Apa yang pertama kali anda pikirkan ketika mendengar kata lupus? Banyak sekali simpang siur yang beredar di masyarakat mengenai lupus. Banyak dari kita yang mendengar bahwa lupus adalah penyakit kutukan dan menular sehingga banyak penderita lupus yang dijauhi oleh masyarakat.
Banyak juga orang yang bertanya, apakah lupus dapat diobati hingga tuntas? Untuk menjawab pertanyaan ini dan memberikan pemahaman yang lebih mendalam, simak ulasan seputar lupus berikut ini.
Apa itu Penyakit Lupus?
Lupus adalah salah satu jenis penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Penyakit lupus yang sudah parah dapat menyerang organ-organ dalam tubuh sehingga fungsi organ tidak dapat berjalan dengan maksimal. Penyakit lupus merupakan salah satu penyakit yang berbahaya.
Penyebab
Penyebab pasti penyakit lupus tak diketahui. Namun ada beberapa potensi pemicunya, seperti:
• Genetik: riwayat lupus dalam keluarga membuat orang lebih rentan terkena penyakit ini
• Infeksi: infeksi tertentu bisa menimbulkan lupus atau membuat lupus kambuh
• Sinar matahari: paparan sinar matahari bisa memicu lupus dan menyebabkan lesi pada kulit
• Hormon: diduga ada kemungkinan hormon estrogen sebagai pemicu lupus karena banyak wanita mengalami gejala lupus sebelum periode menstruasi dan/atau selama kehamilan saat produksi estrogen tinggi
• Obat-obatan: obat tertentu, seperti obat anti kejang dan antibiotik, dapat memicu gejala lupus
Lupus tidak menular dan bukan termasuk kanker, lupus dapat menyerang berbagai organ sehingga gejalanya bervariasi, lupus dapat dikendalikan, Sebagian besar lupus sering mengenai wanita pada usia produktif.
Gejala Klinis Lupus
Ciri-ciri penyakit lupus akan berbeda-beda pada setiap orang. Ciri-ciri yang dimunculkan bisa menjadi sangat banyak atau hanya sedikit, sehingga perlu bantuan dokter untuk mengenalinya. Ciri-ciri umum penyakit lupus antara lain:
• Rasa sakit pada persendian
• Demam tinggi di atas 37℃
• Pembengkakan pada persendian
• Mudah lelah ketika melakukan aktivitas
• Ruam-ruam pada kulit
• Rasa sakit pada bagian dada ketika bernapas
• Kerontokan pada rambut
• Sensitif terhadap sinar matahari
• Pucat pada bagian jari-jari ketika sedang kedinginan atau stress
Komplikasi Lupus
Lupus adalah kondisi yang serius dan jika tidak mendapatkan penanganan dengan tepat berisiko menyebabkan komplikasi, seperti:
• Kerusakan ginjal, salah satunya gagal ginjal.
• Gangguan pada otak dan sistem saraf pusat yang menyebabkan sakit kepala, masalah penglihatan, kejang, bahkan stroke.
• Masalah pada darah dan pembuluh darah yang menyebabkan anemia, peradangan pada pembuluh darah serta meningkatkan risiko penggumpalan darah.
• Masalah kesehatan pada organ paru-paru, seperti pneumonia
• Meningkatkan risiko serangan jantung dan penyakit jantung lainnya.
Pengobatan SLE
SLE tidak bisa disembuhkan, pengobatan dilakukan untuk mengurangi tingkat gejala serta mencegah kerusakan organ pada pengidap SLE. Beberapa dekade lalu penyakit ini bahkan dipandang sebagai penyakit terminal atau tidak memiliki harapan sembuh sehingga bisa berujung pada kematian.
Isu yang beredar bahwa penderita lupus dapat sembuh sebenarnya kurang tepat. Penyakit ini merupakan penyakit reumatik autoimun yang membutuhkan pengobatan jangka panjang. Tujuan dari pengobatan lupus bukanlah untuk kesembuhan total. Sebagai penyakit kronik, tujuan dari pengobatan adalah diharapkan gejala lupus menjadi membaik, kerusakan organ dapat dicegah, dan kualitas hidup pasien menjadi lebih baik. Target dari pengobatan lupus sendiri adalah pasien dapat mencapai remisi. Remisi merupakan keadaan aktivitas penyakit yang tidak atif dan terkontrol dengan baik. Aktivitas penyakit pada lupus dapat dinilai dengan menggunakan skor SLEDAI. Menurut European League Against Rheumatisms (EULAR), remisi ditandai dengan:
skor SLEDAI sama dengan 0
dengan atau tanpa penggunaan obat hidroksiklorokuin, dan
tanpa menggunakan obat steroid.
Selain itu, bantuan dan dukungan dari keluarga, teman, serta staf medis juga berperan penting dalam membantu para pengidap SLE dalam menghadapi penyakit ini.
Selain penggunaan obat-obatan, pasien lupus harus dijelaskan mengenai lupus dan organ yang terlibat pada pasien, pola hidup sehat seperti aktivitas fisik dan olahraga dan nutrisi, edukasi terkait kesehatan perempuan, hal – hal yang harus dihindari, pemantauan ke dokter, dan mengenali gejala-gejala kekambuhan.
Jika kamu memiliki gejala ataupun Sudah terdiagnosis terkena penyakit lupus, segera konsultasi ke Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Reumatologi untuk mendapatkan pemeriksaan dan juga pengobatan yang tepat.

