RS. Mitra Medika Premiere
Hipertensi atau dikenal juga dengan istilah tekanan darah tinggi, adalah kondisi medis yang umum dijumpai di masyarakat, tetapi sering kali tidak disadari oleh pengidapnya. Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi ini berisiko menimbulkan masalah terhadap kesehatan. Artikel ini akan membahas lebih dalam mengenai hipertensi, mulai dari cara mendiagnosis, faktor risiko, serta cara mencegah, dan mengelola kondisi hipertensi.
Kenapa hipertensi disebut the silent killer?
Hipertensi atau tekanan darah tinggi sendiri merupakan suatu kondisi serius yang bila tidak dikendalikan dapat menyebabkan berbagai macam masalah kesehatan yang serius. Tekanan darah normal adalah kurang atau sama dengan 120/80 mmHg. Secara medis, sesorang dinyatakan menderita hipertensi bila dalam dua atau lebih pengukuran tekanan darah didapatkan hasil tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg. Sedangkan bila didapatkan angka di antara keduanya disebut pre- hipertensi yang memiliki resiko tinggi untuk menderita hipertensi di masa mendatang apabila tidak dilakukan pencegahan sejak dini. Hipertensi disebut silent killer karena peningkatan tekanan darah seringkali tidak menunjukkan gejala sehingga seseorang dapat menderita hipertensi selama bertahun- tahun tanpa disadarinya. WHO menyatakan bahwa meskipun pengobatan hipertensi telah terbukti mencegah penyakit jantung dan pembuluh darah sehingga memperpanjang dan meningkatkan kualitas hidup, namun hipertensi tetap tidak terkelola dengan baik di negara maju maupun negara berkembang. Sekitar 30% orang dewasa tidak menyadari mereka menderita hipertensi dan lebih dari 40% individu dengan hipertensi tidak menerima pengobatan. Selain itu, dua dari tiga penderita hipertensi, tekanan darahnya tidak dapat dikendalikan hingga normal.
Berdasarkan panduan American College of Cardiology/American Heart Association tahun 2017, hipertensi dapat didiagnosis apabila tekanan darah menetap tinggi lebih dari satu kali pengukuran, yaitu jika menetap lebih dari sama dengan 130/80 mmHg. Adapun, pengukuran tekanan darah harus mengikuti kaidah berikut:
• Tidak sambil berbicara
• Kandung kemih kosong
• Menggunakan ukuran manset yang tepat
• Telapak tangan tidak mengepal
• Lengan sejajar dengan jantung. Pengukuran tekanan darah dapat dilakukan baik dalam posisi duduk, maupun berbaring, selama lengan yang diukur berada dalam posisi sejajar dengan jantung
• Tungkai/kaki tidak menyilang
• Tubuh dan kaki dalam topangan yang cukup
Faktor resiko hipertensi
Beberapa faktor risiko yang berhubungan dengan hipertensi meliputi:
• Usia, risiko hipertensi meningkat seiring bertambahnya usia
• Faktor genetik, adanya anggota keluarga dengan riwayat hipertensi dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit yang sama
• Gaya hidup, konsumsi garam berlebihan, kurangnya aktivitas fisik, obesitas, merokok, dan konsumsi alkohol berlebihan merupakan faktor-faktor gaya hidup yang berkontribusi pada timbulnya penyakit ini
• Diet tidak sehat, kebiasaan diet dengan kandungan tinggi lemak jenuh, kolesterol, dan gula dapat berperan dalam perkembangan hipertensi
• Stres, kondisi tekanan psikologis kronis dapat turut memengaruhi tekanan dara
• Adanya kondisi medis lain, gangguan hormon, gangguan tidur seperti sleep apnea, penyakit pankreas, dan lain sebagainya juga dapat meningkatkan risiko hipertensi
Beberapa Langkah yang bisa dilakukan agar tidak terkena hipertensi maka sebaiknya selalu mengkonsumsi makanan sehat, batasi asupan garam, mengurangi konsumsi kafein yang berlebihan, berhenti merokok, berolahraga secara teratur, menjaga berat badan, tidak mengkonsumsi minuman beralkohol. Untuk pasien yang terkena hipertensi maka obat tekanan darah tinggi wajib selalu dikonsumsi tiap hari seumur hidup dan kontrol tiap bulan ke dokter.
Sertakan berbagai buah- buahan dan sayuran dalam makanan anda karena mengandung banyak kalium dan serat. Bahan- bahan tersebut memiliki efek berlawanan dengan natrium sehingga dapat membantu mengurangi tekanan darah tinggi. Pastikan untuk menyertakan 3-4 macam buah- buahan dan sayuran dalam sehari. Kurangi makanan berminyak dan makanan tinggi kolesterol seperti telur puyuh dan jerohan. Selain itu, gandum dan biji- bijian sangat baik karena serat, vitamin, dan mineral yang terkandung di dalamnya dapat membantu memecah kolesterol dalam pembuluh darah. Selain dengan pola makan yang baik, kita juga harus melakukan aktifitas fisik teratur seperti berenang, senam, bersepeda, atau berjalan cepat minimal 30 menit per hari. Berhenti merokok dan mengkonsumsi minuman beralkohol juga sangat dianjurkan. Apabila dengan modifikasi gaya hidup masih didapatkan hipertensi, maka segera ke dokter untuk mendapatkan terapi yang sesuai dengan keadaan tubuh anda.

