RS. Mitra Medika Premiere
GERD (gastroesophageal reflux disease) atau penyakit refluks asam lambung adalah gangguan pencernaan di mana cairan asam lambung “naik” dari lambung ke kerongkongan dan mengiritasi lapisan bagian dalam saluran pencernaan tersebut. Gejala yang biasa terjadi saat asam lambung naik adalah rasa asam atau pahit di mulut (regurgitasi asam) dan sensasi perih atau panas terbakar di dada dan ulu hati (heartburn). Selain itu, penderita GERD juga kerap merasakan mual dan muntah, begah, nyeri dada, bahkan gangguan pernapasan.
Gastroesophageal reflux disease atau GERD adalah salah satu penyakit asam lambung yang membuat penderitanya perlu memperhatikan pola makan sehari-hari. Tak jarang penderita GERD merasa khawatir selama berpuasa karena adanya perubahan pola makan tersebut. Nyatanya, beberapa penelitian menunjukkan bahwa penyakit GERD sembuh dengan puasa selama penderitanya tetap menjalani gaya hidup sehat.
Gejala penderita GERD antara lain:
Mual dan muntah
Gangguan pernafasan
Perut terasa begah
Rasa perih/panas terbakar di dada & ulu hati
Rasa asam atau pahit di mulut
Banyak penderita GERD yang khawatir jika menjalankan puasa sakit perut akan kambuh padahal faktanya penderita GERD boleh berpuasa. Justru pasien GERD yang menjalani puasa Ramadhan, terdapat penurunan gejala klinis dibandingkan dengan pasien GERD yang tidak berpuasa.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat penderita GERD akan berpuasa, diantaranya:
1.konsumsi obat
Biasanya akan timbul rasa tidak nyaman pada penderita GERD/ Penyakit asam lambung pada saat berpuasa, kalau merasa tidak nyaman, sehari sebelum puasa atau sebelum sahur bisa mengkonsumsi obat sesuai dengan anjuran dokter.
Rasa tidak nyaman itu biasa terjadi sekitar tujuh hingga sepuluh hari awal puasa. Namun kemudian kondisi tubuh akan beradaptasi dan mulai nyaman menjalani puasa tanpa memerlukan bantuan obat.
pemilihan menu makan
Kurangi mengkonsumsi makanan yang dapat memicu naiknya asam lambung, yaitu makanan yang terasa asam, pedas, berlemak tinggi terutama pada saat sahur. Konsumsi makanan yang tinggi lemak saat sahur akan membebani perut. Biasa saat siang hari akan muncul rasa begah dan tidak nyaman.
Makanan berjenis clean food seperti sayur direbus atau protein rendah lemak yang dikukus atau dibakar, serta makanan tanpa rasa pedas dan asam bisa menjadi pilihan sebagai menu sahur. Kemudian saat berbuka boleh saja menkonsumsi makanan berlemak namun sebaiknya dengan jumlah yang tidak berlebihan.
Mengonsumsi makanan tinggi serat saat sahur maupun berbuka. Pasalnya, tubuh akan mencerna serat secara perlahan sehingga dapat memperlambat pengosongan lambung serta mencegah asam lambung naik.
Adapun beberapa jenis makanan tinggi serat yang baik dikonsumsi oleh penderita GERD selama berpuasa adalah sayur, buah, oatmeal, kacang almond, dan ubi jalar.
waktu makan
Pastikan untuk tidak melewati waktu sahur, hindari tidur setelah sahur sehingga dapat mengurangi resiko terjadinya GERD.
Berbuka tidak dengan makanan yang terlalu banyak dan terlalu cepat, setelah berbuka dengan makanan yang manis dianjurkan untuk sholat magrib terlebih dahulu, kemudian setelah sholat baru dilanjutkna dengan makanan yang berat.
jika gejala GERD memberat
seperti mual, rasa panas didaerah dada (heart burn), sesak, maka tidak disarankan untuk melanjutkan puasa, apalagi jika sampai timbul gejala muntah. Hal tersebut sudah secara otomatis membatalkan puasa kita.
Jangan lupa untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam atau dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi dan hepatologi sebelum penderita GERD memutuskan untuk berpuasa. Biasanya, dokter akan meresepkan beberapa jenis obat-obatan dan menginformasikan kapan harus mengonsumsi obat tersebut untuk menghindari serangan GERD.
Jadi, para penderita GERD tidak perlu terlalu khawatir untuk berpuasa Ramadan, ya. Memang, masih ada risiko GERD kambuh yang akan membuat sensasi tidak nyaman di perut. Ketika hal itu terjadi, tak perlu memaksakan diri untuk melanjutkan berpuasa. Sebaiknya, segera atasi GERD dengan mengonsumsi obat yang telah diresepkan dokter.

