Gangguan kaki paling sering terjadi adalah Bunion atau Hallux Abducto Valgus. Bunions adalah pembengkakan pada jaringan sendi ibu jari kaki yang menjadi lunak dan sangat sakit. Termasuk juga tulang ibu jari bagian bawah yang membengkak.
Pembengkakan ibu jari kaki akibat langsung penggunaan sepatu yang tidak cocok. Sepatu yang sempit memaksa dan menekan jari-jari kaki supaya bergesek sewaktu berjalan. Sepatu pendek atau yang lancip mengakibatkan hal yang sama oleh pembengkokan ujung ibu jari kaki itu ke arah yang lain, sehingga tulang sendi semakin menonjol dan lebih mudah mendapat tekanan.
Bunion menyebabkan sendi di pangkal jempol kaki menonjol keluar, sehingga membentuk sebuah benjolan yang seiring waktu terlihat semakin jelas. Kondisi ini mungkin menyebabkan permukaan kulit di atas bunion menjadi kemerahan dan terasa nyeri.
Bunion adalah sebuah gangguan yang progresif. Dimulai dengan ibu jari kaki yang sedikit miring, secara bertahap mengubah sudut tulang, selama bertahun-tahun dan perlahan-lahan akan menghasilkan benjolan, yang menjadi semakin menonjol. Akhirnya ini menyebabkan ketidaknyamanan dan rasa nyeri. Kulit di atas benjolan dapat menjadi merah dan melepuh, dan sebuah kantong berisi cairan (disebut bursa) bisa berkembang di bawah kulit di sisi sendi, sehingga menyebabkan rasa sakit yang hebat seiring dengan terjadinya peradangan. Ini dikenal dengan istilah bursitis.
Jenis Bunion
Bunion adalah kondisi yang umum terjadi pada jempol kaki, namun tak menutup kemungkinan juga terjadi di jari kaki lainnya seperti kelingking. Selain itu, bunion juga bisa terjadi sejak lahir maupun berkembang saat usia remaja. Berdasarkan jari kaki yang terdampak serta usia penderitanya, bunion terbagi menjadi beberapa jenis, di antaranya:
Bunion: Benjolan di sendi pangkal ibu jari, biasanya terjadi ketika dewasa.
Tailor bunion atau bunionette: Benjolan yang muncul di sendi pangkal jari kelingking.
Bunion kongenital (congenital hallux valgus): Bunion yang terjadi sejak bayi baru lahir.
Bunion remaja (juvenile hallux valgus): Bunion yang berkembang ketika usia remaja (10–15 tahun).
Tanda dan gejala bunion yang menyertai:
• Nyeri atau kekakuan sendi ibu jari kaki
• Pembengkakan pada sendi ibu jari kaki
• Kesulitan berjalan
• Kesulitan mencari sepatu yang pas
Diagnosis Bunion
Diagnosis bunion dapat ditegakkan melalui wawancara medis (anamnesis) dan pemeriksaan fisik. Namun, dokter bisa melakukan pemeriksaan laboratorium apabila mencurigai adanya penyakit metabolik atau sistem lainnya. Pemeriksaan laboratorium yang dapat dilakukan adalah pemeriksaan rheumatoid factor, antinuclear antibody, c-reactive protein, laju endap darah, atau kadar asam urat dalam darah.
Pemeriksaan penunjang lain yang dapat dilakukan untuk membantu mengonfirmasi diagnosis bunion adalah pemeriksaan radiologi, seperti rontgen jari kaki untuk menilai struktur tulang ibu jari kaki jika ada indikasi pembedahan, serta MRI jika dokter mencurigai adanya infeksi pada tulang ibu jari kaki.
Penanganan bunion
Ada dua cara untuk mengobati bunion, yaitu konservatif dan pembedahan.
Non – bedah
• Pengobatan konservatif adalah langkah pertama dalam pengobatan dan harus selalu menjadi pilihan pertama sebelum operasi. Untuk mengurangi kemungkinan kerusakan pada sendi ibu jari kaki, evaluasi berkala dan pemeriksaan X-ray sangat disarankan.
Selain itu, untuk menghambat perkembangan dan mencegah kerusakan lebih lanjut, setiap penderita bunion disarankan untuk menjalani pengobatan. Semakin awal bunion diobati, semakin baik keberhasilan pengobatan bunion Anda.
• Pengobatan konservatif TIDAK BISA membalikkan deformitas (kelainan bentuk). Pengobatan konservatif hanya dapat membantu untuk menunda perkembangan bunion dan mengurangi gejala.
Penanganan awal bunion
• Memakai sepatu yang longgar (cocok)agar ibu jari kaki lurus kedepan. Ini akan menghindarkan tekanan pada tulang sendi itu. Dengan menempatkan bahan yang lunak antara ibu jari kaki dan jari di sebelahnya, kembalikanlah jari besar itu kepada posisi semula.
• Dalam keadaaan yang masih belum parah, istirahatlah sambil merendam kaki ke dalam air hangat. Kemudian kulit yang sudah mati rasa itu akan dikupas dan bagian itu akan dibalut dengan pembalut khusus.
• Mengurangi rasa sakit bunion (jika bunion terlihat)
• Mengurangi faktor-faktor penyebab
• Mencegah degenerasi lebih lanjut
• Mengurangi gejala
• Membantu agar sendi ibu jari kaki berfungsi normal
• Memperbaiki aliran tekanan melalui kaki
• Membantu kaki lebih efesien untuk berinteraksi secara biomekanis dengan tanah
Penanganan medis bunion
• Night splint untuk menyelaraskan kaki dengan benar.
• Terapi orthotic yang membantu meluruskan kaki kembali. Dengan bantuan orthotic, membantu mencegah degenerasi lebih lanjut dan / atau mengurangi gejala bunion.
• Debridement atau pembersihan dari corn dan callus (kapalan) yang muncul karena perubahan tekanan kaki.
• Perubahan sepatu yang digunakan. Memakai sepatu yang tepat sangat penting. Pilih sepatu yang lebar sehingga memberikan ruangan yang lebar untuk kaki, dan jangan lagi memilih sepatu yang dengan ujung yang lancip ataupun sepatu hak tinggi, yang dapat memperburuk kondisi.
• Padding. Bantalan yang ditempatkan di atas area bunion dapat membantu mengurangi rasa sakit.
• Perubahan aktivitas. Hindari aktivitas yang menyebabkan rasa sakit pada bunion, termasuk berdiri untuk jangka waktu yang lama.
• Obat-obatan. Obat-obatan anti-inflamasi non-steroid oral atau topikal bisa disarankan untuk mengurangi rasa sakit dan peradangan.
• Kompres es. Memberikan kompres es beberapa kali sehari dapat membantu mengurangi peradangan dan nyeri.
• Kortikosteroid. Meskipun jarang digunakan dalam pengobatan bunion, suntikan kortikosteroid mungkin bermanfaat dalam mengobati radang bursa (kantong berisi cairan yang terletak di sekitar sendi) yang kadang-kadang muncul bersama bunion.
Jika penanganan yang dapat dilakukan dirumah tidak mengurangi gejala yang dirasakan, sebaiknya konsultasi dengan Dokter Spesialis Ortopedi di RSU. Mitra Medika Premiere untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

