TERKENA PENYAKIT ENDOMETRIOSIS, BAHAYAKAH? – RS. MITRA MEDIKA PREMIERE

RS. Mitra Medika Premiere

Endometriosis merupakan suatu kondisi kronis, seringkali menyebabkan rasa sakit, di mana jaringan yang biasanya melapisi bagian dalam rahim (endometrium) tumbuh di luar rahim.
Endometriosis umumnya melibatkan indung telur (ovarium), saluran tuba dan jaringan yang melapisi panggul.
Selain itu, endometriosis kadang bisa muncul pada permukaan serosal dari usus kecil dan usus besar, ureter, kandung kemih, vagina, leher rahim, bekas luka operasi, dan yang lebih jarang pada paru-paru, pleura, dan perikardium.
Endometriosis timbul pada 6-10% wanita, 25-50% pada wanita yang tidak subur, dan 75-80% pada wanita dengan nyeri panggul kronis.

Apa itu Endometriosis (kista coklat)?

Sebenarnya, apa itu endometriosis (Kista Coklat)? Endometriosis adalah gangguan kesehatan yang terjadi karena adanya pertumbuhan jaringan tidak normal dari endometrium pada bagian luar dinding rahim. Pertumbuhan jaringan endometrium yang tidak normal ini dapat terjadi pada ovarium, vagina, saluran kemih, hingga usus.
Endometriosis juga dapat mengalami penebalan dan peluruhan seperti siklus menstruasi. Akan tetapi, endometriosis berisiko tinggi membuat darah yang luruh terjebak dan mengendap di dalam tubuh karena terletak pada bagian luar rahim.
Jika terus dibiarkan, maka endometriosis berisiko menyebabkan komplikasi tertentu, seperti radang panggul, kanker ovarium, dan Infertilitas (Kemandulan) yang dapat mempengaruhi kehidupan.

Gejala Endometriosis

• Gejala utama dari endometriosis adalah munculnya rasa nyeri hebat pada area pinggul dan bagian bawah perut. Selain itu, gejala umum dari endometriosis adalah sebagai berikut:
• Nyeri haid yang hebat hingga mengganggu aktivitas.
• Nyeri saat berhubungan seksual.
• BAB berdarah.
• Muncul darah pada urine.
• Volume darah yang keluar saat menstruasi melebihi batas normal.
• Perdarahan di luar dari siklus menstruasi.
• Gangguan diare.
• Sembelit atau konstipasi.
• Perut terasa begah dan kembung.

Kenapa Endometriosis membuat wanita sulit hamil?

Ada beberapa hal yang menyebabkan hal ini antara lain:
Endometriosis menurunkan kualitas sel telur.
Salah satu teori endometriosis adalah penumpukan radikal bebas dan zalir peritoneal yang toksik terhadap embrio dan sel telur. Radikal bebas yang dipicu oleh paparan terhadap polutan lingkungan ini sangat berpengaruh terhadap kualitas sel telur sehingga berdampak pada sulitnya pembuahan atau kualitas kehamilan yang tidak baik (Blighted Ovum atau kehamilan yang tidak berkembang).
Endometriosis menimbulkan perubahan anatomi normal organ reproduksi.
Dasar dari penyakit endometriosis adalah inflamasi atau peradangan. Dari proses inflamasi ini akan dihasilkan mediator-mediator inflamasi yang akan menimbulkan perlengketan organ reproduksi. Bisa berupa tersumbatnya saluran telur, lengketnya indung telur dengan dinding belakang rahim serta usus-usus sehingga menyebabkan terhalangnya sel telur bertemu dengan sperma untuk pembuahan di dalam saluran telur.
Endometriosis menurunkan cadangan sel telur (Ovarian Reserve).
Bukan hanya kualitas, tapi kuantitas sel telur juga menurun dengan endometriosis apalagi dengan munculnya kista endometriosis di indung telur karena dengan makin membesarnya kista maka sel telur sehat akan makin terdesak. Indikasi operasi adalah jika besar kista sudah di atas 4 cm. Tindakan operasi pengangkatan kista dapat dilakukan dengan prinsip minimal invasive atau laparoskopi yaitu dengan membuat lubang kecil (0,5-1 cm) di perut, rawat hanya 1 hari dan dapat kembali ke aktivitas normal keesokan harinya. Pengangkatan kista ini jangan menunggu sampai kista besar sekali karena jika kista sudah terlanjur besar sekali maka hanya sedikit jaringan indung telur sehat yang dapat ditinggalkan yang berarti hanya sedikit sel telur sehat yang tersisa untuk dapat dibuahi sperma sehingga akan mempersulit terjadinya kehamilan. Kista endometriosis tanpa terapi tidak akan hilang sendiri tetapi akan membesar dengan makin progresifnya penyakit.
Endometriosis adalah penyakit sepanjang usia reproduksi.
Penyakit ini akan terus berkembang selama pasien masih haid dan masih dalam usia reproduksi, belum menopause. Penyakit ini akan berhenti sementara jika pasien berhenti haid (hamil atau menopause). Terlepas dari terapi yang dilakukan baik operasi maupun obat-obatan, endometriosis akan selalu kambuh karena itu kehamilan harus diupayakan, tidak menunggu, berlomba dengan kambuhnya penyakit. Harus disadari angka kekambuhan yang tinggi pada semua penyakit endometriosis berhubungan dengan sifat infiltrasi dan menyebarnya sehingga terapi apapun tidak ada yang bisa mengeradikasi bersih sel-sel endometriosis ini, apalagi jika paparan polutan lingkungan (bahan kimiawi, cemaran plastik, asap rokok dan kendaraan, zat pengawet dan pewarna, junk food dan daging olahan termasuk daging yang disuntik hormon) tidak dihindarkan

Komplikasi Endometriosis

• Infertilitas
• Menstruasi berat dan nyeri
• Nyeri panggul kronis
• Disfungsi usus atau kandung kemih (konstipasi dan diare)
• Risiko kecil kanker ovarium

Pengobatan Endometriosis

• Pengobatan untuk endometriosis biasanya melibatkan pengobatan atau pembedahan. Penanganan yang dipilih akan bergantung pada tingkat keparahan dan gejala yang timbul, serta pilihan pasien apakah masih ingin untuk hamil atau tidak.
• Pengobatan untuk endometriosis mulai dari pemberian obat anti nyeri, terapi hormonal sampai dengan tindakan invasive seperti bedah konservatif dan histerektomi.

Mencegah endometriosis

Anda dapat mencegah endometriosis dengan melakukan pemeriksaan kesehatan organ reproduksi di rumah sakit secara berkala. Langkah ini penting untuk Anda lakukan terutama apabila sering mengalami keluhan nyeri haid setiap bulan.
Anda juga dapat menerapkan gaya hidup sehat agar terhindar dari risiko penyakit endometriosis, seperti:
• Mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang.
• Menjaga berat badan agar tetap ideal.
• Membatasi konsumsi alkohol dan kafein.
• Berhenti merokok.
• Rutin berolahraga.

Reviewed by Tim Medis RS. Mitra Medika Premiere