POLA HIDUP TIDAK SEHAT, WASPADA SINDROM METABOLIK – RS. MITRA MEDIKA PREMIERE

RS. Mitra Medika Premiere

Apa yang dimaksud dengan Sindrom metabolik? Metabolic syndrome atau sindrom metabolik adalah sekumpulan kondisi yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes pada seseorang. Contohnya kadar gula darah dan tekanan darah tinggi, kenaikan kadar kolesterol, serta lemak berlebihan di sekitar pinggang. Suatu penyakit dikatakan sindrom metabolik bila terdapat setidaknya tiga dari kondisi di atas.
Apabila hanya mengalami salah satu dari kondisi tersebut, maka belum bisa dikatakan bahwa Anda terkena sindrom metabolik. Namun tetap saja, salah satu dari kondisi itu dapat meningkatkan risiko penyakit serius. Sindrom metabolik sering dialami oleh orang-orang berusia lanjut. Meski begitu, baik anak-anak ataupun orang berusia muda tetap perlu mewaspadai sindrom metabolik.

Penyebab sindrom metabolik

Hingga kini belum diketahui secara pasti penyebab sindrom metabolik. Tetapi, diketahui bahwa sindrom ini erat kaitannya dengan kondisi resistensi insulin. Insulin adalah hormon yang diproduksi oleh organ pankreas dan fungsinya membantu tubuh memetabolisme gula dari makanan.
Resistensi insulin membuat sel-sel dalam tubuh tidak merespon secara normal terhadap insulin, sehingga glukosa tidak dapat termetabolisme dengan baik dan menyebabkan kadar gula dalam darah meningkat. Hal ini dapat memicu penyakit diabetes.
Selain resistensi insulin, sindrom metabolik juga berkaitan dengan kondisi seperti kelebihan berat badan (obesitas) serta kurangnya aktivitas fisik. Adapun beberapa gaya hidup kurang sehat yang berpotensi memicu sindrom metabolik adalah sebagai berikut:
• Jarang berolahraga
• Stres berkepanjangan
• Merokok atau sering terpapar asap rokok
• Terlalu banyak mengonsumsi makanan rendah serat serta tinggi karbohidrat dan lemak

Kriteria sindom metabolik

Menurut The National Cholesterol Education Program Third Adult Treatment Panel (NCEP-AT-PIII), seseorang disebut mengalami sindrom metabolik jika sedikitnya memiliki tiga dari lima kriteria berikut:
Lingkar pinggang > 88 cm untuk wanita dan untuk pria > 102 cm*
Peningkatan kadar trigliserida ≥ 150mg/dL
Penurunan kadar kolesterol HDL < 40 mg/dL pada pria atau pada wanita < 50 mg/dL
Peningkatan tekanan darah sistolik ≥ 130 mmHg, tekanan darah diastolik ≥ 85 mmHg, atau sedang memakai obat anti hipertensi
Peningkatan glukosa darah puasa ≥ 110mg/dL atau sedang memakai obat anti diabetes
*di Indonesia digunakan batasan lingkar pinggang ≥ 80 cm untuk wanita dan untuk pria ≥ 90 cm

Gejala sindrom metabolik

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya bahwa sindrom metabolik adalah sekumpulan kondisi yang berbeda-beda tetapi dalam kurun waktu bersamaan. Oleh sebab itu, gejala sindrom simbolik bergantung pada kondisi yang dialami.
Dalam artian, jika Anda mengalami salah satu kondisi seperti gula darah tinggi, maka Anda akan merasakan beberapa gejala layaknya penderita diabetes. Di antaranya yaitu sering buang air kecil, mudah merasa lapar, serta sering merasa lemas.
Perlu Anda ketahui bahwa umumnya gejala kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, atau gula darah tinggi muncul secara perlahan, sehingga sulit untuk dideteksi dengan dini. Oleh karenanya, Anda disarankan untuk rutin melakukan pemeriksaan tes darah atau pengecekan tekanan darah.

Upaya pencegahan sindrom metabolik

Dengan mengetahui penyebab atau faktor resiko dari sindrom metabolik, upaya yang dapat dilkaukan adalah mengurangi dan meminimalisir faktor resiko tersebut melalui:
• Mengatur pola makan yang sehat dengan memperbanyak konsumsi sayur dan buah, konsumsi karbohidrat sesuai kebutuhan 40-60% total kebutuhan asupan kalori ideal, serta membatasi konsumsi sukrosa, yaitu 5% dari total asupan kalori
• Hindari makan larut malam dan atur waktu makan dengan baik mulai dari sarapan hingga makan malam di bawah jam 7 malam
• Bila perlu konsultasikan dengan ahli gizi klinik untuk pemeriksaan kondisi kesehatan tubuh dan asupan makanan yag sesuai
• Hindari konsumsi alkohol, karena alkohol dapat meningkatkan kejadian Sindroma Metabolik dan komplikasi Sindroma Metabolik
• Hindari Rokok. Merokok mempercepat terjadinya Sindroma Metabolik
• Lakukan aktivitsa fisik. Lakukan olahraga kardiovaskuler minimal 3x dalam seminggu selama minimal 30 menit. Target denyut jantung: [220-umur]x64-74%
• Hindari stress dan kendalikan kondisi kesehatan mental tubuh. sesuaikan pekerjaan dengan kemampuan, istirahat yang cukup, mendekatkan diri kepada Sang Pencipta
• Lebih disipilin dalam mengatur gaya hidup dan kesehatan

Kegemukan saat ini memang sudah menjadi masalah global karena merupakan komponen risiko yang penting untuk terkena sindom metabolik. Sindrom metabolik faktanya lebih sering ditemukan pada orang dengan kelebihan berat badan serta mereka yang kurang aktivitas fisiknya.
Penelitian membuktikan konsumsi rutin fast food, daging, dan makanan yang digoreng me¬ningkatkan risiko sindrom metabolik. Sebaliknya konsumsi ikan, sereal, dan dairy food seperti yogurt mampu menurunkan risiko tersebut. Olahraga atau aktivitas yang kurang juga berkaitan erat dengan kegemukan serta dapat meningkatkan risiko terkena diabetes dan jantung, sehingga WHO menetapkan aktivitas fisik sebagai salah satu komponen strategi menurunkan risiko terkena penyakit-penyakit tadi. Sindrom metabolik juga berkecenderungan meningkat pada usia tua. Hal ini dihubungkan dengan menurunnya fungsi fisiologi secara umum.
Pencegahan serta penanganan sindrom metabolik yang terbaik adalah dengan mengatur pola hidup yang sehat, menjaga asupan nutrisi yang baik, berusaha mencapai berat badan ideal, olahraga teratur serta pengobatan untuk penyakit yang menyertai seperti hipertensi, kolesterol, diabetes, dan lain-lain. Orang yang gemuk, kurang olahraga, hipertensi, usia tua disarankan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, termasuk cek laboratorium seperti kadar gula darah dan kolesterol. Jika ditemukan kelainan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk tata laksana selanjutnya.

Reviewed by Tim Medis RS. Mitra Medika Premiere