APA ITU KANKER KOLATERAL? – RS. MITRA MEDIKA PREMIERE

RS. Mitra Medika Premiere

Kanker kolorektal dapat mencakup kanker kolon dan/atau kanker rektum. Kanker kolorektal disebabkan oleh pertumbuhan abnormal dalam kolon (bagian terpanjang dari usus besar) atau rektum (bagian akhir dari usus besar sebelum anus).
Kebanyakan kanker kolorektal berawal sebagai polip kolorektal, baik berupa polip usus ataupun polip anus. Polip ini sebenarnya bersifat jinak atau nonkanker, tetapi sebagian polip dapat mengalami mutasi DNA sehingga berkembang secara abnormal dan menjadi kanker. Kemungkinan berkembangnya kanker dari polip kolorektal bergantung pada jenis polip itu sendiri
Rektum adalah penyimpanan feses sebelum dibuang, sedangkan kolon adalah bagian paling panjang dari usus besar. Perubahan yang terjadi pada salah satu atau keduanya bisa jadi gejala kanker kolorektal, dibedakan dalam beberapa jenis:
• Adenokarsinoma, menyerang sel penghasil lendir pada anus dan kolon.
• Tumor karsinoid, menyerang bagian yang memproduksi hormon.
• Tumor stroma gastrointestinal, menyerang jaringan dinding kolon.
• Limfoma, menyerang kelenjar getah bening.
• Sarkoma, menyerang pembuluh darah, jaringan otot serta jaringan ikat.

Penyebab dan faktor resiko kanker kolorektal

tidak normal dan membentuk tumor. Seiring waktu, tumor ini akan berkembang dan merusak jaringan sehat di sekitarnya.
Ada faktor-faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena kanker kolorektal, antara lain:
• Berusia 50 tahun atau lebih
• Memiliki riwayat penyakit kanker atau polip kolorektal
• Memiliki keluarga yang pernah mengalami kanker atau polip kolorektal
• Memiliki keluarga dengan riwayat kanker kolorektal atau kanker payudara di bawah usia 50 tahun
• Menderita radang usus, baik kolitis ulseratif maupun penyakit Crohn
• Menderita diabetes
• Menderita obesitas atau berat badan berlebih
• Menjalani pola hidup tidak sehat, misalnya jarang mengonsumsi serat dan buah-buahan, kurang berolahraga, serta memiliki kebiasaan merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol

Tanda atau Gejala yang perlu diwaspadai

Tanda atau gejala kanker kolorektal di awal kemunculannya (stadium awal) tidak signifikan. Gejala tidak memunculkan gangguan berarti pada penderita dan menyebabkan seringnya penyakit ini tidak terdeteksi. Oleh karena itu, banyak penderita yang merasakan gejala setelah memasuki stadium lanjut. Gejala setiap penderita bisa berbeda, tergantung dimana lokasi kanker karena kanker pada kolon dan rektum akan menunjukkan keluhan masing-masing.
Diare atau sembelit
Bisa salah satu atau keduanya secara bergantian. Gejala kanker kolorektal ini bisa terjadi terus-menerus pada penderita. Akibat jangka pendeknya adalah kekurangan cairan sebab terlalu sering buang air.
Nyeri perut
Perut terasa nyeri dalam intensitas sering serta rasa sakit yang terasa seperti ditusuk dengan jarum. Kondisi ini bisa terjadi kapan saja menandakan aktivitas perkembangan sel yang agresif
Perdarahan anus
Jika Anda menemukan terdapat darah pada feses, bisa jadi berasal dari anus. Kondisi ini merupakan indikasi kuat adanya gangguan kesehatan pada colon dan rectum.
Mudah kenyang
Perut seolah selalu dalam keadaan penuh seperti sehabis makan besar. Pasien akan merasa lebih cepat kenyang padahal baru makan sedikit atau hanya minum saja.
Berat badan turun drastis
Berat badan turun dalam waktu singkat dan tidak wajar. Gejala ini paling sering juga ditemui pada penderita kanker lain yang menandakan penyakit sudah semakin parah.

kanker kolorektal dapat dibagi menjadi beberapa kondisi seperti berikut:

• Stadium 0. Kanker terdapat pada lapisan terdalam dinding kolon.
• Stadium 1. Kanker sudah menembus lapisan kedua (mukosa) dan menyebar ke lapisan ketiga (submukosa), tetapi belum menyebar ke luar dinding kolon.
• Stadium 2. Kanker menyebar ke luar dinding kolon, dan mungkin sudah menyebar ke organ terdekat, tetapi belum menyebar ke kelenjar getah bening.
• Stadium 3. Kanker sudah menyebar ke luar dinding kolon serta ke satu atau lebih kelenjar getah bening.
• Stadium 4. Kanker sudah menembus dinding kolon, dan menyebar ke organ yang relatif jauh dari usus besar, seperti hati atau paru-paru.
Menurut data Globocan per tahun 2020, kanker kolorektal menempati posisi 4 sebagai jenis kasus kanker baru yang paling banyak dijumpai di Indonesia. Kanker ini cenderung lebih berisiko diidap oleh pria dan berada di urutan kedua persis di bawah kanker paru-paru.

Kapan harus berobat ke dokter?

Kanker kolorektal sering kali tidak memunculkan gejala jika masih pada tahap awal. Oleh sebab itu, konsultasikanlah dengan dokter mengenai perlunya skrining kanker kolorektal, terutama jika Anda memiliki risiko untuk terkena kanker kolorektal.
Orang yang berusia di atas 45 tahun disarankan untuk menjalani skrining kanker kolorektal secara berkala. Namun, diskusikan terlebih dulu dengan dokter mengenai jenis skrining yang tepat serta jadwal skriningnya.

Reviewed by Tim Medis RS. Mitra Medika Premiere