TIPS MENGATASI MABUK SAAT MUDIK – RS. MITRA MEDIKA PREMIERE

RS. Mitra Medika Premiere

Setelah berpuasa satu bulan penuh di bulan Ramadhan, umat muslim di seluruh dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri sebagai momen kemenangan. Perayaan ini merupakan suatu peristiwa besar, dimana umat muslim dapat bersilaturrahmi dengan keluarga dan kerabat. Lebaran menjadi kesempatan bagi seluruh umat muslim di Indonesia untuk mempererat tali persaudaraan.
Banyak individu yang menggunakan momen lebaran sebagai kesempatan untuk kembali ke kampung halaman. Saat melakukan perjalanan mudik, jarak yang jauh, dan padatnya lalu lintas seringkali menjadi pengalaman yang tak terhindarkan dan bahkan dapat menimbulkan mabuk perjalanan. Kondisi mabuk perjalanan ini dapat dialami oleh siapapun karena otak tidak mampu mengintegrasikan sinyal dari beberapa bagian tubuh.
Mabuk perjalanan adalah kondisi ketika tubuh terasa tidak nyaman seperti pusing dan mual saat bepergian dengan kendaraan tertentu. Kondisi ini bisa terjadi saat seseorang menempuh perjalanan darat, udara, maupun laut. Lantas, bagaimana cara mengatasi mabuk perjalanan?

Penyebab Mabuk Perjalanan

Mabuk saat melakukan perjalanan dipicu oleh terganggunya sistem pengaturan posisi dan keseimbangan tubuh di dalam otak dan telinga bagian dalam. Pasalnya, telinga dalam dan otak (tepatnya otak kecil) merupakan pusat pengatur keseimbangan dan posisi tubuh.
Ketika tubuh sedang bergerak, seperti berbaring, duduk, berjalan, berputar, dan berdiri, sistem saraf akan terus bekerja untuk mengirimkan sinyal ke otak dan telinga bagian dalam.
Orang yang sering mabuk perjalanan cenderung lebih sensitif dan kesulitan mengontrol seluruh sinyal saraf yang diterima oleh otak dan telinga dalam, sehingga akan timbul rasa mual, pusing, dan tidak enak badan selama perjalanan. Hal inilah yang akhirnya menyebabkan seseorang mengalami mabuk perjalanan.
Di samping itu, beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami mabuk selama di perjalanan adalah:
Membaca buku atau bermain HP di kendaraan.
Memiliki riwayat mabuk perjalanan.
Gangguan pada telinga bagian dalam.
Menderita migrain atau vertigo.
Mengalami perubahan hormonal yang dikarenakan kehamilan, menstruasi, atau penggunaan pil KB.
Cara Mengatasi mabuk Perjalanan
Makan sebelum perjalanan  Kondisi perut yang kosong bisa menjadi salah satu pemicu mabuk perjalanan. Makan sebelum perjalanan bertujuan untuk mencegah naiknya asam lambung yang menyebabkan mual dan muntah. Karena itu, usahakan untuk makan secukupnya terlebih dahulu 1–2 jam sebelum keberangkatan agar tidak mabuk saat perjalanan jauh.
Hindari bau yang menyengat  Apabila sering mengalami mabuk selama di perjalanan, usahakan hindari membawa barang-barang dengan bau menyengat di mobil, seperti durian atau barang lain yang berbau. Selain itu, siapkan pewangi mobil dengan aroma yang segar untuk menambah rasa nyaman selama di dalam kendaraan.
Perbanyak istirahat saat perjalanan  Jika sedang melakukan perjalanan jauh yang memakan waktu berjam-jam atau berhari-hari, pastikan Anda beristirahat secara berkala. Hal ini dilakukan untuk mengurangi mual dan muntah selama berada di kendaraan. Dengan beristirahat, Anda dapat mengumpulkan energi sehingga tubuh terasa lebih bugar sekaligus melihat suasana baru, mengubah posisi, dan menghirup udara segar di sela-sela perjalanan.
Mengalihkan perhatian  Mengalihkan perhatian bisa menjadi salah satu cara mengatasi mabuk perjalanan. Coba alihkan perhatian dengan melakukan interaksi dengan penumpang lainnya. Dengan cara ini, maka rasa mual akibat mabuk perjalanan juga bisa dialihkan. Namun, hindari menatap layar ponsel terlalu lama sebagai pengalihan, hal ini justru dapat memicu mual.
Hindari multitasking  Saat sedang dalam perjalanan, sebaiknya fokus pada perjalanan atau beristirahat apabila memungkinkan. Dianjurkan untuk menghindari aktivitas lain seperti bermain gadget atau membaca buku, karena dapat mengganggu sinyal yang diterima oleh otak dan meningkatkan risiko mabuk perjalanan.
Mengkonsumsi obat anti mual atau mabuk perjalanan  Anda juga bisa mengonsumsi obat-obatan anti mabuk sebelum melakukan perjalanan. Namun, perlu diperhatikan bahwa obat anti mabuk cenderung menyebabkan rasa kantuk, sehingga tidak disarankan bagi Anda yang mengendarai kendaraan sendiri. Selain itu, usahakan Anda sudah berkonsultasi dengan dokter mengenai dosis dan cara pemakaiannya secara tepat.
Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan resiko mabuk perjalanan, seperti kurang istirahat, melakukan beberapa aktivitas sekaligus (seperti bermain gadget dan membaca buku), fluktuasi hormone, serta kondisi tertentu seperti menstruasi atau kehamilan. Untuk mengatasi mabuk perjalanan dapat mengkonsumsi obat anti mabuk sebelum atau setelah gejela muncul. Sebaiknya obat antimabuk dikonsumsi 1-2 jam sebelum perjalanan.
Itulah sejumlah cara mengatasi mabuk perjalanan yang bisa Anda terapkan saat perjalanan jauh, misalnya ketika mudik. Namun, apabila mengalami keluhan lebih lanjut, segera kunjungi RS. Mitra Medika Premiere untuk mendapatkan penanganan medis secara tepat.

Reviewed by Tim Medis RS. Mitra Medika Premiere