APAKAH BERPUASA AMAN BAGI IBU MENYUSUI? – RS. MITRA MEDIKA PREMIERE

RS. Mitra Medika Premiere

Sebagian ibu menyusui merasa khawatir jika puasa akan berpengaruh pada kandungan gizi dan produksi ASI. Sebenarnya puasa bagi ibu menyusui bukanlah masalah. Namun, ada beberapa hal yang perlu dipahami ibu menyusui sebelum mulai berpuasa.
Saat berpuasa, tubuh ibu menyusui akan tetap memproduksi ASI sama seperti saat sedang tidak puasa. Bumil tidak perlu khawatir, berkurangnya jumlah asupan kalori yang dikonsumsi selama berpuasa tidak akan membuat perbedaan yang signifikan pada jumlah ASI yang diproduksi.
Meski demikian, banyak ibu menyusui ingin tetap berpuasa selama bulan Ramadhan karena datangnya hanya setahun sekali. Selain ingin tahu apakah puasa aman bagi wanita menyusui, mungkin Anda juga bertanya-tanya tentang dampaknya terhadap bayi.

Apakah ibu menyusui boleh berpuasa?

Puasa adalah kegiatan tidak makan dan minum sejak terbit hingga terbenamnya matahari. Aktivitas tersebut membuat tubuh kehilangan cairan lebih banyak khususnya pada siang hari.
Selain itu, perubahan pola makan serta tidur juga mempengaruhi asupan kalori yang masuk ke tubuh. Tetapi Anda tidak perlu khawatir. Faktanya, berkurangnya asupan kalori karena berpuasa pada dasarnya tidak mempengaruhi produksi ASI.
Apabila berat badan menurun, hal tersebut akan berdampak pada kandungan lemak dalam ASI namun tidak mengganggu volumenya. Dengan memperhatikan asupan nutrisi yang baik serta faktor penting lainnya, ibu menyusui boleh puasa.

Tips berpuasa bagi ibu menyusui:

Perbanyak minum air putih ketika sahur dan berbuka
Ibu menyusui boleh puasa dengan aman apabila asupan cairan dalam tubuhnya mencukupi. Untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh, sebaiknya Anda meminum air putih saat berbuka dan sahur masing-masing 2-3 gelas.
Jangan lupa juga tetap minum air putih pada malam hari. Bila perlu, konsumsi larutan elektrolit untuk mengganti cairan tubuh yang hilang dengan cepat. Jika mengalami dehidrasi, sebaiknya segera batalkan puasa.
 
Konsumsi makanan yang bernutriai ketika sahur dan berbuka
 
Ibu yang sedang menyusui sangat membutuhkan asupan nutrisi yang lengkap, seperti protein, karbohidrat, serat, lemak sehat, serta vitamin dan mineral, seperti vitamin D, vitamin B, asam folat, zat besi, zinc, selenium, dan kalsium.

Agar asupan nutrisi ibu menyusui dan bayi tetap terpenuhi selama berpuasa, berikut adalah beberapa makanan yang direkomendasikan untuk ibu menyusui selama menjalani ibadah puasa: 
Sayur -sayuran, seperti brokoli, tomat, kol, jamur, atau kentang
Buah-buahan, seperti alpukat, mangga, pisang, dan jeruk
Makanan laut. Namun, batasi konsumsi ikan yang mengandung merkuri ?
Daging sapi, domba, atau hati
Kacang-kacangan
Telur, susu dan olahannya
 
 
Jangan skip waktu sahur
 
Ibu menyusui tidak boleh melewatkan sahur. Makanan yang dikonsumsi saat sahur akan menjadi cadangan nutrisi dan kalori selama menjalani puasa seharian. Oleh karena itu, jenis makanan yang dikonsumsi saat sahur juga perlu diperhatikan agar nutrisi Bunda tercukupi dan tetap bertenaga sepanjang hari.
 
Hindari beraktivitas berat

Selama puasa, ibu tetap boleh menjalankan aktivitas seperti biasa. Namun, sebaiknya hindari aktivitas yang terlalu melelahkan. Aktivitas berlebihan akan membuat tubuh ibu kelelahan, sementara itu ibu harus tetap menyusui dan tidak makan maupun minum hingga berbuka. Jika memang dibutuhkan, perbanyak istirahat untuk menyimpan tenaga. 
 
Jangan berhenti memberikan ASI
 
 
Ketika ibu menjalankan ibadah puasa, tetap berikan ASI pada anak seperti biasa. Semakin ibu sering memberikan ASI pada anak, tubuh juga lebih banyak memproduksi ASI. Jadi, jangan takut kekurangan ASI ketika ibu menjalankan ibadah puasa, ya.

Selain menyusui langsung, ibu juga bisa memompa ASI pada malam hari untuk asupan ASIP anak pada siang hari jika ibu harus berjauhan dengan anak. Jadi, kebutuhan ASI anak pun tetap terpenuhi.

Kondisi yang harus diperhatikan ibu dan harus membatalkan puasa

Ibu perlu mengenali beberapa tanda bahaya berikut agar bisa segera mengambil tindakan:
• Ibu mengalami penurunan berat badan lebih dari 1 kg dalam seminggu
• Mengalami dehidrasi seperti mual, lesu, lemas, jarang BAK, urin pekat
• Kenaikan BB bayi tidak optimal
• Dehidrasi pada bayi
Kondisi menyusui tidak harus menghalangi Anda untuk menjalani ibadah puasa. Tetap pahami kondisi kapan ibu menyusui boleh puasa atau harus menundanya agar tidak membahayakan diri sendiri serta bayinya.
Itulah berbagai tips puasa bagi ibu menyusui. Jika masih merasa khawatir jumlah dan kandungan nutrisi ASI tidak cukup bagi Si Kecil, Bunda bisa berkonsultasi ke dokter. Untuk menjaga jumlah dan kualitas ASI Bunda, dokter mungkin akan memberikan suplemen dan menyarankan pola makan tertentu selama puasa

Reviewed by Tim Medis RS. Mitra Medika Premiere