SIROSIS HATI – RS. MITRA MEDIKA PREMIERE

RS. Mitra Medika Premiere

Sirosis hati adalah kondisi di mana organ hati dipenuhi dengan jaringan parut sehingga tidak dapat berfungsi dengan normal. Jaringan ini terbentuk akibat penyakit liver berkepanjangan karena infeksi virus hepatitis B atau C atau kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan.
Hal tersebut dikarenakan kebiasaan konsumsi alkohol dan infeksi virus secara perlahan dapat memengaruhi pertumbuhan jaringan hati. Gejalanya sering tidak dirasakan dan disadari oleh pasien sebelumnya. Jika Anda tidak melakukan deteksi dini akan berdampak pada berbagai komplikasi.

Apa itu Sirosis Hati?

Sirosis hati adalah kondisi serius pada penyakit hati. Sirosis hati ditandai dengan kerusakan jaringan hati yang digantikan oleh jaringan parut secara permanen yang mengakibatkan hati tidak dapat berfungsi optimal.
Ketika terjadi sirosis, cedera hati akan meninggalkan bekas luka dan membuat hati tidak bekerja dengan optimal. Jaringan hati yang telah rusak akan menghalangi untuk memproses, hormon, obat-obatan, dan racun alami. Hal ini juga berdampak dalam proses pembuatan protein, pencernaan nutrisi makanan, penyimpanan energi, serta melawan infeksi.
Sirosis pada hati bukanlah kanker. Akan tetapi, jika penyakit ini tidak segera disembuhkan akan berdampak pada kanker hati. Penyakit ini tidak menular, namun bisa diturunkan secara genetik.

Penyebab Sirosis Hati

Penyebab penyakit sirosis hati dipengaruhi oleh beberapa faktor. Pada umumnya berkembang akibat adanya riwayat masalah atau penyakit hati lainnya. Maka dari itu, penting bagi Anda untuk mengetahui penyebabnya. Beberapa faktor penyebab umum penyakit sirosis hati adalah:
a. Penyalahgunaan alkohol
Jika seseorang memiliki kebiasaan dan memiliki masalah terkait konsumsi alkohol, maka secara tidak langsung hal tersebut dapat meningkatkan risiko munculnya penyakit. Jika Anda ingin berhenti dan tidak tahu bagaimana untuk memulainya, maka konsultasi dengan dokter adalah hal yang perlu dilakukan.
b. Infeksi pada hati
Penyakit hepatitis dapat memicu timbulnya penyakit, baik hepatitis B maupun hepatitis C. Penyakit hepatitis merupakan penyakit yang dapat merusak sel-sel sehat dalam hati. Jika sel-sel sehat tersebut digantikan oleh jaringan parut, maka dapat memicu timbulnya penyakit.
c. Obesitas
Obesitas merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena penyakit. Hal ini disebabkan karena pola makan yang kurang baik dapat menimbulkan berbagai jenis masalah kesehatan, salah satunya sirosis hati. Mengatur pola makan dan kadar gula yang dikonsumsi merupakan cara yang tepat untuk menurunkan berat badan.
d. Faktor lainya, seperti :
Efek samping obat-obatan, seperti isoniazid dan methotrexate
Hemokromatosis (penumpukan zat besi dalam tubuh)
Penyakit Wilson (kelainan bawaan yang menyebabkan kerusakan hati dan otak)
Diabetes

Gejala Sirosis Hati

Gejala sirosis hati sering tidak disadari oleh penderitanya. Gejala yang umumnya dirasakan adalah sebagai berikut :
Lemas
Demam
Penurunan berat badan
Jika kondisi liver semakin memburuk, maka gejalanya akan bertambah parah seperti berikut :
Kulit dan mata menguning
Kulit mudah memar dan berdarah
Kulit gatal dan terdapat bitnik bitnik merah
Terdapat darah pada tinja
Warna urine kecoklatan
Bengkak pada area perut dan kaki akibat penumpukan cairan
Penurunan kesadaran
Penurunan fungsi organ reproduksi pada pria menopause dini pada wanita

Komplikasi Sirosis Hati

Komplikasi dan penyakit terkait sirosis hati mencakup:
• Ensefalopati hepatik
Merupakan kondisi ketika seseorang mengalami perubahan kepribadian atau kelainan neuropsikiatri (gejalanya termasuk kebingungan, gangguan kesadaran, dan penurunan intelektual) akibat tingkat toksin yang tinggi dalam darah dan otak. Ini diakibatkan oleh tingginya kadar amonia dalam darah yang juga memengaruhi otak, disebabkan organ hati tidak bisa memecah zat ini sebagaimana normalnya.
• Tekanan darah tinggi di hati (hipertensi portal)
Kondisi ini menyebabkan adanya penyumbatan aliran darah melalui hati karena tingginya tekanan pada pembuluh vena. Penyumbatan mengakibatkan pembesaran pembuluh darah (varises) yang ada pada kerongkongan, perut, atau usus. Hal ini dapat menyebabkan pembuluh darah pecah serta perdarahan internal.
• Peningkatan risiko kanker hati, yang merupakan pertumbuhan jaringan tidak normal dalam hati di mana sel-sel dalam hati bermutasi dan membentuk tumor.
• Pembesaran limpa (splenomegali), suatu kondisi sel darah putih dan trombosit terperangkap akibat tekanan pembuluh darah yang berlebih
Pencegahan sirosis Hati
Beberapa upaya yang dapat Anda lakukan untuk mencegah sirosis hati adalah menerapkan gaya hidup sehat, seperti:
Menghentikan kebiasaan merokok
Berhenti minum alkohol
Rutin olahraga
Menjaga pola makan yang sehat
Melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin
Mendapatkan vaksin hepatitis
Membatasi penggunaan obat pereda nyeri yang dapat memengaruhi fungsi hati
Sirosis hati memerlukan penanganan yang cepat dan tepat. Apabila Anda mengalami gejala-gejala sirosis hati di atas, segera kunjungi RS. Mitra Medika Premiere untuk melakukan pemeriksaan.

Reviewed by Tim Medis RS. Mitra Medika Premiere