RS. Mitra Medika Premiere
Secara umum, infertilitas adalah gangguan kesuburan yang terbagi kedalam dua kondisi berbeda. Kondisi pertama dikenal dengan infertilitas primer atau kondisi di mana kehamilan belum terjadi sama sekali. Kedua, infertilitas sekunder atau kondisi yang dapat terjadi setelah kelahiran anak pertama atau pernah hamil namun terus mengalami keguguran.
Gangguan kesuburan atau infertilitas merupakan salah satu hal yang paling ditakuti oleh pasutri. Pasalnya, gangguan kesuburan sangat berhubungan dengan kesehatan reproduksi. Namun, benarkah dalam kasus gangguan kesuburan, wanita menjadi faktor utama penyebabnya?
Apabila ada anggapan bahwa infertilitas hanya terjadi pada wanita, hal ini sepenuhnya salah. Infertilitas dapat dialami oleh pria maupun wanita. Sehingga, jika suatu pasangan mengalami kesulitan dalam memiliki keturunan, baik istri dan suami perlu melakukan pemeriksaan.
Penyebab infertilitas pada pria
Infertilitas pada pria disebabkan oleh beberapa faktor, namun yang paling umum adalah karena kelainan pada sperma (dilihat dari jumlah, bentuk, hingga pergerakannya). Terdapat pula kemungkinan infertilitas sejak lahir yang diakibatkan oleh masalah kesehatan tertentu yang akhirnya berpengaruh pada sperma.
Adapun hal-hal lain penyebab infertilitas pada pria:
• Masalah ejakulasi, seperti ejakulasi dini, ejakulasi retrograde, serta penyumbatan dan kerusakan pada testis.
• Kelainan genetik yang menyebabkan pria tidak dapat memproduksi sperma atau hanya mampu menghasilkan sperma dalam jumlah sedikit.
• Gangguan hormonal yang dapat menyebabkan penurunan produksi sperma.
• Masalah kesehatan seperti kanker dan obat-obatan yang berpengaruh pada kesuburan pria.
Sejumlah gangguan hormon yang menyebabkan infertilitas pada pria adalah:
• • Kadar hormon tiroid yang terlalu rendah
• • Hiperprolaktinemia atau kondisi hormon prolaktin yang terlalu tinggi
• • Rendahnya produksi hormon follicle stimulating hormone (FSH) dan luteinizing hormone (LH) dari kelenjar pituitari
• • Hiperplasia adrenal kongenital atau ketika kelenjar pituitar tertekan kenaikan hormon androgen adrenal yang menyebabkan produksi sperma rendah
Penyebab infertilitas pada wanita
Berbeda dengan pria, sebagian besar penyebab infertilitas pada wanita adalah masalah ovulasi. Hal ini dikarenakan tanpa adanya ovulasi, sel telur tidak dapat dibuahi. Gejala infertilitas pada wanita sering kali berawal dari siklus menstruasi yang tidak teratur atau bahkan tidak terjadi sama sekali.
Selain itu, beberapa kondisi yang sering terjadi pada wanita dan menyebabkan infertilitas adalah sebagai berikut:
• Penyakit PCOS.
• Kelainan pada rahim atau leher rahim.
• Sumbatan atau kerusakan pada tuba falopi karena peradangan.
• Kanker serta obat-obatan yang berpengaruh pada kesuburan wanita.
• Mengalami adhesi, yaitu kondisi di mana jaringan sekitar organ reproduksi saling terikat/menempel.
• Menopause dini sebelum usia 40 tahun.
• Endometriosis (jaringan endometrium yang tumbuh di luar rahim sehingga memengaruhi fungsi ovarium).
Berikut adalah faktor-faktor yang meningkatkan risiko terjadinya infertilitas wanita:
• • Pertambahan usia
• • Kebiasaan merokok dan terpapar asap rokok
• • Tekanan hidup atau stres
• • Obesitas
• • Diet yang ketat
• • Sering mengkonsumsi minuman alkohol
• • Infeksi mikroorganisme
Diagnosis Infertilitas
Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan memulainya dengan sesi konsultasi bersama pasien. Akan ada beberapa pertanyaan yang diajukan terkait dengan riwayat kesehatan serta hal-hal yang berkaitan dengan reproduksi.
Setelah itu, dokter akan merekomendasikan kedua pasangan untuk melakukan tes kesuburan. Adapun tes kesuburan yang dilakukan pada pria antara lain:
• Analisis sperma
• Tes hormon
• Tes genetik
Sementara, tes kesuburan yang dilakukan pada wanita di antaranya adalah:
• Pemeriksaan HSG (Histerosalpingografi) untuk mengetahui kondisi tuba falopi dan rahim.
• Pemeriksaan ovulasi.
• Laparoskopi.
• USG Transvaginal.
itulah informasi seputar infertilitas yang penting untuk Anda ketahui. Apabila Anda dan pasangan sedang merencanakan kehamilan, jangan ragu untuk melakukan pemeriksaan infertilitas ke RSU. Mitra Medika Premiere.

