APA ITU BIPOLAR? – RS. MITRA MEDIKA PREMIERE

RS. Mitra Medika Premiere

Gangguan bipolar adalah kondisi seseorang yang mengalami perubahan suasana hati secara fluktuatif dan drastis, misalnya tiba-tiba menjadi sangat bahagia dari yang sebelumnya murung. Nama lain dari gangguan bipolar adalah manik depresif.
Gangguan bipolar dapat diderita seumur hidup sehingga memengaruhi aktivitas penderitanya. Namun, pemberian obat-obatan dan psikoterapi dapat membantu penderita untuk menjalani aktivitasnya sehari-hari.
Gangguan bipolar adalah kondisi serius, yang sangat berpotensi memengaruhi baik kualitas hidup maupun karir seseorang. Kondisi mania umumnya termanifestasi dengan gejala sulit tidur (kadang selama berhari-hari) disertai halusinasi, psikosis, delusi, atau kemarahan paranoid.

Apa itu Bipolar?

Bipolar adalah masalah mental yang dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, yaitu:
• Bipolar I disorder (bipolar tipe I): Jenis bipolar yang tergolong paling parah. Kondisi ini ditandai dengan satu atau lebih fase mania (perasaan bahagia dan bersemangat ekstrem) yang dapat diikuti dengan hipomania (bentuk mania yang lebih ringan) ataupun depresi.
• Bipolar II disorder (bipolar tipe II): Penderita bipolar tipe II setidaknya mengalami satu fase hipomania dan satu fase depresi, namun tidak pernah terjadi fase mania. Pada beberapa kasus, bipolar tipe II dapat berkembang menjadi bipolar tipe I.
• Cyclothymic disorder (gangguan siklotimia): Jenis bipolar yang tergolong langka. Kondisi ini ditandai dengan banyak fase hipomania dan depresi yang terjadi secara berulang selama 2 tahun atau selama 1 tahun pada masa kanak-kanak atau remaja. Gejala gangguan siklotimia cenderung lebih ringan daripada bipolar tipe I atau tipe II. Namun, gangguan siklotimia juga dapat berkembang menjadi bipolar tipe I dan II.
• Jenis bipolar lainnya: Bipolar ini biasanya ditandai dengan perubahan suasana hati secara drastis, namun tidak sesuai dengan kriteria bipolar tipe I, tipe II, ataupun gangguan siklotimia. Kondisi ini biasanya dipicu oleh konsumsi obat-obatan, konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan, ataupun kondisi medis tertentu.
Gangguan bipolar II bukanlah bentuk gangguan bipolar I yang lebih ringan, melainkan merupakan diagnosis tersendiri. Meskipun episode manik pada gangguan bipolar I bisa parah dan berbahaya, individu dengan gangguan bipolar II dapat mengalami depresi dalam jangka waktu yang lebih lama, yang dapat menyebabkan gangguan yang signifikan.
Meskipun gangguan bipolar dapat terjadi pada semua usia, biasanya penyakit ini didiagnosis pada usia remaja atau awal 20an. Gejala dapat bervariasi dari orang ke orang, dan gejala dapat bervariasi dari waktu ke waktu.

Penyebab Bipolar

Seperti halnya gangguan psikiatri lainnya, penyebab gangguan bipolar tidak diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa faktor risiko yang bisa meningkatkan kondisi ini, meliputi:
• Genetik: Faktor genetik memiliki peran yang signifikan dalam penentuan rentan seseorang terhadap kondisi ini. Jika ada riwayat keluarga dengan gangguan bipolar, risiko seseorang untuk mengembangkan penyakit akan semakin meningkat.
• Lingkungan: Lingkungan sosial dan psikologis juga dapat memainkan peran dalam pengembangan gangguan bipolar. Stresors seperti kehilangan pekerjaan, masalah hubungan, atau peristiwa traumatis dapat memicu episode bipolar.
• Perubahan Hormonal: Perubahan hormonal, seperti yang terjadi selama kehamilan, menopause, atau pubertas, telah dikaitkan dengan munculnya episode bipolar pada beberapa individu.
• Ketidakseimbangan Kimia di Otak: Gangguan bipolar diyakini terkait dengan ketidakseimbangan neurotransmiter dalam otak, terutama serotonin, dopamin, dan norepinefrin. Ketidakseimbangan ini dapat mempengaruhi suasana hati, tingkat energi, dan perilaku seseorang.
• Stres: Stres kronis atau kejadian stresor akut dapat memicu episode bipolar atau memperburuk gejalanya. Stres dapat mempengaruhi keseimbangan kimia otak dan memperburuk kondisi.
• Konsumsi Zat-zat Psikoaktif: Penggunaan zat-zat psikoaktif, seperti alkohol, obat-obatan terlarang, atau bahkan obat resep tertentu, dapat memicu atau memperburuk gejala.
• Perubahan Siklus Tidur: Ketidakstabilan pola tidur, baik kurang tidur atau tidur berlebihan, telah dikaitkan dengan episode bipolar. Perubahan dalam siklus tidur dapat mempengaruhi keseimbangan kimia otak dan memicu gejala bipolar.
• Mengidap Gangguan Mental: Ada hubungan yang kuat antara gangguan bipolar dengan gangguan mental lainnya, seperti kecemasan, gangguan makan, atau kepribadian. Seseorang yang sudah mengidap gangguan mental lain mungkin memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami kondisi ini.

