RS. Mitra Medika Premiere
Vitamin D adalah vitamin yang dapat diproduksi sendiri oleh tubuh. Vitamin D akan terbentuk secara alami apabila kulit kita terkena sinar matahari. Kulit yang terpapar sinar matahari akan memicu sintesis vitamin D. Kemudian, hati dan ginjal akan mengubahnya menjadi vitamin D yang akhirnya membantu tubuh untuk lebih optimal dalam menyerap kalsium.
Oleh karena itu, banyak ahli yang menganjurkan untuk selalu berjemur di pagi hari. Selain berjemur di pagi hari, vitamin D juga dapat ditingkatkan dengan cara mengonsumsi suplemen vitamin D atau melalui makanan.
Vitamin D adalah vitamin yang dapat larut dalam lemak. Artinya, vitamin D bisa disimpan dalam tubuh untuk waktu yang lama. Ada dua jenis utama vitamin D, yaitu vitamin D2 dan vitamin D3. Vitamin D2 (ergocalciferol) berasal dari tumbuhan, bisa ditemukan pada beberapa jenis jamur. Sementara, vitamin D3 (cholecalciferol) ditemukan pada ikan, minyak ikan, kuning telur, dan sinar matahari. Vitamin D dapat terbentuk secara alami ketika kulit terpapar sinar matahari secara langsung.
Manfaat vitamin D bagi tubuh :
Menjaga Kesehatan Tulang
Vitamin D memiliki peran penting bagi kesehatan dan kekuatan tulang. Selain itu, vitamin D juga berperan penting bagi pertumbuhan tulang pada anak, dan mencegah tulang rapuh atau osteoporosis pada orang lanjut usia. Vitamin D akan merangsang usus untuk menyerap kalsium. Sebaliknya, kekurangan vitamin D akan mengganggu penyerapan kalsium oleh usus.
Meningkatkan Kekebalan Tubuh
Vitamin D dapat membantu mengoptimalkan kekebalan tubuh dengan menunjang kerja sel darah putih dalam melawan patogen. Sifatnya sebagai antiradang dan antioksidan mampu meningkatkan kerja sistem imun, saraf, dan otot.
terhindar dari penyakit flu
Penelitian di Amerika pada tahun 2018 menemukan bahwa, vitamin D dapat memberikan perlindungan terhadap virus penyebab flu. Ini berarti bahwa memiliki kadar vitamin D yang cukup dalam tubuh dapat membantu melindungi Anda dari penyakit flu.
menjaga fungsi paru dan jantung
Manfaat vitamin D yang selanjutnya adalah menjaga fungsi paru dan jantung. Beberapa penelitian menunjukkan kekurangan vitamin D pada tubuh dapat berakibat pada meningkatnya risiko penyakit jantung dan paru.
Mencegah terjadinya diabetes
Beberapa ahli meyakini bahwa vitamin D dapat membantu menurunkan risiko terkena diabetes tipe 1 dan tipe 2. Penelitian terkait telah menunjukkan bahwa kecukupan vitamin D dapat berperan dalam menjaga keseimbangan gula darah dan fungsi pancreas.
membantu program diet
Ilmuwan mengatakan, bahwa mengonsumsi vitamin D dapat membantu seseorang dalam menurunkan berat badan. Hal ini terjadi karena vitamin D di duga dapat mengurangi nafsu makan seseorang, hal inilah yang mendorong menurunnya berat badan.
Mengatasi depresi
Penelitian menunjukkan bahwa vitamin D dapat membantu mengatasi depresi. Khasiatnya bagi kesehatan mental sudah banyak dibuktikan. Penderita depresi yang mengonsumsi suplemen vitamin D mengalami perbaikan pada gejalanya. Adapun pada studi di Cambridge University menunjukkan seseorang dengan defisiensi vitamin D memiliki tingkat kecemasan dan depresi yang lebih tinggi
Baik untuk saraf dan otak
Manfaat vitamin D memiliki peran dalam menjaga kesehatan sistem saraf dan otak. Ini dapat memengaruhi mood dan kognisi, dan beberapa penelitian telah menunjukkan kaitan antara tingkat vitamin D yang cukup dan penurunan risiko gangguan kognitif
Dari mana saja vitamin D bisa kita dapatkan?
Vitamin D bisa didapat dari berbagai sumber, seperti sinar matahari, makanan, dan suplemen. Di negara dengan iklim tropis seperti Indonesia, vitamin D cukup mudah didapat dengan cara berjemur di bawah sinar matahari pagi selama 15 sampai 20 menit, setidaknya tiga kali seminggu.
Untuk memenuhi kebutuhan vitamin D dalam tubuh, Anda bisa mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin D berikut ini:
• Ikan salmon, tuna, sarden
• Minyak ikan
• Kuning telur ayam
• Daging merah
• Keju dan susu
• Jamur
• Buah jeruk
Bagaimana gejala jika tubuh kekurangan vitamin D?
Seperti pada kasus kekurangan vitamin lainnya, defisiensi vitamin D bisa meningkatkan risiko buruk bagi kesehatan Anda. Kekurangan vitamin D sulit dideteksi karena tidak menunjukkan gejala yang spesifik. Supaya tidak berdampak lebih buruk, ketahui ciri-ciri kekurangan vitamin D berikut ini:
• Mudah lelah
• Nyeri tulang dan otot
• Penyembuhan luka lebih lama
• Mudah terserang penyakit
• Kelainan tulang
• Perubahan suasana hati
Dosis Vitamin D
Institut Kesehatan Nasional (NIH) merekomendasikan tingkat harian berikut untuk vitamin D:
• Usia 0–12 bulan 10 mikrogram (mcg) (400 IU)
• Usia 1–70 tahun 15 mcg (600 IU)
• Usia 71 tahun ke atas 20 mcg (800 IU)
Namun, jumlah yang tepat dari vitamin D yang Anda butuhkan dari diet atau suplemen tergantung pada banyak faktor, seperti umur, kondisi kesehatan, hingga jenis kelamin.
Meningkatkan asupan vitamin D dalam tubuh sebenarnya tidak sulit. Anda cukup berjemur di sinar matahari pada jam-jam ketika sinar matahari memberi manfaat. Sinar matahari yang baik bagi menurut ahli yaitu sebelum pukul 10:00 pagi.
Sedangkan untuk berapa lamanya, ahli menganjurkan untuk berjemur sekitar 15 menit saja setiap paginya. Lalu, pastikan Anda melakukannya kurang lebih dua hingga tiga kali dalam satu minggu. Jika Anda rutin melakukannya, maka asupan vitamin dalam tubuh akan terpenuhi dengan seimbang.

