RS. Mitra Medika Premiere
Infeksi saluran kemih (ISK) adalah penyakit pada sistem kemih disebabkan infeksi bakteri Escherichia coli (Escherichia.coli). Sistem kemih sendiri terdiri dari ginjal, ureter, kandung kemih dan uretra. Gara-gara ISK ini dapat mengakibatkan buang air kecil sangat menyakitkan, kencing berdarah dan sakit perut bagian bawah.
Infeksi saluran kemih atau ISK adalah gangguan kesehatan yang terjadi karena adanya infeksi pada organ sistem perkemihan. Meski bisa dialami oleh siapa saja, infeksi saluran kemih nyatanya lebih berisiko terjadi pada wanita. Adapun beberapa faktor yang turut meningkatkan risiko penyakit ISK pada wanita di antaranya penggunaan alat kontrasepsi, menopause, hingga perubahan hormon selama masa kehamilan.
Bila tidak segera ditangani, infeksi saluran kemih pada wanita berisiko menimbulkan komplikasi yang lebih serius, seperti gangguan ginjal hingga sepsis. Maka dari itu, mari waspadai infeksi saluran kemih pada wanita dengan menyimak artikel di bawah ini.
Gejala Infeksi Saluran Kemih
Infeksi Saluran Kemih (ISK) terjadi ketika ada bakteri yang masuk ke dalam traktus urinarius melalui uretra dan berkembang biak di dalam kandung kemih. Meskipun sistem berkemih telah didesain untuk menghambat masuknya bakteri, kadang-kadang mekanisme pertahanan tersebut gagal. Hal ini dapat terjadi pada saat kondisi tubuh Anda sedang tidak fit. Akibatnya, terjadi infeksi di dalam saluran kemih. Setelah itu dapat muncul keluhan-keluhan. Beberapa keluhan tersebut berupa desakan (urgency) untuk kencing, nyeri saat kencing, sering kencing, urin keruh, kemerahan, atau berbau, dan nyeri panggul.
Penyebab utama infeksi saluran kemih pada wanita adalah adanya bakteri yang masuk dari vagina atau anus ke saluran kemih dan berkembang di dalam kandung kemih atau uretra. Adapun salah satu jenis bakteri yang sering kali menyebabkan ISK pada wanita adalah Escherichia coli. Bakteri tersebut biasanya masuk ke dalam saluran kemih saat sedang buang air kecil.
sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko ISK pada wanita adalah sebagai berikut:
• Hamil. Perubahan hormon selama masa kehamilan menyebabkan vagina lebih lembap sehingga memudahkan bakteri untuk tumbuh dan berkembang biak.
• Menopause. Penurunan hormon estrogen saat menopause membuat vagina cenderung kering dan tipis sehingga memudahkan bakteri untuk berkembang biak.
• Aktif secara seksual. Penetrasi saat berhubungan seksual mempermudah bakteri dari vagina masuk ke dalam saluran kemih.
• Menggunakan alat kontrasepsi, seperti diafragma atau spermisida.
• Menggunakan kateter.
• Mengidap batu ginjal atau batu saluran kemih.
• Mengidap penyakit yang mengganggu sistem imunitas tubuh, seperti diabetes.
Cara menghindari terjadinya ISK
– Minum air putih
Menjaga tubuh agar tetap terhidrasi sangat baik untuk tubuh. Minum cukup air dan teratur dapat mencegah dan mengobati infeksi saluran kemih. Hal ini karena air putih membantu organ di saluran kemih membuang limbah dari tubuh dan mempertahankan nutrisi penting dan elektrolit.
Air putih juga mampu mengencerkan urine sehingga mempercepat perjalanannya melewati sistem saluran kemih. Ini membuat bakteri lebih sulit untuk mencapai organ kemih dan menginfeksi sel-sel di organ kemih.
– Mengkonsumsi Probiotik
Probiotik merupakan kumpulan bakteri baik yang bisa membantu saluran kemih tetap sehat sehingga terhindar dari bakteri jahat. Bakteri baik untuk mengatasi ISK adalah lactobacillus yang memproduksi hidrogen peroksida yang merupakan komponen antibakteri. Lactobacillus ini mencegah bakteri jahat menempel di saluran kencing.
Menjaga hygiene dengan membasuh dari bagian depan ke belakang
Setelah buang air lebih baik membersihkan diri dengan cara mencegah bakteri pindah dari anus ke alat kelamin. Ini karena infeksi saluran kemih dapat berkembang saat bakteri dari rektum atau feses dapat akses ke uretra. Bakteri yang sudah berada di uretra bisa menuju ke organ saluran kemih lainnya dan menyebabkan infeksi.
– Jangan menahan buang air kecil
Buang air kecil bisa membantu mengeluarkan bakteri dari saluran kemih. Air kencing yang langsung dibuang akan mengurangi jumlah waktu bakteri dalam urine yang akan menginfeksi sel-sel di saluran kemih, serta membatasi risiko bakteri menempel dan menginfeksi sel-sel di sana.
– Konsumsi vitamin C
Vitamin C bereaksi dengan nitrat yang dikandungnya untuk membentuk oksida nitrogen yang bisa membunuh bakteri. Kandungan antioksidannya juga meningkatkan imun tubuh. Vitamin C juga bisa menurunkan pH urine sehingga bakteri jahat tidak bisa bertahan hidup lebih lama.

