RS. Mitra Medika Premiere
Kanker prostat adalah kondisi di mana terjadi pertumbuhan sel yang tidak normal dan tidak terkendali pada prostat. Prostat adalah suatu kelenjar seukuran biji kacang yang berperan dalam produksi semen untuk menutrisi sperma pada sistem reproduksi pria. Sebagian besar kanker prostat tumbuh secara perlahan, tetapi dapat menyebar ke organ tubuh lainnya. Gejala kanker prostat yang paling umum melibatkan peningkatan frekuensi buang air kecil dan rasa nyeri pada penis saat buang air ataupun ejakulasi.
Kanker prostat adalah kanker yang terjadi pada sistem reproduksi pria. Kanker ini tumbuh di prostat, sebuah kelenjar kecil berbentuk buah kenari yang mengelilingi uretra tepat di bawah kandung kemih. Kelenjar prostat ini berfungsi untuk menghasilkan cairan mani yang keluar bersama sperma saat seorang pria ejakulasi.
Menurut data Globocan tahun 2020, jumlah kasus baru kanker prostat di Indonesia mencapai lebih dari 13.000 kasus baru. Sedangkan angka kematian akibat kanker prostat per tahunnya hampir mencapai 5.000 jiwa, yang menjadikannya menjadi jenis kanker kelima yang paling banyak membunuh laki-laki di Indonesia.
Keterlambatan dalam melakukan deteksi dini kanker disinyalir menjadi salah satu penyebab angka kematian kasus yang tinggi. Maka dari itu, upaya pendeteksian secara rutin dan pemeriksaan medis sangat direkomendasikan untuk dilakukan sebagai langkah antisipasi kanker prostat.
Penyebab terjadinya kanker prostat
Penyebab kanker prostat adalah adanya mutasi genetik dari sel-sel di dalam kelenjar prostat. Dengan begitu, sel tersebut dapat tumbuh secara abnormal bahkan mengganas.
Namun, penyebab terjadinya mutasi genetik dari sel kanker ini belum diketahui secara pasti
Di samping itu, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker prostat, di antaranya:
Berusia di atas 50 tahun
Memiliki riwayat keluarga yang mengidap kanker prostat
Obesitas
Gaya hidup tidak sehat, seperti merokok dan mengonsumsi alkohol berlebihan
Pernah melakukan operasi vasektomi
Terkena paparan bahan kimia yang berbahaya serta bersifat karsinogen
Pernah menderita infeksi menular seksual (IMS), seperti penyakit sifilis, HPV, gonore, dan lain sebagainya.
Gejala kanker prostat
Gejala kanker prostat umumnya tidak terlalu terlihat pada saat kanker stadium awal. Banyak pria yang mencapai usia 80 tahun terkena kanker prostat. Namun, karena sebagian besar kanker prostat tumbuh secara perlahan dan gejala kanker prostat tidak tampak jelas, banyak pria yang meninggal akibat usia tua tidak pernah mengetahui bahwa mereka mengidap kanker prostat.
Berikut merupakan ciri-ciri kanker prostat yang mungkin timbul pada penderita:
• Frekuensi buang air kecil meningkat.
• Sulit buang air kecil atau tidak dapat buang air kecil.
• Hanya sedikit mengeluarkan air seni.
• Tekanan aliran air seni berkurang.
• Sensasi terbakar atau nyeri ketika buang air kecil dan ejakulasi.
• Terdapat darah dalam air seni atau semen.
• Rasa nyeri pada pelvis, punggung, atau pinggul.
• Berat badan menyusut.
Kapan sebaiknya mulai skrining?
Deteksi dini sangatlah penting pada semua jenis kanker, berikut merupakan beberapa indikator seseorang untuk melakukan skrining:
• Menunjukkan gejala kanker prostat, di mana skrining dilakukan agar dapat mendeteksi keberadaan kanker prostat sejak awal untuk memaksimalkan peluang keberhasilan penanganan.
• Berisiko tinggi (seperti yang dijelaskan di bagian sebelumnya).
• Berusia 40 tahun ke atas.
Pemeriksaan yang dapat dilakukan dalam mendiagnosa kanker prostat:
Pemeriksaan colok dubur
prosedur pemeriksaan colok dubur dilakukan dengan cara dokter menggunakan tangan yang sudah memakai sarung tangan, kemudian memasukkan satu jari yang sudah diberikan gel pelumas ke dalam anus pasien. Jika ditemukan kelainan pada prostat seperti benjolan, dokter akan menyarankan pemeriksaan lebih lanjut.
Tes PSA
PSA atau prostate specific antigen adalah senyawa alami yang dihasilkan oleh kelenjar prostat. Tes PSA dilakukan untuk mengetahui kadar PSA yang melebihi angka normal. Peradangan kelenjar prostat infeksi. Pembengkakan ataupun kanker.
Tes pencitraan
Tes ini bisa berupa pemeriksaan MRI, USG, CT Scan, PET Scan dll. Tujuannya untuk mengetahui kondisi kelenjar prostat dengan lebih detail, serta lokasi penyebaran kanker.
Biopsi
dilakukan dengan cara mengambil sampel jaringan untuk mengetahui ada atau tidaknya sel sel kanker ganas pada jaringan prostat.
Pengobatan kanker prostat yang biasa dilakukan oleh dokter yaitu:
• Pembedahan atau operasi, dilakukan dengan mengangkat sel kanker yang terdapat pada kelenjar prostat.
• Radioterapi atau terapi radiasi untuk membunuh sisa sel kanker setelah melakukan operasi. Radioterapi juga dilakukan untuk menghambat pertumbuhan sel kanker.
• Kemoterapi, yaitu pengobatan kanker prostat menggunakan obat-obatan untuk menghambat dan membunuh sel kanker.
Komplikasi kanker prostat
Berikut adalah komplikasi yang paling sering ditemukan dari kanker prostat dan proses penyembuhannya:
• Metastasis atau penyebaran kanker ke jaringan atau organ lain.
• Inkontinensia urine atau hilangnya kemampuan untuk mengontrol buang air kecil.
• Disfungsi ereksi, yang sangat sering dialami pasien kanker prostat.
• Infertilitas atau gangguan kesuburan.
Gaya hidup sehat untuk pasien kanker di antaranya yaitu melakukan olahraga secukupnya, mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang. Itu dia ulasan mengenai kanker prostat yang perlu Anda ketahui sebagai langkah pencegahan. Jadi, kanker prostat adalah jenis kanker yang sering kali tidak disadari gejalanya. Maka dari itu, penting untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara lengkap agar terhindar dari ketidaksadaran kondisi kesehatan diri sendiri, termasuk kanker prostat ini.

