Apakah Anda pernah mengalami detak jantung yang tiba-tiba tidak teratur? Jika pernah, mungkin Anda sedang mengalami Aritmia. Aritmia adalah gangguan pada detak jantung atau irama jantung yang ditandai dengan detak jantung yang tidak teratur, bisa terlalu cepat atau terlalu lambat.
Aritmia adalah sebuah gangguan yang sangat berkaitan dengan kondisi kardiovaskular, seperti tekanan darah tinggi, gagal jantung, penyakit katup jantung, dan penyakit arteri koroner. Gejala aritmia tidak bisa dianggap sepele karena gangguan irama jantung ini bisa meningkatkan risiko stroke, bahkan menjadi penyebab kematian mendadak.
Gejala Aritmia Jantung
Di beberapa kasus, aritmia jantung tidak menunjukkan adanya gejala jelas yang dirasakan. Ini bukan berarti Anda bebas dari bahaya. Justru harus lebih waspada dan benar-benar memperhatikan gejala kecil yang muncul.
Berikut ini gejala umum aritmia yang perlu diwaspadai, seperti:
• Sensasi jantung deg-degan (palpitasi) ditandai dengan dada berdebar sangat cepat dan kuat dan juga ada sensasi seperti denyut nadi yang hilang (skip beat)
• Jantung berdebar lebih lambat dan sangat terasa di dada
• Sesak napas
• Nyeri dada
• Pusing
• Sakit kepala
• Kelelahan
• Kadang berkeringat
• Tekanan darah rendah
• Nadi tidak teratur
• Pingsan atau seperti mau pingsan
Jenis Aritmia Jantung
Aritmia dapat dideteksi dengan pemeriksaan EKG (Electrocardiography), dan memiliki jenis-jenis, seperti :
Sinus Takikardi
Takikardia adalah aritmia dengan kondisi detak jantung lebih cepat
Sinus Bradikardi
Bradikardi adalah aritmia dengan kondisi detak jantung lebih lambat
Atrial Fibrilasi dan Atrial Flutter
Atrial fibrilasi dan Atrial flutter adalah kondisi aritmia dengan penderita mengalami detak jantung tidak teratur.
Ventrikel Takikardi
Ventrikel Takikardi adalah kondisi ketika ventrikel (bilik) jantung berdetak terlalu cepat
Supraventrikel Takikardi
Supraventricular tachycardia (SVT) adalah gangguan irama jantung berdetak lebih cepat yang bersumber dari impuls listrik di serambi jantung atau atrium (ruang di atas bilik jantung atau ventrikel)
Ventrikel Fibrilasi
Ventrikel Fibrilasi adalah aritmia yang terjadi disebabkan ventrikel atau bilik tidak mampu memompa darah secara optimal namun malah bergetar. Aritmia ini yang sering mengancam nyawa dan sering dipicu serangan jantung
Terkadang aritmia ini bersifat hilang timbul, sehingga ketika melakukan pemeriksaan EKG sering tidak ditemukan, untuk keadaan seperti ini biasanya Dokter Spesialis Jantung akan menyarankan untuk menggunakan EKG Holter. EKG Holter sendiri adalah prosedur untuk merekam aktivitas listrik jantung dan detak jantung secara terus-menerus selama 24-48 jam pada aktivitas sehari-hari, cara kerja nya mirip dengan EKG, namun alat yg digunakan lebih kecil dan bersifat mobile.
Pengobatan Aritmia
Pengobatan maupun terapi ini dilakukan berdasarkan jenis dan tingkat keseriusannya. Beberapa orang yang menderita penyakit ini cenderung ringan dan tidak membutuhkan terapi, hanya modifikasi gaya hidup dan faktor pencetus.
Selain itu, terapi obat-obatan anti aritmia maupun prosedur intervensi non bedah , seperti prosedur ablasi maupun pemasangan alat pacu jantung (pacemaker)
Jika seseorang di diagnosa aritmia, kemungkinan dokter akan memberikan saran untuk mengkonsumsi obat anti-aritmia seperti golongan Beta blocker, Calcium Channel Blocker (CCB), dan lain-lain. Fungsi dari obat-obatan yang diberikan adalah untuk mengendalikan denyut jantung.
Selain itu, dokter biasanya akan memberikan terapi antikoagulan atau anti platelet. Obat-obatan ini berfungsi untuk mengurangi resiko penggumpalan darah.
Jika kamu memiliki keluhan aritmia seperti yang dijelaskan diatas, sebaiknya segera konsultasi dengan dokter spesialis jantung di RSU. Mitra Medika Premiere. Kami memiliki Dokter Spesialis yang standby 24 jam di RSU. Mitra Medika Premiere. Untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi 0811-328-135.

