologis, serta interaksi social
Bila tidak ditangani oleh ahlinya, inkontinensia urin yang sudah berlangsung kronik dapat menimbulkan komplikasi berupa masalah kulit, infeksi saluran kemih, dan bahkan kualitas hidup secara keseluruhan

Reviewed by Tim Medis RS. Mitra Medika Premiere