Sakit kepala merupakan keluhan yang sering dialami setiap orang. Namun, ada beberapa jenis sakit kepala yang perlu Anda waspadai. Apa sajakah itu? Yuk, simak artikel berikut ini.
Sakit kepala adalah pengalaman tidak menyenangkan yang dapat dialami oleh siapa saja. Keluhan ini juga menjadi salah satu keluhan paling umum yang menyebabkan seseorang berobat ke dokter. Penting untuk diketahui bahwa sakit kepala dapat disebabkan oleh berbagai kondisi. Klasifikasi sakit kepala sangat luas, sehingga informasi dan pemeriksaan yang optimal sangat diperlukan untuk mengetahui jenis dan penyebabnya. Dengan demikian, diharapkan penanganan yang dilakukan dapat tepat sasaran.
Nyeri kepala dapat didefinisikan sebagai suatu rasa nyeri atau rasa tidak enak pada daerah kepala yang meliputi daerah wajah hingga tengkuk leher. Kejadian nyeri kepala sangat erat kaitannya dengan faktor psikologis seseorang seperti stres, cemas, depresi, dan kelelahan. Sebagian besar nyeri kepala bersifat primer, yang berarti tidak ada penyakit otak yang menyertainya. Yang termasuk ke dalam nyeri kepala jenis ini adalah nyeri kepala tipe tegang, migren dan nyeri kepala klaster. Sebagian nyeri kepala lainnya bersifat sekunder, yang berarti nyeri kepala tersebut disebabkan oleh penyakit otak tertentu, seperti tumor otak, infeksi otak, stroke, dan lain-lain.
Red flag headache
Istilah “red flag headache” mengacu pada kondisi-kondisi tertentu yang biasanya menunjukkan gejala sakit kepala sekunder dan memerlukan pemeriksaan lanjutan. Kondisi ini meliputi:
• Sakit kepala yang baru pertama kali dirasakan pada pasien berusia di atas 50 tahun
• Pemeriksaan neurologis abnormal
• Perubahan baru dalam pola dan karakteristik sakit kepala, atau sakit kepala bersifat progresif/memberat
• Sakit kepala baru pada penderita HIV, kanker, atau status imunokompromais/ketidakmampuan tubuh menghasilkan respon imun normal
• Didapatkan tanda-tanda penyakit sistemik (misalnya demam atau ruam)
• Sakit kepala yang dipicu manuver valsava, yakni sakit kepala yang dialami ketika Anda menarik napas panjang dan dalam hingga dada terasa tertekan, ditahan selama beberapa detik, lalu diembuskan kembali
• Sakit kepala pada masa kehamilan atau setelah melahirkan
• Sakit kepala mendadak dan sangat berat
Red flag headache
Istilah “red flag headache” mengacu pada kondisi-kondisi tertentu yang biasanya menunjukkan gejala sakit kepala sekunder dan memerlukan pemeriksaan lanjutan. Kondisi ini meliputi:
• Sakit kepala yang baru pertama kali dirasakan pada pasien berusia di atas 50 tahun
• Pemeriksaan neurologis abnormal
• Perubahan baru dalam pola dan karakteristik sakit kepala, atau sakit kepala bersifat progresif/memberat
• Sakit kepala baru pada penderita HIV, kanker, atau status imunokompromais/ketidakmampuan tubuh menghasilkan respon imun normal
• Didapatkan tanda-tanda penyakit sistemik (misalnya demam atau ruam)
• Sakit kepala yang dipicu manuver valsava, yakni sakit kepala yang dialami ketika Anda menarik napas panjang dan dalam hingga dada terasa tertekan, ditahan selama beberapa detik, lalu diembuskan kembali
• Sakit kepala pada masa kehamilan atau setelah melahirkan
• Sakit kepala mendadak dan sangat berat
Pengobatan nyeri kepala
Pengobatan yang kemudian diberikan oleh dokter sangat bergantung pada jenis nyeri kepala yang diderita. Umumnya, dokter akan memberikan obat penghilang rasa nyeri sederhana, seperti parasetamol, asam mefenamat atu ibuprofen. Obat-obatan ini dapat diperoleh di apotek sebagai obat yang dapat dibeli tanpa resep dokter. Yang perlu diperhatikan adalah bahwa konsumsi obat nyeri tersebut tidak boleh melebihi 5 hari, karena penggunaan jangka panjang justru dapat menimbulkan nyeri kepala akibat penggunaan obat berlebih (medication-overused headache) atau mungkin saja seorang pasien justru menderita nyeri kepala sekunder yang memerlukan pengobatan khusus. Pada nyeri kepala dengan intensitas berat, dokter akan menggunakan obat-obatan nyeri yang harus menggunakan resep dokter. Pada nyeri kepala sekunder, selain pengobatan terhadap nyeri kepalanya, maka diperlukan pengobatan khusus oleh dokter spesialis terkait untuk menangani penyakit yang mendasarinya.
Jika Anda mengalami sakit kepala, periksakanlah keluhan Anda pada dokter spesialis saraf untuk mengetahui jenis sakit kepala yang Anda alami, agar dapat dilakukan penanganan yang terarah dan tepat sasaran. Waspadai gejala “red flag” pada sakit kepala Anda, dan segera lakukan pemeriksaan sebelum terlambat.

