APA ITU ANXIETY DISORDER?

Secara garis besar, anxiety disorder adalah gangguan suasana perasaan seperti depresi, sering ada bersamaan dengan depresi, dan bila tidak segera diatasi maka berpotensi memburuk seiring berjalannya waktu.
Jika tidak ditangani dengan baik, anxiety disorder dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan menurunkan kualitas hubungan pengidap dengan orang-orang terdekat, bahkan dengan pasangan dan anak-anaknya sendiri.

Penyebab Timbulnya Gangguan Cemas

Berbagai faktor berkonstribusi menyebabkan timbulnya gangguan cemas. Faktor genetik menjadi salah satu faktor yang berperan. Hampir setengah dari pasien panik memiliki sedikitnya satu anggota keluarga yang memiliki keluhan yang sama.
Dari faktor biologi, fungsi “alarm” pada cemas menstimulasi sistem syaraf otonom dan memberikan beberapa gejala kardiovaskuler (seperti takikardia), muscular (seperti sakit kepala), gastrointestinal (seperti diare) dan pernapasan (tachpnoe). Secara biologis juga terjadi perubahan pada beberapa neurotransmitter di otak. Dari faktor psikologis, cemas dikatakan sebagai sinyal adanya bahaya bawah sadar (tanpa disadari), atau sebagai respon yang timbul pada stimulus lingkungan yang spesifik (misalnya seorang anak akan cemas bila melihat ayahnya yang abusive)

Faktor Risiko

Wanita yang terdiagnosis dengan gangguan kecemasan lebih banyak daripada laki-laki. Faktor-faktor berikut dapat meningkatkan risiko mengalami gangguan kecemasan:
 Kepribadian. Seseorang dengan temperamen pemalu atau negatif atau yang menghindari sesuatu yang berbahaya lebih cenderung untuk mengalami gangguan kecemasan daripada orang lain.
 Gangguan kecemasan. Gangguan kecemasan dapat diturunkan di keluarga.
 Pengalaman. Orang yang mengalami gangguan kecemasan mungkin memiliki riwayat perubahan hidup, pengalaman traumatik atau pengalaman negatif selama masa anak-anak atau memiliki kejadian traumatic atau negatif. Penyakit kronis medis atau gangguan kesehatan lain dapat meningkatkan risiko.

jenis-Jenis Anxiety Disorder

Anxiety disorder adalah gangguan kecemasan yang dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, di antaranya:
Generalized Anxiety Disorder
Sesuai dengan namanya, generalized anxiety disorder adalah gangguan kecemasan menyeluruh yang ditandai dengan perasaan cemas atau khawatir terhadap berbagai hal yang tidak spesifik, mulai dari kecemasan terhadap kondisi kesehatan, pekerjaan, sampai reaksi berlebihan untuk hal-hal yang sederhana, seperti berinteraksi dengan orang lain.
Selain munculnya rasa cemas berlebih untuk berbagai hal, penderita gangguan kecemasan umumnya bisa merasakan beberapa gejala fisik, seperti tegang, sakit kepala, mual, sulit berkonsentrasi, kesulitan tidur, sesak napas, dan mudah merasa lelah.
Fobia
Fobia adalah salah satu gangguan cemas yang ditandai ketakutan hebat terhadap hal-hal yang tidak membahayakan diri atau seharusnya tidak menimbulkan rasa takut, seperti misalnya takut berada di ruangan gelap, takut melihat pola berlubang, takut terhadap makanan tertentu, takut terhadap warna tertentu, dan lainnya.
Saat melihat hal yang sangat ditakuti, individu dengan fobia akan bereaksi secara berlebihan, misalnya dengan berlari tanpa arah, bersembunyi, dan menghindari hal yang sangat ditakuti tersebut. Dalam kondisi puncak, fobia dapat membuat jantung berdegup kencang, keluar keringat dingin, hingga menyebabkan penderitanya pingsan.
Gangguan Kecemasan Sosial
Gangguan kecemasan sosial sebenarnya masuk dalam dalam satu jenis fobia, yakni fobia sosial. Umumnya mereka yang mengalami gangguan kecemasan sosial akan mengalami kecemasan atau ketakutan yang hebat pada situasi sosial yaitu mereka merasa akan dinilai oleh orang lain. Dalam berkomunikasi, mereka akan cenderung mengalihkan wajah atau menghindari kontak mata dengan lawan bicara.
Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD)
Post-traumatic stress disorder atau gangguan kecemasan pasca trauma yang kerap muncul pada seseorang yang mengalami kejadian traumatis, misalnya pernah menjadi korban perampokan, pernah cedera parah, atau berada di tengah situasi yang mengancam nyawa, seperti berada di medan perang.
Gangguan Panik
Gangguan panik merupakan sebuah kondisi yang ditandai dengan adanya episode serangan panik berulang yang muncul tiba-tiba, tanpa ada penyebab jelas, bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Kondisi ini bisa terjadi secara berulang dan akan mengganggu aktivitas harian maupun hubungan dengan orang lain. Karena sifatnya yang dapat muncul kapan saja dan di mana saja, penderita gangguan cemas biasanya akan menarik diri dari kehidupan sosial, membatasi aktivitas harian, dan lebih suka menghabiskan waktu di dalam kamar.
Obsessive Compulsive Disorder (OCD)
Obsessive compulsive disorder adalah gangguan kecemasan yang ditandai dengan adanya pikiran obsesif terus menerus dan perilaku berulang yang bertujuan meredakan pikiran obsesif tersebut. Misalnya, sering mengulang mencuci tangan karena khawatir belum bersih dari kuman.
Selain itu, mereka yang mengalami OCD akan cenderung mengatur sesuatu dengan pola yang menurutnya baik. Menurut World Health Center, gangguan kecemasan ini lebih banyak terjadi di negara-negara maju dan cenderung diderita anak muda.

Tanda atau gejala fisik seperti:

 Kelelahan
 Kesusahan tidur
 Otot tegang atau nyeri
 Gemetar, dan merasa berkedut
 Gugup atau mudah terkejut
 Berkeringat
 Mual, diare atau sindrom iritasi usus besar
 Sifat lekas marah

Pengobatan Anxiety Disorder

Pengobatan anxiety disorder disesuaikan dengan kondisi pasien dan jenis kecemasannya. Namun, secara umum cara mengatasi anxiety disorder adalah kombinasi dari obat (antidepresan, anticemas) dan psikoterapi seperti terapi kognitif perilaku akan memberikan hasil yang baik pada penderita gangguan cemas.
Selain itu, menerapkan pola hidup sehat seperti berhenti merokok, berhenti mengkonsumsi kafein, istirahat yang cukup, aktif berolahraga, dan meditasi juga diharapkan dapat membantu meringankan gangguan kecemasan.

Oleh Tim Medis RS. Mitra Medika Premiere