APAKAH TES ALERGI PADA ANAK DIPERLUKAN? – RS. MITRA MEDIKA PREMIERE

RS. Mitra Medika Premiere

Penyakit alergi seperti dermatitis atopic (eksim), urtikaria (biduran/kaligata), asma, rhinitis alergi (pilek karena alergi) sering membuat orang tua khawatir karena penyakit ini sering berulang terjadi dan dapat menyebabkan komplikasi atau gangguan tumbuh kembang. Orang tua sering bertanya kedokter, apakah anak perlu dites alergi?
Sebelum memutuskan perlu/ tidaknya tes alergi, orang tua perlu mengetahui seluk beluk tes alergi dimulai dari proses anamnesis (wawancara dokter ke orang tua pasien atau kepada pasien) mengenai keluhan yang dialami anak, dilanjutkan ke pemeriksaan fisik, apabila pada tahap ini disimpulkan bahwa gejala yang dialami anak adalah bagian dari suatu penyakit alergi, maka dapat dipertimbangkan untuk melakukan tes alergi.

Gejala alergi

Gejala alergi dapat sangat bervariasi tergantung pada alergen yang terlibat. Alergi dapat memengaruhi sistem pencernaan, kulit, saluran hidung, saluran udara, dan sinus Anda.
Reaksi alergi bisa berkisar mulai ringan hingga berat. Di beberapa kasus, itu bisa juga mengancam jiwa reaksi disebut sebagai anafilaksis.
Berikut gejala alergi berdasarkan tiper allergen:
Alergi rinitis
o Pilek
o Bersin
o Mata dan hidung gatal
o Mata bengkak, merah, dan berair
Reaksi alergi terhadap makanan tertentu:
o Munculnya ruam merah dan gatal
o Sesak napas
o Pusing
o Mual atau muntah
o Nyeri perut
o Diare
o Pembengkakan pada tenggorokan, wajah, bibir, atau bagian tubuh lainnya
o Gejala rinitis alergi
Reaksi alergi terhadap obat tertentu:
o Muncul ruam merah dan gatal
o Mengi dan sesak napas
o Anafilaksis
o Bengkak
Reaksi alergi terhadap serangga:
o Muncul ruam merah dan gatal
o Gatal
o Bengkak di sekitar area yang tersengat
o Sesak napas, batuk, sesak di dada, dan mengi
o Pusing
o Muntah
Alergi kulit:
o Pengelupasan kulit
o Kemerahan
o Gatal
o Ruam
o Benjolan

Kapan harus melakukan tes alergi?

– Luka terbuka dan kotor
– Adanya benda asing atau jaringan yang sudah mati di dalam luka
– Daya tahan tubuh menurun
– Gizi buruk
– Mobilisasi terbatas atau kurang gerak

Cara merawat luka

Tes alergi tidak dilakukan pada seluruh kasus penyakit alergi. Tes alergi diperlukan untuk membantu mengetahui factor pencetus gejala alergi dan bukan untuk menegakkan diagnosis penyakit alergi. Tes alergi tidak perlu dilakukan pada kasus-kasus yang faktor pencetusnya sudah diketahui dari proses anamnesa dan memang terlihat dengan jelas hubungan antara faktor pencetus dengan timbulnya gejala. Tes alergi dibutuhkan untuk pasien dengan gejala yang dicurigai sebagai penyakit alergi yang berat, persisten, atau berulang tanpa jelas diketahui pencetusnya. Tes alergi juga perlu dilakukan untuk membuktikan gejala itu benar karena alergi atau tidak.
Tes alergi dilakukan untuk mengetahui reaksi alergi seseorang terhadap jenis alergen tertentu. Tes yang dapat dilakukan antara lain:
Tes Kulit Tusukan: Pada metode ini, tetesan alergen diletakan di lengan Anda. Alat medis digunakan untuk menusuk area. Selama 15 menit, gatal, kemerahan akan muncul di kulit jika substansi menyebabkan alergi.
Tes Darah:Tes darah bisa digunakan sendiri atau sebagai tambahan tes kulit tusukan dengan tujuan mendiagnosis alergi. Alergen tertentu akan ditambahkan ke darah, dan tingkat antibodi yang diproduksi oleh sistem kekebalan Anda dievaluasi. Anda mungkin alergi terhadap zat tersebut jika antibodi diproduksi dalam jumlah yang besar untuk alergen tertentu
Tes Kulit Intradermal: Sedikit alergen disuntikkan ke dalam kulit. Jika area yang disuntikkan menunjukkan reaksi apa pun, individu tersebut memiliki alergi.
Tes Plester Kulit: Alergen diaplikasikan pada plester adesif yang diletakkan di kulit. Plester ditinjau pada jam ke-48 dan ke-96 setelah ditempelPlester Berenang dan aktivitas lain yang menghasilkan banyak keringat harus dihindari selama periode ini Plester akan dilepas saat Anda kembali bertemu dengan dokter Lokasi ditempelnya plester mungkin teriritasi, yang dapat mengindikasikan terjadinya alergi
Hasil tes alergi dapat bervariasi dari waktu ke waktu tergantung pajanan pasien terhadap alergen. Hasil tes alergi yang positif atau terdeteksinya IgE spesifik baik pada uji kulit maupun dalam darah hanya menandakan adanya sensitisasi dan tidak selalu menandakan bahwa alergen tersebut menjadi pencetus gejala alergi yang dialami pasien.
Untuk itu, hasil tes alergi ini perlu digabungkan dengan anamnesa yang cermat untuk dapat menentukan alergen pencetus. Dokter akan menganalisis hasil pemeriksaan dan melakukan evaluasi apakah didapatkan hubungan antara hasil tes alergi dan gejala yang timbul. Konfirmasi pencetus dapat dilakukan dengan provokasi alergen seperti uji provokasi makanan terbuka.
Sebagai kesimpulan, tes alergi dapat dilakukan untuk membantu menentukan alergen pencetus gejala alergi. Anamnesis yang teliti mengenai gejala klinis pasien dan kemungkinan alergen pencetus akan sangat membantu untuk memilih jenis tes diagnostik yang diperlukan, alergen yang akan diuji, dan interpretasi. Identifikasi alergen pencetus alergi sangat penting untuk perencanaan tata laksana komprehensif penyakit alergi.

Reviewed by Tim Medis RS. Mitra Medika Premiere