BAGAIMANA CIRI DARI PENYAKIT GINJAL?

Penyakit ginjal adalah kondisi yang terjadi karena ada masalah atau kerusakan pada ginjal. Padahal ginjal sendiri adalah salah satu organ vital dalam tubuh. Ginjal berfungsi menyaring racun, limbah dan cairan berlebihan dalam darah kemudian dikeluarkan melalui urine. Fungsi ginjal lainnya antara lain adalah mengontrol tekanan darah, mengatur produksi sel darah merah, menjaga keseimbangan elektrolit dan keasaman (pH) darah dan menjaga kekuatan tulang.
Penyakit ginjal akan membuat organ ini kehilangan kemampuan atas fungsinya seperti menyaring limbah dan racun. Akibatnya jumlah zat berbahaya pada limbah sisa metabolisme dan cairan elektrolit menumpuk sehingga mengganggu fungsi organ lain. Penyakit ginjal pun menimbulkan komplikasi penyakit lain.

Penyebab Penyakit Ginjal

Timbulnya penyakit ginjal dapat dipicu oleh berbagai faktor, seperti kondisi medis tertentu, seperti hipertensi dan diabetes, konsumsi minuman mengandung toksik, hingga faktor usia. Berikut masing-masing penjelasannya.
• Hipertensi (tekanan darah tinggi): merupakan kondisi di mana tekanan di dalam arteri yang membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh mengalami peningkatan. Hipertensi dapat memicu kerusakan pada ginjal karena ginjal sendiri berperan dalam mengontrol jumlah cairan di pembuluh darah dan mengendalikan tekanan darah.
• Diabetes: Penderita diabetes diketahui memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit ginjal. Pasalnya, diabetes dapat menyebabkan kerusakan sistem penyaringan pada Ginjal: Tingginya kadar gula darah juga membuat ginjal bekerja lebih keras untuk menyaring darah.
• Faktor Usia: Penyakit ginjal sering terjadi pada orang berusia di atas 60 tahun. Hal ini dikuatkan dari hasil penelitian Johns Hopkins University yang menunjukkan bahwa lebih dari setengah populasi lanjut usia di atas 75 tahun diduga mengalami penyakit ginjal.
• Konsumsi Minuman yang Mengandung Zat Toksik:Berlebihan dalam mengonsumsi jamu-jamuan yang mengandung kortikosteroid atau minuman-minuman berenergi dan minuman yang mengandung zat berbahaya, seperti ethylene glycol, dapat meningkatkan risiko kerusakan ginjal yang dapat berujung pada gagal ginjal.

Bagaimana Ciri-Ciri Penyakit Ginjal?

