SIROSIS HATI- PENYEBAB, FAKTOR RESIKO HINGGA PENGOBATANNYA

Sirosis hati adalah kondisi dimana organ hati dipenuhi dengan jaringan parut sehingga tidak dapat berfungsi dengan normal. Jaringan ini terbentuk akibat penyakit liver berkepanjangan karena infeksi virus hepatitis B ataupun C atau kebiasaan mengkonsumsi alkohol secara berlebihan.

Apa itu Sirosis Hati?

Sirosis hati adalah kondisi serius pada penyakit hati, sirosis hati ditandai dengan kerusakan jaringan hati yan digantikan oleh jaringan parut secara permanen yang mengakibatkan hati tidak dapat berfungsi optimal.
Ketika terjadi sirosis, cedera hati akan meninggalkan bekas luka dan membuat hati tidak bekerja dengan optimal. Hal ini berdampak dalam proses pembuatan protein. Penyimpanan energi, serta melawan infeksi. Kerusakan hati seperti halnya sirosis tentu akan berdampak pada seluruh bagian tubuh. Pada dasarnya organ hati mampu memberbaiki sel-selnya sendiri, akan tetapi pada kondisi ini, ketika organ hati terluka, hati akan memperbaiki sel-sel dengan membentuk jaringan parut. Dan apabila kerusakan terus berlanjut dan jaringan parut yang terbentuk semakin banyak,akibatnya hati akan mengalami kesulitan dalam menjalankan fungsinya.
Sirosis hati adalah penyakit yang banyak dialami oleh peminum alkohol berat dalam jangka yang panjang.

Penyebab Sirosis Hati

Penyebab utama dari penyakit sirosis hati biasa dikarenakan kebiasaan minum alkohol secara berlebihan dalam jangka panjang (kecanduan), atau istilah medisnya disebut dengan sirosis alkoholik. Di Indonesia sendiri, penyakti infeksi, yakni hepatitis B dan C, masih menempati urutan pertama penyebab sirosis hati. Selain disebabkan oleh alkohol, beberapa jenis penyakit liver yang dapat meningkatkan resiko sirosis hati adalah sebagai berikut:
– Infeksi virus hepatitis kronis, sepertii hepatitis B dan Hepatitis C
– Perlemakan hati non alkohol
– Efek samping obat-obatan, seperti isoniazid dan methotrexate
– Sirosis bilier primer
– Hepatitis autoimun
– Fibrosis sistik
– Penyakit infeksi lainnya

Disamping beberapa penyebab diatas, ada pula berbagai faktor yang dapat meningkatkan resiko seseorang terkena sirosis hati, diantaranya yaitu:
– Infeksi virus hepatitis
– Kebiasaan mengkonsumsi alkohol dalam waktu yang lama
– Lemak tinggi dalam darah
– Diabetes
– Obesitas

Gejala Sirosis Hati

Umumnya sirosis hati tidak menimbulkan gejala pada tahap awal , gejala sirosis hati baru dirasakan pada saat kerusakan hati semakin meluas, gejala yang dirasakan diantara lain:
– Nafsu makan menurun
– Perut terasa begah
– Mual kadang disertai muntah
– Mudah merasa lelah
– Telapak tangan memerah
– Mengalami penurunan berat badan secara signifikan
– Lemas dan lesu.

Apabila sirosis hati telah mencapai tahap akhir, maka akan disertai dengan beberapa gejala lain, seperti:
– Kulit dan mata menguning
– Kulit terasa gatal
– Perubahan warna kulit menjadi lebih gelap
– Perubahan pembuluh darah sekitar pusar
– Muntah darah
– Perut dan kaki membengkak
– Warna kotoran BAB menjadi hitam
– Mudah mengalami memar dan berdarah
– Rambut rontok
– Penurunan kesadaran.

Pengobatan sirosis hati

Pengobatan sirosis hati dilakukan berdasarkan penyebab dan tingkat keparahan penyakit yang diderita pasien. Namun, perlu diketahui bahwa sirosis hati adalah kondisi yang tidak dapat disembuhkan. Hanya saja bisa dilakukan perawatan untuk
mencegah perburukan.
Beberapa cara penanganan yang sering direkomendasikan oleh dokter untuk pasien sirosis hati adalah sebagai berikut:
Menghindari kebiasaan minum alkohol, seperti yang sudah dibahas diatas bahwa sirosis hati disebabkan oleh konsumsi alkohol secara berlebihan. Diet rendah garam, diet rendah garam merupakan pengobatan sirosis hati yang bertujuan mengurangi penumpukan cairan dalam tubuh. Upaya ini membantu mengontrol cairan (ascites) ataupun pembengkakan lain dalam tubuh.
Mengkonsumsi obat sesuai anjuran dokter, dokter akan memberikan beberapa obat untuk menangani pemicu serta membantu mengurangi resiko komplikasi lebih lanjut.
Cara-cara diatas adalah langkah penanganan sirosis hati yang diberikan apabila jaringan parut belum sepenuhnya mengganggu fungsi hati. Apabila sirosisi hati sudah mencapai tahap lanjut, maka dokter mungkin akan merekomendasikan tindakan operasi atau transplantasi hati.

Pencegahan Sirosis Hati

Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah sirosis adalah menerapkan gaya hidup sehat, seperti:
– Menghentikan kebiasaan merokok
– Rutin olahraga
– Berhenti minum alkohol
– Menjaga pola makan yang sehat
– Mendapatkan vaksin hepatitis
– Membatasi penggunaan obat pereda nyeri yang dapat mempengaruhi fungsi hati.

Sirosis hati memerlukan penanganan yang tepat, apabila anda mengalami gejala yang menyerupai gejala sirosis hati, segera konsultasikan ke dokter spesialis Penyakti Dalam Konsultan Gastro Entero Hepatologi di RS. Mitra Medika Premiere.

Oleh Tim Medis RS. Mitra Medika Premiere