ATRIAL FIBRILASI, GANGGUAN IRAMA JANTUNG YANG SERING TERABAIKAN NAMUN BERBAHAYA JIKA TIDAK DITANGANI – RS. MITRA MEDIKA PREMIERE

RS. Mitra Medika Premiere

Atrial fibrilasi adalah suatu gangguan irama jantung yang ditandai dengan irama jantung yang tidak teratur. Pada dasarnya, jantung terdiri dari empat ruangan, dengan dua ruangan di bagian atas (atrium) dan dua ruangan di bagian bawah (ventrikel). Atrial fibrilasi disebabkan karena adanya gangguan irama listrik yang berasal dari ruang jantung bagian atas.
Saat terjadi atrial fibrilasi, detak jantung ruang atas (atrium) tidak beraturan dan tidak sesuai dengan ruang bawah (ventrikel) jantung. Hal ini akan menyebabkan detak jantung yang sangat cepat, sesak napas dan lemas meskipun kebanyakan orang tidak mengalami gejala.
Atrial fibrilasi merupakan penyakit yang sangat berbahaya karena dapat meningkatkan risiko kematian 1,5-3,5 kali lipat dan meningkatkan risiko terjadinya stroke lima kali lipat. Selain itu, terdapat pula bukti bahwa lebih dari 60% pasien dengan atrial fibrilasi memiliki penurunan kualitas hidup, peningkatan risiko depresi, dan meningkatkan angka kejadian perawatan di rumah sakit. Maka itu, masyarakat perlu lebih waspada terhadap salah satu jenis penyakit jantung ini.

Gejala klinis Atrial Fibrilasi

Gejala atrial fibrilasi bisa bervariasi dari ringan hingga parah. Bahkan, beberapa orang mungkin saja tidak merasakan gejalanya.
Beberapa gejala yang umum dialami oleh penderita atrial fibrilasi meliputi:
• Detak jantung yang cepat dan tidak teratur
• Palpitasi atau sensasi berdebar di dada
• Sesak napas atau kesulitan bernapas
• Kelelahan yang tidak biasa
• Pusing atau pingsan
• Nyeri dada atau ketidaknyamanan
• Perasaan lemah atau kurang berenergi
• Pembengkakan kaki, pergelangan kaki, atau kaki

Faktor resiko Atrial fibrilasi

Orang dengan gangguan atrial fibrilasi memiliki risiko 5 kali lipat terkena stroke dan 3 kali lipat terkena gagal jantung dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki gangguan pada atrial fibrilasi. Meskipun hingga saat ini belum diketahui secara jelas apa penyebab atrial fibrilasi, namun ada beberapa faktor yang diketahui dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengidap atrial fibrilasi, yaitu:
• Usia tua (>65 tahun)
• Obesitas
• Hipertensi
• Diabetes mellitus
• Konsumsi alkohol berlebihan
• Riwayat stroke
• Kelainan kelenjar tiroid
• Riwayat atrial fibrilasi di keluarga

