Kanker seviks menjadi penyebab kematian wanita kedua terbanyak di Indonesia setelah kanker payudara. Kanker yang disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV) ini biasanya tidak menunjukkan gejala atau keluhan pada tahap awal. Gejala atau keluhan biasanya baru muncul ketika kanker sudah memasuki stadium 2 atau lebih.
Kanker termasuk penyakit yang slow growing, diperlukan fase yang panjang atau waktu yang lama dari tahap infeksi sampai menjadi kanker. Dari sekian banyak HPV yang dapat menginfeksi, hanya HPV tipe onkogenik tertentu yang paling sering menyebabkan kanker
serviks, yaitu HPV Strain 16 dan 18. Infeksi HPV strain ini menyebabkan perubahan sifat sel pada area serviks menjadi sel abnormal yang berpotensi menjadi keganasan. Penularan infeksi HPV dapat terjadi melalui aktivitas seksual. Resiko penularan menjadi
meningkat jika seorang wanita sering berganti-ganti pasangan seksual, memiliki kebiasaan merokok, serta terinfeksi HIV/AIDS atau penyakit kelamin lainnya, atau memiliki kondisi gangguan sistem imun.
Siapa yang perlu mendapatkan Vaksin HPV?
Pada dasarnya, vaksin HPV dapat bekerja lebih optimal bila diberikan sebelum aktif berhubungan seksual, karena belum beresiko terpapar virus HPV. Karena itulah,vaksin ini termasuk program imunisasi wajib dari pemerintah untuk anak usia dibawah 15 tahun
dengan pemberian dosis sebanyak 2 kali injeksi. Selain itu, sejumlah kelompok usia yang direkomendasikan untuk mendapatkan vaksinasi HPV adalah sebagai berikut:
● Anak remaja usia 15-20 tahun sebanyak 3 kali dosis
● Orang dewasa usia 20-26 tahun sebanyak 3 kali dosis
● Orang dewasa usia 27-45 tahun sebanyak 3 kali dosis. Namun, kelompok usia ini perlu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum menerima vaksin.
Pencegahan kanker seviks
Karena infeksi awal HPV dapat berlangsung tanpa gejala, maka pencegahan sangat penting untuk dilakukan.
Pencegahan primer
Pencegahan primer dapat dilakukan dengan melakukan vaksinasi HPV. Vaksinasi atau pemberian antigen ke dalam tubuh individu akan menginduksi terbentuknya antibodi atau kekebalan terhadap infeksi alamiah dari HPV. Vaksinasi dapat mencegah infeksi HPV
penyebab kanker berkembang menjadi kanker serviks invasif.
Vaksin HPV pada umumnya dapat diterima dengan baik oleh penerima vaksin, reaksi paling sering terjadi setelah vaksinasi berhubungan dengan tempat penyuntikan seperti nyeri, bengkak, dan kemerahan yang hanya bersifat sementara, antibodi atau kekebalan yang ditimbulkan dari vaksinasi HPV memberikan perlindungan jangka panjang dan berlangsung
lama. Manfaat vaksinasi ini secara maksimal dapat diperoleh apabila seseorang lum pernah melakukan hubungan seksual. Namun, bagi perempuan yang sudah menikah atau pernah berhubungan seksual, vaksin ini juga bermanfaat karena belum tentu seseorang tersebut pernah terpapar oleh vius HPV dengan strain yang dapat dicegah oleh vaksin.

