CEGAH NEUROPATI DIABETIK SEJAK DINI PADA PENDERITA DIABETES

Apa itu Neuropati Diabetik?

Neuropati diabetik adalah terjadinya kelainan atau kerusakan saraf akibat penyakit diabetes, yang mana ini merupakan komplikasi yang sering terjadi. Namun jangan khawatir, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegahnya.
Menurut data dari Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Riskesdas), terjadi peningkatan angka diabetes dari 6,9 persen populasi tahun 2013, menjadi 8,5 persen populasi tahun 2018. Artinya, berbagai komplikasi akibat diabetes juga meningkat.
Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal “F1000 Research” tahun 2016, neuropati diabetik terjadi pada 50 persen kasus diabetes dan merupakan komplikasi yang paling sering terjadi.
Pada orang-orang dengan diabetes, tingginya kandungan gula darah menyebabkan risiko terjadinya penumpukan plak di pembuluh darah, yang akhirnya mengakibatkan penyempitan. Kalau sudah begitu, aliran darah di ujung-ujung tubuh (pada kaki dan tangan) jadi terhambat untuk saraf tepi.
Sistem saraf tepi sebagai organ yang terdampak dari diabetes memiliki fungsi di dalam tubuh. Di antaranya untuk mengatur gerak dan refleks (motorik), menerima impuls rangsangan (sensorik), mengatur denyut nadi, bernapas, pergerakan usus, dan pergerakan lainnya tanpa disadari (otonomi).
Jika saraf tepi mengalami kerusakan, maka fungsi-fungsi yang disebutkan tadi akan terganggu, khususnya yang paling sering adalah fungsi sensorik.
Apabila suplai oksigen dan nutrisi ke sel saraf tidak tercukupi, kerusakan dan gangguan pada fungsi saraf pun dapat terjadi. Risiko kerusakan saraf tersebut akan lebih besar jika penderita memiliki beberapa faktor risiko berikut:
 Menderita penyakit autoimun yang menyerang saraf.
 Memiliki kebiasaan merokok.
 Mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan.
 Menderita penyakit ginjal.
 Menderita penyakit diabetes dalam waktu yang lama.
 Memiliki berat badan berlebih (obesitas).
 Kadar gula darah tidak terkontrol dengan baik.

Gejala Neuropati Diabetik

Gejala neuropati diabetik berbeda-beda, tergantung dari posisi saraf yang mengalami gangguan. Pada beberapa kasus, gejala akan berkembang secara perlahan sehingga tidak langsung disadari oleh penderitanya.
Adapun beberapa gejala neuropati diabetik yang sering kali menyerang kaki, antara lain:
 Nyeri dan kram.
 Kesemutan.
 Mati rasa terhadap suhu atau nyeri.
 Kelemahan otot.
 Sensitivitas yang ekstrem terhadap sentuhan.
 Masalah serius pada kaki, seperti ulkus, infeksi, serta kerusakan pada tulang dan sendi.

Cara Mencegah Neuropati Diabetik

Jika sudah menyerang tubuh, neuropati diabetik tidak dapat disembuhkan sepenuhnya. Namun, perkembangannya bisa diperlambat dengan mengontrol kadar gula darah.
• Adapun beberapa cara yang bisa dilakukan oleh penderita diabetes untuk mencegah terjadinya komplikasi dari neuropati diabetik, antara lain:
• Hindari berjalan tanpa alas kaki meskipun di dalam rumah.
• Menjaga kebersihan dan kelembapan kaki.
• Gunakan sepatu atau sandal yang nyaman.
• Memeriksakan kondisi kaki secara rutin ke dokter apabila terdapat luka pada kaki, terutama jika luka tidak kunjung sembuh.
• Mengontrol kadar gula darah secara rutin

Oleh Tim Medis RS. Mitra Medika Premiere