Pengobatan Atrial fibrilasi

Pengobatan atrial fibrilasi tergantung dari penyebab yang mendasarinya. Apabila atrial fibrilasi disebabkan oleh masalah kesehatan lain, seperti masalah tiroid, dokter akan meresepkan obat untuk mengatasi masalah tiroid. Dengan demikian, masalah atrial fibrilasi juga teratasi.
Akan tetapi, jika bukan disebabkan masalah kesehatan di atas, dokter dapat memberikan beberapa pilihan pengobatan jantung dan tindakan medis jika diperlukan.
Pengobatan atrial fibrilasi bertujuan untuk mengontrol detak jantung, mencegah komplikasi, dan meningkatkan kualitas hidup.
Dokter biasanya dapat memberikan obat-obatan yang dapat dikombinasikan dengan beberapa prosedur. Berikut ini adalah beberapa tindakan medis dan obat-obatan yang umum digunakan:
• Pemberian obat antiaritmia untuk mengatur irama jantung.
• Pemberian antikoagulan untuk mencegah terbentuknya pembekuan darah yang dapat menyebabkan stroke.
• Kardioversi. Prosedur untuk mengembalikan detak jantung normal menggunakan kejut listrik atau obat-obatan.
• Ablasi kateter. Prosedur untuk mematikan jaringan yang menyebabkan irama jantung jadi terganggu.
• Pemasangan pacu jantung (pacemaker). Alat pacu jantung akan mendapatkan sinyal saat detak jantung menjadi abnormal untuk kembali menyesuaikan detaknya menjadi normal.
Selain berbagai tindakan di atas, dokter juga akan menganjurkan Anda melakukan gaya hidup sehat, seperti diet seimbang, olahraga teratur, berhenti merokok, mengurangi konsumsi alkohol, mengendalikan tekanan darah dan kolesterol dalam batas normal untuk menurunkan risiko komplikasi.

Komplikasi Atrial Fibrilasi

Tanpa pengobatan yang tepat, atrial fibrilasi dapat menyebabkan komplikasi serius, termasuk:
• Stroke, karena pembentukan bekuan darah yang dapat disebabkan oleh aliran darah yang tidak lancar
• Gagal jantung, karena kerja jantung yang tidak efisien dan terus menerus
• Penyakit arteri koroner atau serangan jantung
• Penyakit katup jantung

Pencegahan Atrial Fibrillasi

Penurunan risiko terkena penyakit jantung mungkin juga dapat diterapkan dalam mencegah atrial fibrilasi. Beberapa tips yang dapat dilakukan yaitu perilaku hidup sehat, rutin berolahraga, menjaga berat badan yang sehat, hindari rokok, batasin konsumsi alkohol dan kafein, serta mengelola stress dengan baik.
Deteksi Atrial Fibrillasi dengan MENARI
Masyarakat pada umumnya hanya mengetahui penyakit jantung bila ada yang mengalami serangan jantung atau gagal jantung dengan ciri-ciri nyeri pada dada. Padahal, ada beragam penyakit jantung dan gejalanya juga berbeda-beda, bahkan tidak terlihat atau terasa. Seperti pada pembahasan ini seseorang dapat mengalami atrial fibrilasi dimana kondisi ketika irama jantungnya tidak beraturan. Atrial fibrilasi ini kerap tidak menimbulkan gejala dan biasanya baru terdiagnosis saat muncul komplikasi (seperti stroke dan penyakit jantung), maka pemeriksaan dini diperukan dan salah satu pemeriksaan yang mudah untuk deteksi dini atrial fibrilasi adalah dengan meraba nadi sendiri (MENARI). Pemeriksaan MENARI sebaiknya dilakukan setiap pagi, terutama pada orang dengan usia lebih dari 60 tahun. Cara melakukan pemeriksaan MENARI adalah:
• Mengangkat tangan kiri sejajar dengan dada
• Kemudian raba dengan tiga jari tangan kanan sampai menemukan denyut nadi
• Setelah menemukan denyut nadi, rasakan dan hitung denyut nadi anda selama satu menit
• Normalnya dalam satu menit jumlah denyut nadi yang bisa kita rasakan adalah 60-100 kali. Apabila denyut nadi yang kita rasakan lebih dari 100 kali per menit atau kurang dari 60 kali per menit dalam keadaan istirahat, segeralah memeriksakan diri ke dokter.
Dengan memahami gejala, penyebab, dan pengobatan atrial fibrilasi, seseorang dapat mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat dan mencari perawatan medis yang sesuai jika diperlukan. Jika Anda mengalami gejala yang mencurigakan atau memiliki faktor risiko yang tinggi, penting untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis jantung untuk untuk evaluasi lebih lanjut dan penanganan yang tepat.

Reviewed by Tim Medis RS. Mitra Medika Premiere