RS. Mitra Medika Premiere
Keracunan alkohol atau intoksikasi alkohol adalah keadaan ketika seseorang mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan sehingga berdampak pada kondisi fisik serta psikisnya. Kondisi ini perlu diwaspadai karena bisa memicu terjadinya kerusakan organ tubuh hingga mengancam nyawa.
Alkohol adalah istilah umum untuk etanol , yang merupakan jenis alkohol tertentu yang dihasilkan melalui fermentasi bahan makanan. Jenis alkohol lain yang umum tersedia seperti metanol (umum terdapat pada pembersih kaca), isopropil alkohol (alkohol gosok), dan etilen glikol (larutan antibeku mobil) sangat beracun jika tertelan, bahkan dalam jumlah kecil.
Etanol menghasilkan keracunan karena efek depresinya pada berbagai area otak yang menyebabkan gangguan fisik dan mental berikut ini secara progresif seiring dengan meningkatnya kadar alkohol seseorang (orang tersebut menjadi semakin mabuk).
Keracunan alkohol juga bisa terjadi saat orang dewasa atau anak-anak secara tidak sengaja atau sengaja meminum produk rumah tangga yang mengandung alkohol. Seseorang dengan keracunan alkohol membutuhkan perhatian medis segera. Jika kamu mencurigai seseorang keracunan alkohol, segera hubungi bantuan medis darurat.
Penyebab intoksikasi alkohol adalah
Penyebab utama intoksikasi alkohol adalah konsumsi minuman beralkohol melebihi batas normal. Keracunan etanol akut terjadi ketika jumlahnya alkohol yang dikonsumsi lebih besar dari kapasitas pembuangan liver, sehingga dapat menyebabkan peningkatan konsentrasi alkohol dan metabolitnya di dalam darah.
Selain itu, terdapat sejumlah faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami keracunan alkohol, seperti faktor genetik, konsumsi minuman
Faktor genetik. Faktor ini dapat memengaruhi tingkat kekebalan seseorang terhadap konsumsi alkohol.
• Jenis alkohol. Beberapa jenis alkohol tertentu dapat memberikan efek berbeda pada setiap individu. Selain dalam minuman beralkohol, etanol yang bisa menyebabkan keracunan juga dapat ditemukan pada produk lain, seperti produk antibeku, disinfektan, antiseptik, dan lain sebagainya.
• Mengonsumsi alkohol dalam waktu singkat.
• Tidak mengonsumsi makanan atau minuman lain sebelum minum alkohol. Pasalnya, konsumsi minuman atau makanan tertentu dapat memperlambat proses penyerapan alkohol di dalam tubuh.
• Riwayat kesehatan. Apabila mengidap penyakit tertentu, kemungkinan seseorang akan lebih tinggi mengalami keracunan alkohol.
• Mengonsumsi obat-obatan tertentu. Beberapa obat-obatan dapat mengurangi atau meningkatkan kemampuan tubuh dalam menghilangkan efek alkohol.
• Tingkat toleransi tubuh terhadap alkohol. Orang yang sering mengonsumsi alkohol dalam waktu yang lama atau sering lebih bisa menoleransi alkohol dibandingkan yang tidak pernah atau hanya sesekali.
• Berat badan. Seseorang yang memiliki berat badan lebih berat cenderung menyerap alkohol lebih lambat dibandingkan dengan orang yang memiliki berat badan ringan.
Gejala intoksikasi alkohol
Tanda dan gejela keracunan alkohol meliputi :
– Kebingungan dan disorientasi
– Mual dan muntah
– Kejang
– Pernafasan menjadi lambat dan tidak teratur
– Kulit bisa membiru dan juga pucat
– Suhu tubuh menjadi rendah/ hipotermia
– Penurunan kesadaran
Pengobatan intoksikasi alkohol
Mitos yang sering di lakukan padahal justru membahayakan
1. Tidur saat terlalu mabuk – hal ini akan berbahaya karena seseorang dapat kehilangan kesadaran saat tidur
2. Konsumsi kopi hitam atau kafein – Hal ini tidak menangkal efek keracunan alkohol
Pengobatan intoksikasi alkohol
Pengobatan keracunan alkohol dapat dilakukan sesuai dengan tingkat keparahan gejalanya. Intoksikasi alkohol dianggap sebagai keadaan darurat medis. Jika Anda atau orang terdekat Anda mengalami keracunan alkohol, segera dapatkan bantuan medis darurat.
Terdapat sejumlah tindakan medis yang bisa dilakukan dokter untuk menangani intoksikasi alkohol, di antaranya adalah detoksifikasi, penggunaan obat-obatan tertentu, pemberian cairan intravena, bilas lambung, serta pemantauan dan penanganan komplikasi.
Beberapa cara pendekatan umum pengobatan intoksikasi alkohol meliputi:
Detoksifikasi: Program detoksifikasi (proses pembuangan racun di dalam tubuh) melalui tindakan medis. Perawatan ini dilakukan selama 2–7 hari di pusat perawatan rawat inap atau rumah sakit.
Penggunaan obat-obatan tertentu: Dapat berupa terapi glukosa apabila kadar gula darah pasien meningkat atau pemberian obat penenang jika pasien bertindak kasar atau gelisah.
Pemberian cairan melalui intravena: Untuk mengembalikan keseimbangan elektrolit di dalam tubuh dan mencegah dehidrasi berat.
Kumbah atau bilas lambung (gastric lavage): Dilakukan untuk menghilangkan alkohol dari saluran pencernaan. Namun, tindakan ini hanya dilakukan pada kondisi tertentu.
Pemantauan dan penanganan komplikasi: Jika pasien berpotensi mengalami komplikasi, dokter dapat melakukan pemantauan secara berkala dan memberikan perawatan medis sesuai dengan kebutuhan.
Komplikasi intoksikasi alkohol
Keracunan alkohol adalah kondisi yang berbahaya dan perlu segera ditangani dengan tepat. Pasalnya, apabila tidak mendapatkan penanganan yang tepat, kondisi ini bisa memicu terjadinya berbagai komplikasi yang lebih serius, di antaranya sebagai berikut:
• Dehidrasi berat.
• Gagal napas.
• Kejang.
• Suhu tubuh terlalu rendah. Kondisi ini bisa menyebabkan jantung berhenti berdetak, kerusakan otak, hingga kematian.
Jika kamu mencurigai kalau dirimu atau orang lain di sekitarmu mengalami keracunan alkohol, segeralah cari perawatan medis. Sebab, perawatan yang dilakukan sedari dini dapat membantu mengurangi risiko komplikasinya.
Selain itu, bagi kamu yang gemar mengonsumsi alkohol, penting untuk mulai membatasi dan menghentikan konsumsinya. Pastikan juga untuk senantiasa memeriksakan kondisi kesehatanmu, karena konsumsi alkohol berkepanjangan dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan serius.

