RS. Mitra Medika Premiere
Mengatasi keluhan-keluhan yang terjadi selama masa kehamilan merupakan suatu hal yang perlu diketahui oleh para ibu hamil. Diharapkan dengan demikian kehamilan yang sedang dijalani bukan menjadi suatu hal yang menyiksa hari-hari ibu hamil, tapi menjadi sesuatu hal yang menyenangkan.
Morning sickness adalah salah satu gejala kehamilan berupa mual dan muntah yang paling sering dialami oleh wanita hamil. Morning sickness biasanya muncul di pagi hari, meski tak menutup kemungkinan bahwa wanita hamil merasa mual di siang, sore, dan malam hari.
Morning sickness adalah hal yang paling sering dialami oleh para ibu hamil, terutama terjadi pada awal-awal kehamilan atau pada trimeseter pertama. Walaupun mual dan muntah akan hilang dengan sendirinya ketika kehamilan memasuki trimester ke dua, namun mual dan muntah patut diwaspadai. Mual dan muntah dapat menyebabkan kekurangan gizi baik pada ibu hamil maupun janin yang dikandungnya. Trimester pertama merupakan masa kritis di mana janin berada dalam tahap awal pembentukan organ-organ tubuh.
Penyebab mual muntah pada kehamilan
Mengapa bisa terjadi mual-muntah pada ibu hamil? Mual atau nausea, pada bulan-bulan pertama kehamilan disebabkan meningkatnya produksi hormon estrogen yang memancing peningkatan keasaman lambung. Jika frekuensi mual muntah lebih sering di pagi hari, itu karena jarak antara waktu makan malam dengan makan pagi cukup panjang. Akibatnya, perut kosong mengeluarkan asam lambung yang membuat ibu merasa lebih mual.
Ada juga teori yang mengatakan, penyebab mual-muntah tak lain adalah faktor HCG (Human chorionic gonodotropin). Hormon ini dihasilkan plasenta (ari-ari) selama awal kehamilan. Perubahan dalam tubuh ibu yang dipicu hormon ini kemudian menimbulkan rasa mual. Fungsi plasenta sebagai sirkulasi dan pemberi makanan pada janin akan tumbuh maksimal ketika kehamilan menginjak usia 12-16 minggu. Pada saat ini biasanya mual-muntah akan berhenti.
Penanganan mual muntah pada ibu hamil
Jika setiap kali makan bahkan minum selalu disertai muntah, frekuensi berkemih berkurang, dan jumlah urin sedikit, maka dengan indikasi hiperemisis gravidarum seperti itu ibu hamil perlu dirawat. Pada kasus yang lebih parah biasanya suami akan melaporkan kalau istrinya bertambah lemas dan mukanya pucat . Kalau badan sudah lemas terus-menerus artinya ibu sudah mengalami dehidrasi.
Untuk memperoleh kepastian diagnosa, ibu harus melalui pemeriksaan urin di laboratorium. Jika air seninya mengandung zat keton berarti ibu hamil positif harus masuk rumah sakit. Selama perawatan awal, biasanya semua intake makanan dan minuman harus melalui cairan infus. Pasien umumnya akan dipuasakan selama 6- 8 jam agar lambungnya dapat beristirahat. Setelah itu pemberian makan akan dilakukan secara bertahap. Mulai dari makanan cair, makanan semipadat sehingga makanan biasa.
Selama itu, ibu pun akan mendapat obat antimual. Bahkan bila sampai mengalami luka lambung karena intake yang kurang, maka dokter akan mengobatinya dengan obat yang sesuai. Pada umumnya,dalam 24 jam gejala mual akan menghilang.
Tips mengatasi gejala mual dan muntah
Makan dalam porsi kecil dan sering. Lambung yang kosong pastinya akan memperburuk keluhan mual. Makan dengan porsi kecil dapat membantu mempertahankan kadar gula darah. Makan secara perlahan dan kunyah makanan dengan sempurna. Boleh juga menyediakan cemilan untuk dikonsumsi sepanjang hari
Jangan skip sarapan, karena pada saat pagi biasanya perut kosong rasa mual akan memberat. Sebaiknya konsumsu sarapan yang ringan seperti roti, atau biscuit dan juga buah.
Konsumsi makanan yang tinggi protein, untuk mengurangi mual, sebaiknya anda mengkonsumsi makanan tinggi protein dan juga kaya akan vitamin B. hindari makanan yang tinggi lemak, pedas, asam atau gorengan karena akan memicu rasa mual.
Konsumsi air yang cukup, agar tidak dehidrasi selama kehamilan.
Istirahat yang cukup, hindari stress dan kelelahan karena dapat memperburuk keluhan mual dan muntah selama kehamilan. Oleh karena itu sebaiknya ibu hamil harus istirahat yang cukup.
Konsumsi multivitamin untuk kehamilan yang dapat mengurangi rasa mual, dan juga untuk mencukupi kebutuhan asam folat harian, vitamin D dan vitamin B6 dalam tubuh anda.
Hubungi dokter bila muntah terjadi secara terus menerus sehingga makanan atau minuman tidak bisa masuk. Hal ini tentunya akan menyebabkan terjadinya kekurangan cairan tubuh, penurunan berat badan, atau gangguan elektrolit.
Anda yang mengalami gangguan tersebut selama kehamilan bahkan disertai dengan nyeri perut, demam, muntah bercampur darah, urine keruh berwarna gelap atau tidak ada buang air kecil selama 8 jam juga harus segera pergi ke fasilitas kesehatan terdekat. RS. Mitra Medika Premiere memiliki keunggulan dokter spesialis kebidanan dan kandungan yang standby 24 jam di rumah sakit, sehingga ibu yang mengalami gawat darurat selama kehamilan dapat segera diperiksa dan ditangani dengan cepat

