Gangguan pada saluran pencernaan yang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman pada perut bagian atas karena penyakit asam lambung atau maag disebut dispepsia. Dispepsia dapat terjadi pada siapa saja, namun pencegahan dapat dilakukan untuk mengurangi resiko terjadinya dispepsia. Lalu apa saja sih hal yang harus di hindari dan kondisi seperti apa yang dinilai harus segera ke rumah sakit?
Yuk kita bahas satu persatu!
Apa itu dispepsia
Dispepsia adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi perut yang tidak nyaman atau gangguan pencernaan. Beberapa gejala umum dispepsia meliputi perut kembung, mual, nyeri perut, mulas, atau perasaan kenyang.
Apa penyebab dispepsia?
Penyebab dari dispepsia biasanya bervariasi, mulai dari kebiasaan makan yang tidak sehat, konsumsi alkohol, merokok, hingga kondisi medis seperti GERD (Gatroesophageal Reflux Disease) atau infeksi bakteri Helicobacter Pylori. Oleh karena itu, pengobatan dispepsia harus disesuaikan dengan penyebabnya.
Kapan harus diperiksa?
● Penurunan berat badan (tanpa penyebab)
● Perdarahan saluran cerna (BAB hitam, muntah darah)
● Usia diatas 50 tahun dengan gejala yang tidak membaik
● Nyeri menelan
● Muntah yang sering
● Ada terdapat benjolan pada perut
● Mata terlihat kuning
Harus diingat bahwa gejala dispepsia yang terus berlanjut dan semakin parah harus segera diperiksakan ke dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan memeriksa riwayat kesehatan untuk menentukan penyebab dispepsia dan meresepkan obat obatan yang sesuai.
Dispepsia merupakan kondisi yang cukup umum dan dapat diatasi dengan perubahan gaya hidup dan obat obatan yang sesuai. Jika gejala terus berlanjut atau semakin memberat, segera konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam.

