PENTINGNYA MEMBERIKAN VAKSIN UNTUK ANAK – RS. MITRA MEDIKA PREMIERE

RS. Mitra Medika Premiere

Saat ini semua anak di dunia menerima vaksin secara rutin agar terhindar dari berbagai penyakit infeksi yang menular dan dapat menimbulkan kematian atau kecacatan.
Sebagian penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi saat ini sudah jarang ditemui pada negara-negara yang cakupan imunisasi nya tinggi. Hal ini merupakan bukti mengenai keberhasilan imunisasi.
Salah satu contoh adalah cacar. Sejak tahun 1974, anak tidak diwajibkan untuk divaksinasi. Hal ini karena tidak semua kuman dapat dieradikasi. Kuman tersebut misalnya tuberculosis.

Mengapa anak harus di imunisasi?

Imunisasi adalah upaya yang aman dan efektif untuk mencegah penyakit yang banyak beredar di masyarakat. Keuntungan imunisasi sangat besar apabila dibandingkan dengan risiko efek samping vaksin yang sangat kecil.
Jika cukup banyak orang dalam masyarakat mendapat imunisasi, maka infeksi tidak akan lama lagi menyebar dari orang kepada orang lain.
Anak yang telah diimunisasi jika terkena penyakit pada umumnya ringan.
Mengurangi resiko kecacatan, Wabah polio di Indonesia pada 2005-2006 menyebabkan sekitar 305 anak lumpuh permanen. Setelah digencarkan imunisasi polio, angka kasus polio menurun drastis bahkan tidak ada. Vaksin juga berhasil menurunkan risiko penularan virus campak dan rubela secara signifikan pada ibu hamil dan janin sehingga bayi yang dilahirkan terhindar dari kecacatan.
Investasi jangka panjang, Pemberian vaksin pada anak merupakan salah satu investasi kesehatan paling murah dan berdampak jangka panjang. Hal ini dikarenakan vaksin terbukti dapat mencegah dan mengurangi angka kesakitan, kecacatan, dan kematian akibat suatu penyakit, sehingga menghemat kerugian dari segi finansial dan juga waktu untuk menyembuhkan penyakit tersebut.

Apakah imunisasi aman?

Pada mata :
Gangguan pengelihatan  strabismus (mata juling), amblyopia (mata malas)
Pengelihatan buruk  yang biasanya tidak dapat sepenuhnya diperbaiki dengan kaca mata atau kontak lens
Nystagmus  Gerakan mata yang tidak beraturan dan cepat
Fotofobia  kepekaan terhadap cahaya terang atau silau
Pada kulit :
Kulit berwarna putih pucat
Kulit sangat sensitif terhadap sinar matahari
Pada rambut :
Rambut berwarna putih, pirang, atau coklat terang.

Cara dokter mendiagnosa Albinisme

Beberapa anak dapat mengalami efek samping vaksin yang ringan, terjadi dalam waktu 1-2 hari setelah mendapat imunisasi dan segera sembuh tanpa harus mendapat obat.
Efek samping yang tersering adalah kemerahan, bengkak, nyeri di tempat bekas suntikan, dan dapat disertai demam ringan atau rewel.
Cara penanganan :
• Berikan minum lebih banyak
• Jangan memakai baju tebal
• Apabila perlu, dapat diberikan paracetamol untuk menurunkan demam.

Apa yang terjadi jika imunisasi terlambat diberikan?

Jadwal imunisasi telah disusun dengan memperhatikan waktu yang tepat kapan seorang anak harus dilindungi terhadap penyakit infeksi yang berbahaya. Apabila terlambat memberikan imunisasi pada umur yang seharusnya, anak akan rentan terhadap penularan penyakit.
Untuk imunisasi yang harus diberikan beberapa kali, jarak antara kedua imunisasi 4-8 minggu. Apabila terlalu jauh, kekebalan yang terbentuk tidak maksimal.
Jika disadari bahwa imunisasi terlambat, segaralah datang ke fasilitas kesehatan dan mintalah imunisasi yang tertinggal.
Medikalovers, imunisasi merupakan hak setiap anak, pemberian imunisasi pada anak untuk mencegah penularan penyakit tertentu. Selain itu juga berfungsi membantu membentuk kekebalan tubuh atau imunitas terhadap infeksi sejumlah penyakit menular.

Reviewed by Tim Medis RS. Mitra Medika Premiere