RS. Mitra Medika Premiere
Ada beberapa bahaya konsumsi daging mentah yang perlu di waspadai hal ini penting untuk diketahui agar terhindar dari bahaya yang mengintai dan memperoleh manfaat daging secara maksimal. Berbagai jenis daging, baik daging sapi, unggas, atau makanan laut, mengandung protein hewani ,yang dibutuhkan oleh tubuh. Pada dasarnya, protein bermanfaat dalam meningkatkan massa otot dan memperbaiki jaringan tubuh yang rusak.
Daging hewan mulai dari daging merah, ungas, hingga ikan memang banyak mengandung gizi dan nutrisi yang diperlukan tubuh. Dinegara kita sendiri, mengkonsumsi daging ini meroket setiap tahunnya. Menurut data dari badan pusat statistic, kebutuhan daging sapi di 2017 mencapai 604.968 ton per tahunnya.
Meski mengkonsumsi daging amat diperlukan tubuh, tapi ada beberapa hal yang harus diperhatikam. Salah satunya, tingkat kematangannya. Nah, para ahli mengatakan sebaiknya hindarilah konsumsi daging mentah sebisa mungkin. Pasalnya daging mentah ini bisa menimbulkan sederet masalah bagi Kesehatan, simak artikel ini ya!
Infeksi salmonella
Salmonelosis atau infeksi nella adalah penyakit pada sistem pencernaan yang disebabkan oleh bakteri Salmonella. Selain daging mentah, bakteri ini juga bisa ditemukan di dalam telur mentah atau susu yang belum dipasteurisasi salmonella
Seseorang yang terjangkit salmonelosis akan menunjukkan gejala-gejala yang serupa dengan infeksi E. coli. Gejala tersebut biasanya muncul antara 6 jam hingga 6 hari setelah terinfeksi Salmonella
Infeksi bakteri E-Coli
Daging mentah atau belum matang seutuhnya dapat mengandung berbagai jenis bakteri, Bila daging yang mengandung bakteri ini dikonsumsi, seseorang bisa berisiko terkena infeksi E. coli,
Beresiko terinfeksi cacing pita
Daging mentah sendiri mengandung berbagai jenis cacing pita, misalnya cacing taenia saginata dan cacing diphyllobothorium latum. Siklus cacing ini dimulai dari telur , larva, dan cacing dewasa yang nantinya akan Kembali menghasilkan telur.
Infeksi cacing ini bisa terjadi saat mengkonsumsi daging mentah atau daging setengah matang. Larva ini bisa mencapai otot makhluk yang ditumpangi. Apalagi, bila hewan tersebut memang sudah terinfeksi cacing pita. Lalu, seperti apa ciri-ciri bila tubuh kita terinfeksi cacing pita? Menurut ahli, Ketika tubuh sudah terinfeksi cacing pita biasanya akan mengalami mual, diare, dan sakit perut disertai dengan kehilangan nafsu makan, terus merasa lapar, berat badan menurun dan defisiensi vitamin.
Selain bakteri yang telah disebutkan di atas, ada pula bakteri lain yang juga dapat ditemukan di dalam daging mentah, seperti bakteri Shigella dan Clostridium perfringens.
Menurut ahli dalam British Medical Journal Case Reports, kepopuleran sushi di negara-negara barat dikaitkan dengan meningkatnya infeksi parasit. Misalnya, kasus di Lisbon, Portugal (2017) yang menimpa pria berusia 32 tahun. Pria tersebut mengalami sakit perut, muntah dan panas badan selama seminggu. Ketika dirinya mengatakan bahwa belum lama ini mengonsumsi sushi, barulah tim dokter menduga dirinya mengidap anisakiasis. Anisakiasis sendiri merupakan penyakit parasit yang disebabkan oleh cacing anisakid nematodes yang menyerbu dinding perut atau usus manusia.

