KENALI BAHAYA PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIS (PPOK) – RS. MITRA MEDIKA PREMIERE

RS. Mitra Medika Premiere

Penyakit paru obstruktif kronis (chronic obstructive pulmonary disease) atau lebih sering disebut dengan PPOK adalah salah satu penyakit yang mengganggu sistem pernapasan karena organ paru-paru mengalami peradangan dalam jangka waktu lama.
Menurut World Health Organization (WHO), dua kondisi utama yang termasuk ke dalam jenis PPOK adalah bronkitis kronis dan emfisema. Penderita PPOK dapat mengalami dua kondisi tersebut secara sekaligus ataupun hanya salah satunya saja.
Penyakit Paru Obstruktif (PPOK) sering menyerang orang yang berusia sudah paruh baya yang merokok. Penyakit PPOK akan semakin memburuk dan berisiko menyebabkan penderitanya mengalami penyakit lainnya seperti jantung dan kanker paru-paru jika tidak segera ditangani.

Apakah PPOK berbahaya?

Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) merupakan penyakit berbahaya. PPOK menjadi penyebab kematian yang berbahaya di Amerika Serikat. Bahkan, lebih dari 16,4 juta orang telah didiagnosis menderita PPOK dan banyak dari mereka tidak menyadari adanya penyakit ini dalam tubuhnya. PPOK dapat menyebabkan kecacatan jangka panjang yang serius dan berujung pada kematian dini.

Penyebab PPOK

Penyebab utama PPOK adalah kerusakan serta penyumbatan pada jaringan paru-paru. Terdapat beberapa faktor yang turut meningkatkan risiko seseorang terkena PPOK, yaitu:
• Kebiasaan merokok atau terpapar asap rokok dalam jangka waktu yang lama. Ini menjadi faktor risiko yang paling sering menyebabkan PPOK.
• Terpapar polusi udara seperti debu, asap pembakaran, maupun zat kimia tertentu dalam jangka waktu yang lama.
• Menderita penyakit asma pada masa kanak-kanak.
• Kondisi genetik langka di mana tubuh kekurangan protein alfa-1 antitripsin. Kondisi ini dapat menyebabkan PPOK terjadi pada masa kanak-kanak.

Bagaimana Gejalanya?

Penyakit paru obstruktif kronis berkembang dengan cara perlahan dan tidak sama sekali menunjukkan gejala khusus pada tahap awalnya. Gejala PPOK akan muncul setelah bertahun-tahun, ketika sudah terjadi kerusakan yang signifikan pada paru-paru.
Beberapa gejala yang biasanya dialami oleh penderita PPOK sebagai berikut:
• Batuk yang tidak kunjung sembuh yang disertai dengan dahak.
• Berat badan tiba-tiba menurun.
• Napas tersengal sengal, terutama pada saat melalukan aktivitas fisik.
• Mengalami nyeri di dada.
• Terjadi pembengkakan di tungkai dan kaki
• Mengi dan lemas
Gejala PPOK ini bisa muncul secara tiba-tiba atau mendadak dan akan dapat terus memburuk, sehingga menuju ke tahap yang disebut dengan PPOK eksaserbasi. Gejala tahap lanjut Penyakit Paru Obstruktif Kronis ini bisa meliputi lendir yang berlebihan, perubahan warna atau kekentalan pada lendir, dan rasa sesak terus memberat pada dan sering disebabkan oleh polusi udara. PPOK eksaserbasi sering mengancam jiwa penderita dan memerlukan penanganan dokter secepat mungkin.

Pengobatan PPOK

Obat-obatan
• Bronkodilator, seperti salbutamol, terbutaline, dan salmeterol
• Kortikosteroid, seperti budesonide dan fluticasone
Terapi oksigen
Terapi oksigen dilakukan untuk menangani penderita PPOK yang kondisinya sudah parah dan kesulitan untuk bernapas. Terapi oksigen dilakukan dengan memberikan oksigen melalui alat bantu, seperti kabul oksigen, masker oksigen, ventilator, dan tabung oksigen.
Tindakan operatif
Tindakan operasi biasanya dilakukan untuk menangani penderita PPOK jenis emfisema dengan kondisi parah dan apabila pengobatan lainnya sudah tidak efektif. Operasi dilakukan oleh dokter dengan mengurangi volume paru (LVRS, Lung Volume Reduction Surgery), bullectomy (pengangkatan alveolus yang telah rusak), atau transplantasi paru.

Apakah PPOK bisa sembuh total?

Sejauh ini belum ada obat untuk penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), tetapi penyakit ini dapat dideteksi sejak awal sehingga penderita mampu melakukan upaya-upaya preventif. Ada beberapa tindakan yang dapat dilakukan oleh penderita PPOK untuk meningkatkan kesehatan mereka dan mengurangi gejala yang timbul, yaitu:
Berhenti merokok, penderita PPOK sangat dianjurkan untuk berhenti dari kebiasaan merokok.
Melakukan pola hidup sehat dengan olahraga yang teratur.
Lakukan vaksinasi pneumonia, influenza, dan coronavirus.
Selain itu, obat-obatan dari dokter, terapi oksigen, rehabilitasi paru, dan dukungan sosial sangat diperlukan oleh penderita PPOK. Banyak dari penderita PPOK berhasil bertahan hidup selama bertahun-tahun.
PPOK adalah penyakit yang dapat memburuk seiring dengan berjalannya waktu. Oleh karenanya, perlu dilakukan penanganan medis sesegera mungkin agar tidak memperparah kondisi. Bila Anda merasakan gejala-gejala yang disebutkan di atas, segera kunjungi RS. Mitra Medika Premiere untuk mendapatkan diagnosis serta penanganan tepat dari Dokter Spesialis kami.

Reviewed by Tim Medis RS. Mitra Medika Premiere