• Diketahui, satu dari tiga orang dewasa di Amerika memiliki risiko tinggi untuk mengembangkan penyakit ginjal. Satu di antara sembilan penderita penyakit ginjal diduga tidak mengenali ciri-ciri yang ditimbulkan. Lalu, bagaimana ciri-ciri penyakit ginjal pada awal kemunculannya? Ada 10 ciri-ciri umum penyakit ginjal yang muncul,
meliputi:
Kelelahan
Penderita penyakit ginjal akan lebih mudah merasa lelah, kehabisan energi, hingga kesulitan berkonsentrasi. Ginjal berfungsi untuk menyaring racun dalam darah dan mengeluarkannya dalam bentuk urin. Ketika ginjal tidak bekerja dengan baik, maka racun akan menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah. Hal ini dapat menimbulkan anemia pada penderita sehingga muncul rasa lelah yang berlebihan.
Sering Buang Air Kecil
Ketika seseorang merasa ingin buang air kecil lebih sering dari biasanya, terutama pada saat malam hari. Hal ini dapat menjadi ciri-ciri penyakit ginjal. Filter pada ginjal rusak sehingga menyebabkan peningkatan keinginan untuk buang air kecil. Sering buang air kecil juga dapat menjadi tanda lain adanya infeksi saluran kemih atau pembesaran prostat pada pria.
Tekanan Darah Meningkat
Gejala lain dari penyakit ginjal stadium awal adalah meningkatnya tekanan darah. Tekanan darah tinggi atau hipertensi bisa menjadi pemicu penyakit ginjal, namun juga dapat terjadi karena gangguan pada ginjal. Hal ini dikarenakan kemampuan ginjal untuk menyaring racun terus menurun. Selain itu, tidak seimbangnya kadar cairan dan mineral dalam tubuh juga bisa menjadi penyebabnya.
Mual
Salah satu ciri sakit ginjal stadium awal yang cukup umum dialami adalah mual. Penyebab mual pada penderita penyakit ginjal pun berbeda-beda, bisa karena uremia, gangguan otot lambung, ulkus, GERD, atau efek samping obat-obatan
Kesulitan bernafas
Pada penderita penyakit ginjal tidak dapat menghasilkan hormon eritropoietin yang cukup. Hormon ini pada umumnya memberi sinyal pada tubuh untuk membentuk sel darah merah. Tanpa adanya hormon eritopoietin, penderita dapat terserang anemia dan napas menjadi pendek. Pada beberapa kasus, kesulitan bernapas akibat kelebihan cairan, berbaring dapat membuat penderita merasa seperti tenggelam.
Penurunan nafsu makan dan penurunan berat badan
Pada penderita penyakit ginjal tidak dapat menghasilkan hormon eritropoietin yang cukup. Hormon ini pada umumnya memberi sinyal pada tubuh untuk membentuk sel darah merah. Tanpa adanya hormon eritopoietin, penderita dapat terserang anemia dan napas menjadi pendek. Pada beberapa kasus, kesulitan bernapas akibat kelebihan cairan, berbaring dapat membuat penderita merasa seperti tenggelam.
Penurunan nafsu makan dan penurunan berat badan
Normalnya, warna urine yang sehat adalah jernih atau kuning. Jika urine berwarna kemerahan karena disertai darah dan juga berbusa, maka hal tersebut perlu diwaspadai. Busa dalam urine menandakan adanya kandungan protein yang tinggi di dalam urine. Sementara itu, keluarnya darah bersama urine tidak selamanya menandakan penyakit ginjal. Namun jika urine berdarah (hematuria) dibarengi dengan busa, maka sebaiknya segera konsultasikan kepada dokter
Pembengkakan di area wajah dan juga kaki
Penurunan fungsi ginjal dapat menyebabkan retensi natrium. Ketika ginjal tidak dapat membuang natrium dengan baik, cairan dapat menyebabkan pembengkakan pada area kaki, tangan, hingga wajah penderita. Pembengkakan pada ekstremitas bawah dapat juga menjadi tanda penyakit jantung, penyakit hati, dan masalah vena kaki kronis.
Kulit menjadi kering dan gatal
Salah satu fungsi ginjal adalah menyaring racun dan kelebihan cairan dalam tubuh. Organ ini juga memastikan asupan mineral dalam darah terpenuhi. Ketika ginjal terganggu, asupan mineral dalam darah akan berkurang. Akibatnya, kulit terasa gatal

Cara Mengobati penyakit ginjal

Pengobatan penyakit ginjal tergantung dengan penyebabnya. Ada beberapa cara mengobatinya yakni:
Mengubah gaya hidup dan pola makan
Dengan mengubah gaya hidup dan pola makan yang sehat bisa mencegah penyakit ginjal semakin parah. Beberapa langkah hidup sehat yang disarankan dokter antara lain: mengurangi makanan tinggi kolesterol dan tinggi garam, jangan minum alkohol, tidak merokok, diet sehat jantung, menurunkan berat badan, olahraga rutin, dan minum obat rutinsuntik insulin untuk penyakit kronik yang menyertai sepertimengontrol diabetes, darah tinggi, penyakit autoimun, dan lain sebagainya.
Dialisis atau cuci darah
Dialisis atau cuci darah adalah prosedur yang dilakukan untuk membuang limbah berbahaya dalam tubuh. ini dapat membantu menyeimbangkan kadar mineral dalam darah, termasuk kalium, natrium dan kalsium.
Ada dua jenis metode cuci darah yang biasanya dilakukan, yakini
• Hemodialisis, dilakukan dengan memindahkan darah dari tubuh ke mesin dengan tujuan untuk membersihkan darah dari segala macam limbah dan kotoran.
• Dialisis Peritoneal, prosedur medis dengan memasukkan tabung tipis yang disebut kateter ke dalam perut. Kemudian, larutan masuk ke perut yang menyerap limbah dan cairan. Baru larutan akan keluar dari tubuh setelah beberapa saat.
Transplantasi ginjal
Transplantasi ginjal adalah prosedur medis untuk mengganti ginjal dengan ginjal yang sehat dari donor baik pendonor masih hidup atau telah meninggal. Anda pun akan diminta minum obat untuk memastikan tubuh tidak menolak ginjal baru tersebut
RSU. Mitra Medika Premiere memiliki fasilitas cuci darah dengan ruangan yang nyaman dan juga tenaga kesehatan yang berpengalaman di bidangnya. Jika anda memiliki keluhan yang dirasakan mirip dengan gejala klinis dari gagal ginjal sebaiknya segera periksakan diri ke dokter spesialis atau ke rumah sakit RSU. Mitra Medika Premiere untuk mendapatkan diagnosis yang pasti dan juga penanganan yang tepat.

Oleh Tim Medis RS. Mitra Medika Premiere