APA ITU TBC?

Tuberculosis atau TB adalah penyakit yang tentunya sudah sangat umum. TB termasuk salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri, dan bakteri ini akan menyebabkan infeksi pada organ tubuh salah satunya paru-paru.
Indonesia menjadi peringkat ketiga dengan jumlah TBC terbanyak di dunia, setelah India dan Cina. Sudah saatnya kita semakin memahami cara mengantisipasinya, Tuberkulosis atau TB adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri mycobacterium tuberculosis. Bakteri tersebut dapat masuk ke dalam paru-paru dan mengakibatkann pengidapnya mengalami sesak nafas dan juga batuk yang bersifat kronik.
Lalu, apakah TB dapat menular? Jawabannya adalah iya. TB adalah salah satu penyakit menular yang sangat perlu diwaspadai. Bahkan kini TB adalah penyakit menular yang menduduki peringkat kedua dalam daftar penyakit yang paling banyak menyebabkan kematian setelah COVID-19. Jadi bagaimana penularan TB terjadi? TB adalah penyakit yang dapat menular secara droplet, yaitu ketika seseorang tidak sengaja menghirup percikan ludah dari orang lain yang mengidap TB. Paling sering melalui batuk atau bersin, sehingga resikonya juga cukup tinggi.

Penyebab TBC Paru

TB adalah penyakit yang disebabkan karena adanya infeksi bakteri, nama bakterinya adalah Mycobacterium Tuberculosis. Tahap infeksi bakteri pada pengidap TB melewati 3 tahapan, diantaranya adalah:

Infeksi primer
Tahap ini terjadi saat udara yang mengandung bakteri penyebab TB terhidup oleh hidung atau mulut hingga masuk menuju paru-paru dan berkembang biak.

Infeksi Laten
Ketika bakteri mulai berkembang, sistem imun akan melakukan perlawanan. Ketika sistem imun berhasil melawan, maka bakteri tidak aktif menginfeksi. Sehingga orang yang terinfeksi tidak merasakan gejala apapun.

Infeksi Aktif
Saat imun tubuh tidak berhasil melawan bakteri yang masuk dan berkembang biak, maka bakteri akan bebas menyerang sel-sel sehat pada paru-paru. Kondisi ini akan membuat orang yang terinfeksi merasakan gejala.

Gejala TB Paru

Ciri-ciri TB paru yang menginfeksi seseorang pada awalnya memunculkan gejala utama sebagai berikut:
– Sesak nafas
– Batuk berlangsung lama hingga lebih dari3 minggu
– Batuk berdarah
– Dada terasa nyeri

Selain gejala diatas, adapun gejala yang biasanya muncul adalah:
– Demam
– Menggigil
– Mudah terasa lelah
– Berkeringat pada malam hari
– Berat badan turun drastis
– Tidak nafsu makan

Gejala yang muncul akan berbeda pada setiap orang. Apabila anda atau orang disekitar anda merasakan gejala diatas, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.

Faktor Resiko TBC?

Setiap orang memiliki peluang yang sama untuk terkena penyakit menular. Dapat disimpulkan bahwa terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan resiko seseorang untuk menderita penyakit ini. Oleh karena itu, penting untuk MedikaLovers mengetahui apa saja faktor resikonya. Karena meski memiliki satu saja bukan berarti sahabat hermina langsung terkena TBC. Faktor resiko tersebut
hanya kondisi yang dapat memperbesar peluang seseorang terkena TBC. Berikut adalah faktor resiko yaang dapat meningkatkan resiko terkena TBC:
– Orang yang memiliki imun rendah, memiliki riwayat penyakit diabetes dan juga pengidap HIV
– Orang yang melakukan kontak langsung dengan penderita
– Orang yan tinggal di lingkungan yang kurang bersih dan sistem ventilasi yang buruk
– Orang yang berdekatan atau sedang merawat pasien TBC
– Orang yang mengkonsumsi alkohol dan narkoba
– Orang yang datang ke wilayah yang angka kasus TBC nya tinggi
– Orang yang mengkonsumsi obat-obatan yang digunakan untuk mengobati penyakit autoimun.

Diagnosa TBC

TB adalah penyakit yang paling sering menyerang sistem perafasan, tepatnya organ paru-paru. Maka dari itu, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan pada kelenjar getah bening guna mengidentifikasi pembengkakan pada paru-paru. Tes yang dapat dilakukan adalah:
● Tes Darah: melalui tes darah, dokter akan mengukur reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap bakteri Mycobacterium tuberculosis. Dari tes ini akan diketahui apakah seseorang memiliki TB laten atau aktif

● Tes Dahak: setelah melakukan rontgen dada dan dokter menemukan indikasi TB, maka akan dilakukan tes dahak untuk menentukan obat yang tepat.

● Tes Mantoux: tes ini menggunakan alat TST (Tuberculin Skin Test) untuk menyuntikkan zat tuberculin dibawah kulit lengan. Kemudian, dalam 48-72 jam, dokter akan melakukan pemeriksaan bengkak pada daerah yang disuntikan. Bila timbul benjolan merah pada ukuran tertentu, maka seseorang dinyatakan kemungkinan positif TB.

Pengobatan TBC

Walaupun termasuk penyakit yang mematikan, TBC dapat disembuhkan dengan menjalani pengobatan yang tepat dan sesuai aturan yang diberikan dokter. Lama pengobatan TBC adalah 6-12 bulan dan harus rutin dikonsumsi tidak boleh berhenti satu haripun. Obat TB umumnya mengandung jenis antituberculosis, yaitu antibiotik yang khusus digunakan untuk mematikan infeksi dari kuman TB. Pengobatannya sendiri terdiri dari 2 tahap yaitu intensif dan lanjutan. Berikut beberapa obat TBC paru yang digunakan pada tahap pengobatan pertama:
● Pyrazinamide
● Isoniazid
● Streptomisin
● Rifampisin
● Ethambutol

Sementara pencegahan TB adalah dengan memberikan suntikan vaksin BCG. Vaksin ini biasanya diberikan kepada bayi dan anak-anak pada saat masa imunisasi sebanyak satu kali.

Komplikasi

Komplikasi dapat terjadi jika penderita tidak diobati dengan tepat dan cepat, bakteri yang menyerang paru-paru dapat menyebar ke bagian tubuh yang lain. Komplikasi yang mungkin timbul akibat penyakit TBC ini jika tidak dilakukan penanganan yang
cepat adalah:
– Infeksi selaput otak (meningitis)
– Masalah pada hati dan ginjal
– Kelainan pada jantung
– Kerusakan pada sendi

Demikian penjelasan mengenai apa itu TB, penyebab, gejala, hingga langkah pengobatannya secara lengkap. Penyakit ini tidak bisa di sepelekan, maka dari itu jika merasakan gejala awal, anda harus segera berobat.

Oleh Tim Medis RS. Mitra Medika Premiere