BAHAYA ROKOK ELEKTRIK BAGI TUBUH – RS. MITRA MEDIKA PREMIERE

RS. Mitra Medika Premiere

Vape adalah rokok elektrik yang dapat menghasilkan asap seperti rokok pada umumnya. Bahaya vape bagi kesehatan sering kali disepelekan karena vape dianggap lebih aman daripada rokok. Padahal, meskipun tidak mengandung tembakau, vape tetap memiliki beragam zat kimia yang dapat membahayakan tubuh.
Rokok elektrik adalah alat yang berfungsi mengubah zat-zat kimia menjadi bentuk uap dan mengalirkannya ke paru dengan menggunakan tenaga listrik. WHO menyebutnya sebagai Electronic Nicotine Delivery System (ENDS). Rokok elektronik diciptakan dengan rancangan memberikan nikotin tanpa pembakaran tembakau dengan tetap memberikan sensasi merokok pada penggunanya sehingga rokok elektronik menjadi pengganti rokok yang popular
Pada awal keberadaan rokok elektronik, produk tersebut dikatakan aman bagi kesehatan karena larutan nikotin yang terdapat pada rokok elektronik hanya terdiri dari campuran air, propilen glikol, zat penambah rasa, aroma tembakau, dan senyawa-senyawa lain yang tidak mengandung tar, tembakau atau zat-zat toksik lain yang umum terdapat pada rokok tembakau.
Namun karena maraknya penggunaan vape ini dilakukanlah banyak penelitian, Penelitian tersebut menyatakan bahwa rokok elektronik mengandung Tobacco Spesific Nitrosamin (TSNA) yang bersifat toksik dan Diethylene Glycol (DEG) yang dikenal sebagai karsinogen. Hal tersebut membuat FDA mengeluarkan peringatan kepada masyarakat tentang bahaya zat toksik dan karsinogen yang terkandung dalam rokok elektronik dan membuat WHO juga tidak merekomendasikan penggunaannya sebagai Nicotine Replacement Therapy (NRT) serta melarang penggunaan rokok elektronik.

Komponen Rokok Elektrik

Rokok elektrik adalah rokok yang beroperasi menggunakan tenaga baterai, namun tidak menggunakan teknik membakar seperti produk rokok biasa. Rokok ini memanaskan larutan nikotin, perasa, propylen glycol dan glycerin menggunakan perangkat elektronik baterai dan uap yang dihasilkan masuk kedalam paru pemakainya. Rokok elektronik dirancang untuk menghasilkan uap nikotin tanpa pembakaran tembakau dengan tetap memberikan sensasi merokok.

Zat kimia berbahaya yang terkandung dalam vape

Penggunaan vape atau rokok elektrik memerlukan cairan yang dipanaskan. Cairan tersebut menawarkan rasa bervariasi yang merupakan daya tarik dari vape. Akan tetapi, cairan tersebut juga mengandung beberapa zat kimia yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan tubuh, yaitu:
Nikotin
Sama halnya dengan rokok, vape juga mengandung zat nikotin yang dapat menyebabkan penggunanya kecanduan. Apabila kebiasaan ini dihentikan, maka penggunanya bisa mengalami rasa gelisah, uring-uringan, hingga depresi. Di samping itu, konsumsi nikotin dalam waktu yang lama juga dapat memicu kerusakan paru-paru secara permanen serta meningkatkan risiko kanker paru-paru.
Propylen Glycol
Sebenarnya, propilen glikol bukan termasuk zat berbahaya. Bahkan, zat ini sering ditemukan dalam beberapa jenis makanan, seperti popcorn, salad, es krim, dan sebagainya. Namun, uap yang dihasilkan oleh zat tersebut dapat menyebabkan iritasi pada mata dan saluran pernapasan, sehingga kurang baik jika dikonsumsi oleh penderita asma.
Perisa/ perasa buatan
Vape memiliki daya tarik tersendiri dibandingkan rokok, yaitu rasa manis saat menghisapnya. Selain itu, uap yang dihembuskan oleh vape berbau harum, berbeda dengan asap rokok yang cenderung berbau tidak sedap. Namun, di balik daya tarik tersebut, terkandung lebih 75% zat perisa diasetil yang berpotensi menyebabkan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

Bahaya Rokok Elektrik bagi Kesehatan

Resiko terhadap paru-paru
Penggunaan vape telah terkait dengan kasus penyakit paru-paru yang serius, seperti lipoid pneumonia, yang dapat menyebabkan kesulitan bernapas dan bahkan kematian. Dalam beberapa kasus, penggunaan vape juga telah dikaitkan dengan sindrom penumpukan cairan di paru-paru (vaping-associated lung injury/VAPI).
Menyebabkan masalah pada jantung dalam jangka Panjang
Zat kimia dalam vape dapat menyebabkan peningkatan detak jantung dan tekanan darah, meningkatkan risiko serangan jantung dan penyakit jantung lainnya. Nikotin dalam vape juga dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah, mengganggu aliran darah ke jaringan tubuh.
Ketergantungan nikotin
Sebagian besar vape mengandung nikotin, yang dapat menyebabkan ketergantungan fisik dan psikologis. Ketergantungan ini membuat pengguna sulit berhenti dan meningkatkan risiko mereka untuk melanjutkan penggunaan vape atau beralih ke rokok konvensional.
Efek terhadap masyarakat dan lingkungan secara keseluruhan
Penggunaan vape juga dapat berdampak pada masyarakat secara luas, termasuk membentuk persepsi bahwa penggunaan produk ini aman, mengabaikan peraturan larangan merokok di tempat umum, dan membantu menciptakan tren yang mendorong generasi mendatang untuk menggunakan produk yang berisiko.

Apa benar Rokok Elektrik lebih aman dibandingkan Rokok biasa?

Beragam alasan seseorang beralih ke rokok vape dari tembakau. Mulai dari rokok vape yang memiliki varian rasa, ada yang bilang lebih hemat, dan sekadar mengikuti tren. Di samping itu, bahkan ada yang beralasan bahwa rokok vape terbilang lebih “aman” ketimbang rokok tembakau, masa sih?
Ahli di American Heart Association (AHA) dengan tegas mengatakan, peningkatan vape di kalangan anak-anak dan remaja selama beberapa tahun terakhir menjadi ancaman kesehatan yang sangat serius. Tak cuma itu, AHA juga mengatakan vape bisa membahayakan otak remaja, anak-anak, ataupun janin yang sedang berada di dalam kandungan.
Nah, sudah tahu kan bahayanya vape bagus bagi paru- paru? Ringkasnya, rokok elektrik dan tembakau sama-sama berbahaya bagi kesehatan tubuh. Untuk orangtua, pastikan juga mengimbau anak agar tidak merokok tembakau maupun vape. Caranya dengan menjaga kesehatan tubuhnya agar tidak berdampak buruk ketika tua. Jadi, yakin masih mau mengisap rokok atau vape?

Reviewed by Tim Medis RS. Mitra Medika Premiere