APA ITU HERNIA, BAGAIMANA TANDA DAN GEJALANYA

Hernia adalah kondisi ketika organ dalam tubuh menonjol melalui dinding otot atau jaringan di sekitarnya, secara umum penyakit ini tidak berbahaya, tapi bisa berkembang menjadi masalah serius dan mengancam nyawa. Bila terkena hernia, kemungkinan besar Anda membutuhkan operasi untuk menyembuhkannya. Namun tidak semua kasus hernia pasti memerlukan operasi, tergantung kondisi dan gejala hernia itu sendiri dan gejala yang muncul. Hernia adalah penyakit yang sangat umum dijumpai dalam masyarakat.

Penyebab Hernia

Hernia dapat terjadi karena melemahnya dinding otot atau jaringan ikat di sekitar organ dalam tubuh. Adapun sejumlah faktor yang menyebabkan melemahnya jaringan ikat dan memicu penyakit hernia adalah sebagai berikut:
• Pertambahan usia.
• Pernah mengidap penyakit hernia.
• Mengangkat beban berat berlebih.
• Berat badan berlebih (obesitas).
• Sembelit kronis.
• Pernah menjalani operasi pada bagian perut.
• Batuk kronis. Kondisi ini biasanya dialami oleh seseorang yang memiliki kebiasaan merokok.
• Bayi yang lahir secara prematur atau memiliki berat badan lahir rendah (BBLR).

Jenis-Jenis Hernia

Hernia bisa terjadi pada di beberapa lokasi tubuh. Ada setidaknya tujuh jenis hernia berdasarkan lokasinya:
• Hernia inguinalis: terjadi ketika ada bagian dari usus mendorong ke dalam saluran di dinding bawah perut yang disebut kanal inguinal, sehingga timbul tonjolan di perut bagian bawah kanan atau kiri.
• Hernia femoralis: terjadi saat ada bagian dari usus atau jaringan lain yang masuk dan menonjol di antara paha bagian atas dan selangkangan. Paling sering didapati pada wanita.
• Hernia epigastrium: kondisi ketika organ dalam perut menonjol keluar di garis tengah perut, antara pusar dan tulang dada. Hernia epigastrik dapat terjadi pada siapa saja, baik pada orang dewasa maupun bayi baru lahir.
• Hernia umbilikalis: kondisi di mana bagian usus menonjol keluar dari pusar. Kondisi ini umumnya terjadi pada bayi dan tidak berbahay
• Hernia hiatus: kondisi ketika sebagian lambung menonjol ke dalam rongga dad
• Hernia insisional: kondisi ketika sebagian usus mendorong dinding perut yang terjadi setelah operasi perut, ketika daerah sayatan operasi masih lemah.
• Hernia spigelian: terjadi saat ada bagian dari usus mendorong jaringan ikat perut (Spigelian fascia) sehingga terjadi benjolan di bagian bawah pusar.

Diagnosis Vertigo

Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan anamnesis mengenai segala keluhan yang Anda rasakan. Mulai dari sensasi berputar, frekuensi kemunculan, pemicu, hingga durasi terjadinya gejala tersebut.
Dokter juga akan menanyakan tentang riwayat kondisi kesehatan, apakah Anda pernah mengalami migrain, cedera kepala, infeksi telinga hingga obat-obatan yang rutin dikonsumsi. Apabila diperlukan, pemeriksaan akan dilanjutkan dengan beberapa tes, seperti:
Tes impuls kepala: Pada tes ini, pasien diminta untuk fokus menatap ujung hidung dokter, sementara kepalanya digerakkan secara cepat ke satu sisi. Hasilnya negatif apabila pasien tetap bisa fokus menatap hidung selama gerakan tersebut.
Tes romberg: Pasien diminta untuk berdiri dengan kedua kaki merapat, kemudian dokter akan memintanya untuk menutup mata secara tiba-tiba. Apabila pasien terjatuh atau kehilangan keseimbangan, kemungkinan pasien mengalami vertigo.
Tes unterberger atau tes fukuda step: Pasien diminta melakukan gerakan jalan ditempat dan mengangkat lutut setinggi mungkin selama 30 detik. Pasien dinyatakan mengalami vertigo apabila tubuh berputar ke samping (arah sisi yang bermasalah).
Tes nistagmus: Tujuan pemeriksaan ini adalah mengetahui gerakan bola mata yang tak terkendali (nistagmus). Pemeriksaan ini menggunakan alat elektronistagmografi (ENG) dan videonistagmografia (VNG) yang berfungsi merekam gerakan mata.
Pemeriksaan pendengaran: Tujuan pemeriksaan ini pada pasien vertigo adalah untuk mengetahui apakah pasien mengalami tinnitus (telinga berdengung) atau bahkan kehilangan pendengaran.
Pemeriksaan penunjang: Pemeriksaan ini dilakukan menggunakan prosedur rontgen, CT Scan, atau MRI untuk memastikan lebih lanjut adanya kelainan pada otak kecil.

Faktor resiko terjadinya Hernia

Ada sejumlah faktor yang membuat seseorang lebih mungkin mengalami hernia, seperti:
• Sedang hamil, karena perut jadi tertekan
• Konstipasi, karena harus mengejan saat buang air besar
• Mengangkat benda berat sehingga otot menegang
• Berat badan bertambah drastis
• Batuk kronis
• Bersin terlalu kuat
• Merokok

Cara Mengobati Hernia

Dokter akan menentukan metode pengobatan hernia berdasarkan tingkat keparahannya. Jika tergolong ringan, dokter dapat mengembalikan organ yang menonjol dengan jari tangan (reduksi).
Sementara itu, untuk menangani kasus hernia yang parah, dokter akan melakukan tindakan operasi guna mengembalikan organ dalam ke tempat semula. Adapun sejumlah tindakan operasi yang umum dilakukan untuk menangani hernia adalah sebagai berikut:
Laparoskopi, yaitu prosedur pembedahan dengan membuat sayatan kecil di sekitar pusar.
Laparotomi, yaitu prosedur pembedahan dengan membuat sayatan pada perut.

Cara Mencegah Hernia

Cara utama yang dapat dilakukan untuk mencegah hernia adalah dengan menghindari faktor risikonya, seperti:
 Hindari mengangkat beban berat berlebih.
 Jaga berat badan ideal.
 Olahraga secara rutin.
 Segera periksakan diri ke dokter apabila mengidap batuk yang tidak kunjung sembuh.
 Konsumsi makanan tinggi serat untuk mencegah terjadinya sembelit.
Hernia adalah masalah kesehatan yang perlu ditangani dengan tepat agar terhindar dari komplikasi serius. Apabila Anda mengeluhkan gejala seperti ulasan di atas, segera kunjungi RS. Mitra Medika Premiere guna mendapatkan diagnosis serta penanganan medis yang tepat dari dokter spesialis kami.

Oleh Tim Medis RS. Mitra Medika Premiere