Gejala Gangguan Bipolar

Terdapat dua episode dalam gangguan bipolar, yaitu episode mania (fase naik) dan depresi (fase turun). Pada periode mania, penderita menjadi terlihat sangat bersemangat, enerjik, dan bicara cepat. Sedangkan pada periode depresi, penderita akan terlihat sedih, lesu, dan hilang minat terhadap aktivitas sehari-hari.
Fase mania dan hipomania
Adapun sejumlah gejala umum dari fase mania dan hipomania adalah sebagai berikut:
o Sangat bahagia.
o Terlalu bersemangat.
o Berbicara sangat cepat.
o Memiliki rasa percaya diri yang berlebihan.
o Harga diri yang melambung.
o Kebutuhan tidur berkurang.
o Dorongan untuk terus berbicara atau menjadi lebih banyak bicara dari biasanya.
o Perhatian mudah teralihkan.
o Membeli barang-barang yang tidak diperlukan dan menghambur-hamburkan uang secara tidak terkendali.
o Melakukan perilaku seksual yang berisiko tinggi seperti bergonta ganti pasangan tanpa menggunakan pengaman (kondom).
Fase depresif mayor
Beberapa gejala umum yang kerap terjadi saat penderita bipolar mengalami fase depresi mayor adalah sebagai berikut:
o Merasa sangat sedih dan putus asa.
o Mudah lelah.
o Kesulitan untuk menjaga fokus dan konsentrasi.
o Tidak bersemangat untuk melakukan aktivitas apapun.
o Gangguan tidur, seperti insomnia atau bangun terlalu dini.
o Pesimis.
o Muncul keinginan untuk melakukan self harm ataupun bunuh diri.
o Merasa diri sendiri tidak berharga atau merasa bersalah yang berlebihan.
o Penurunan berat badan yang terkait dengan depresi.

Ciri- ciri Gangguan Bipolar

Tanda dan gejala gangguan bipolar I dan bipolar II mungkin mencakup ciri-ciri lain, seperti tekanan cemas, melankolis, psikosis, atau lainnya. Waktu timbulnya gejala mungkin termasuk label diagnostik seperti siklus campuran atau cepat. Selain itu, gejala bipolar dapat terjadi selama kehamilan atau berubah seiring musim.

Pengobatan Gangguan Bipolar

Tujuan penanganan gangguan bipolar adalah untuk menurunkan frekuensi terjadinya episode-episode mania dan depresi agar penderita dapat hidup secara normal dan membaur dengan lingkungan. Selain memperbaiki pola hidup, penanganan biasanya mencakup pemberian obat-obatan yang dikombinasikan dengan terapi psikologis (contohnya terapi perilaku kognitif).
Untuk itu jangan ragu untuk selalu rutin memeriksakan kesehatan mental kita atau orang terdekat kita ke psikolog/psikiater demi kesehatan mental yang baik. Kesehatan mental merupakan hal yang sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Keduanya harus sama-sama dijaga.

Kapan harus berobat kedokter?

Meskipun suasana hati mereka ekstrem, orang dengan gangguan bipolar sering kali tidak menyadari betapa ketidakstabilan emosi mereka mengganggu kehidupan mereka dan orang yang mereka cintai dan tidak mendapatkan perawatan yang mereka butuhkan.
Dan jika Anda seperti sebagian orang dengan gangguan bipolar, Anda mungkin menikmati perasaan euforia dan siklus menjadi lebih produktif. Namun, euforia ini selalu diikuti oleh kehancuran emosional yang dapat membuat Anda depresi, lelah – dan mungkin mengalami masalah keuangan, hukum, atau hubungan.
Jika Anda mengalami gejala depresi atau mania, temui dokter atau ahli kesehatan mental. Gangguan bipolar tidak akan membaik dengan sendirinya. Mendapatkan perawatan dari ahli kesehatan mental yang berpengalaman dalam gangguan bipolar dapat membantu Anda mengendalikan gejala.

Reviewed by Tim Medis RS. Mitra Medika Premiere