Kenali Penyebab dan Gejala Usus Buntu
Penyakit usus buntu atau dalam bahasa medis dikenal dengan apendisitis adalah kondisi ketika apendiks atau sebuah kantung yang merupakan bagian dari usus besar yang terletak di sisi kanan bawah perut mengalami peradangan.
Cara termudah adalah menekan dengan lembut pada area yang sakit. Ketika tekanan tiba-tiba dilepaskan, nyeri perut usus buntu biasanya akan terasa hebat, yang menandakan bahwa peritoneum yang berdekatan meradang.
Apakah Penyebab Penyakit Usus Buntu ?
Adanya penyumbatan yang terjadi di lapisan usus buntu sehingga bakteri dapat berkembang biak dengan cepat yang akhirnya menyebabkan apendiks menjadi meradang, bengkak, dan penuh nanah. Penyakit usus buntu terjadi akibat infeksi di rongga usus buntu. Akibatnya, bakteri berkembang dengan cepat sehingga membuat usus buntu meradang, bengkak, dan bernanah.
Gejala Radang Usus Buntu
Gejala yang paling sering dialami oleh pengidap kondisi ini adalah nyeri pada perut atau kolik abdomen. Rasa nyeri tersebut bermula dari pusar, lalu menjalar ke bagian bawah. Namun, untuk lokasi nyeri tersebut bisa berbeda-beda pada setiap orang, tergantung usia serta posisi yang mengalami radang.
Rasa nyeri yang termasuk ciri-ciri radang usus buntu (apendiks) biasanya akan bertambah parah dalam beberapa jam, terutama saat bergerak, batuk, bersin atau tarik napas panjang. selain itu, rasa nyeri dapat menyerang secara mendadak, bahkan ketika Anda tidur.
Kondisi nyeri pada perut tersebut dapat disertai dengan beberapa gejala lain, seperti:
o Demam dan menggigil.
o Diare.
o Mengalami sembelit.
o Perut kembung.
o Kehilangan nafsu makan.
o Sulit buang gas.
Diagnosis Penyakit Radang Usus Buntu
Usus buntu adalah penyakit yang tidak bisa Anda diagnosis secara mandiri dan harus dilakukan oleh dokter atau tenaga medis. Dalam melakukan diagnosis, dokter atau tenaga medis akan melakukan beberapa tahapan tes, mulai dari wawancara, pemeriksaan fisik, hingga pemeriksaan penunjang apabila dibutuhkan.
Cara paling sederhana yang umum dilakukan adalah dengan menekan area yang nyeri secara lembut. Apabila tekanan tersebut tiba-tiba dilepaskan dan Anda merasakan nyeri begitu hebat, maka hal itu menandakan bahwa peradangan pada area peritoneum yang berdekatan.
Selain itu, beberapa pemeriksaan penunjang yang dilakukan untuk mendiagnosis radang usus buntu adalah sebagai berikut:
o Tes urin, pemeriksaan ini bertujuan menyingkirkan kemungkinan diagnosis lain, misalnya infeksi atau batu pada saluran kemih yang dapat memberikan gejala nyeri menyerupai usus buntu.
o Pemeriksaan pencitraan, atau disebut juga dengan USG merupakan pemeriksaan yang paling sering digunakan oleh dokter untuk mendiagnosis penyakit usus buntu.
o Tes darah, tes ini digunakan untuk mengetahui peningkatan dari sel darah putih serta laju darah yang mengindikasi adanya infeksi atau peradangan.
o Tes kehamilan bagi wanita.
Penanganan penyakit radang usus buntu
o Pasien dengan gejala radang usus buntu biasanya akan dilakukan pemeriksaan Ultrasound perut atau CT-Scan untuk memastikan diagnosa. Setelah diagnosa ditegakkan maka dokter akan langsung memberikan penanganan yang terbaik bagi pasien.
o Standar terbaik penanganan kasus radang pada usus buntu adalah dengan operasi pengangkatan usus buntu (Appendektomi). Operasi dapat dilakukan secara terbuka maupun laparoskopi. Pada laparoskopi, dibuat 3 sayatan kecil untuk memasukkan kamera dan alat untuk melakukan operasi. Operasi dengan teknik laparoskopi mempunyai beberapa keunggulan, antara lain, nyeri setelah operasi yang sangat minimal, lama rawat di rumah sakit lebih pendek, dan pasien dapat kembali ke aktifitas semula lebih cepat.
Jika Medikalovers memiliki gejala yang mirip dengan gejala usus buntu, segera periksakan diri ke dokter spesialis bedah digestif. Kami memiliki dokter spesialis bedah digestif yang bertugas di RSU. Mitra Medika Premiere.

