Prediabetes adalah kondisi di mana kadar gula dalam darah tinggi dan melebihi batas normal, meskipun belum mencapai tingkat diabetes melitus. Walaupun prediabetes belum dapat dikategorikan sebagai diabetes, kondisi ini memerlukan perhatian serius karena dapat menjadi indikator awal perkembangan penyakit diabetes mellitus tipe 2 di kemudian hari.
Sebagai bentuk antisipasi, mari simak penjelasan berikut, tentang pengertian prediabetes, penyebab, gejala, faktor risiko hingga pengobatannya.
Pengertian Prediabetes
Prediabetes atau pradiabetes adalah kondisi peningkatan kadar gula dalam darah yang melebihi batas ambang normal namun belum cukup tinggi untuk disebut sebagai diabetes. Dalam medis, kondisi ini juga kerap disebut sebagai borderline diabetes.
Kadar gula darah pada penderita prediabetes yakni 100 – 125 mg/dL atau 5,6-7,0 mmol/L untuk jenis kadar GDP (gula darah puasa). Seseorang baru dikatakan diabetes apabila telah mencapai angka 126 mg/dL atau di atas 7,0 mmol/L.
Penyakit ini termasuk salah satu kelainan metabolik yang kerap berhubungan dengan obesitas atau kegemukan. Apabila tidak mendapatkan perawatan yang intensif serta melakukan pola hidup sehat, maka prediabetes dapat berkembang ke tahap lanjut.
Gejala yang timbul memang tidak separah penderita diabetes (diabetes mellitus tipe 2). Namun, kondisi ini juga berisiko menyebabkan gangguan jantung dan stroke. Jadi, prediabetes termasuk dalam kategori penyakit serius yang dapat membahayakan nyawa.
Di Amerika, 1 dari 3 orang mengidap prediabetes. Bahkan, 80% dari mereka tidak mengetahui bahwa mereka memiliki kondisi penyakit ini. Tanpa penangan yang tepat, maka kondisi ini dapat berkembang menjadi diabetes mellitus tipe 2 dalam kurun waktu kurang dari 10 tahun.
Gejala Klinis Prediabetes
– Pandangan kabur
– Cepat haus
– Cepat merasa lapar
– Sering buang air kecil
– Luka sulit sembuh
– Kaki sering kesemutan
– Kulit menghitam
Diagnosa Diabetes
Diagnosis prediabetes adalah tahapan penting yang hanya dapat dilakukan oleh dokter melalui serangkaian tes. Berikut penjelasan terkait tes yang diperlukan untuk diagnosis prediabetes, di antaranya:
– Tes Gula Darah Puasa
Tes ini bertujuan untuk memeriksa kadar gula darah dalam keadaan perut kosong. Karena itu, pasien diharuskan berpuasa 8 jam sebelum dilakukan pemeriksaan. Jika hasil menunjukkan kadar gula darah antara 100-125 mg/dL, maka pasien dianggap mengalami prediabetes
– Tes Toleransi glukosa oral
Sebelum tes ini dilakukan, pasien diharuskan untuk berpuasa, kemudian mengkonsumsi minuman gula khusus. Setelah itu, pasien akan menjalani tes gula darah 2 jam setelah minum larutan tersebut. Hasil yang menunjukkan pasien prediabetes adalah ketika kadar gula darahnya menunjukkan angka 140-199 mg/dL
– Tes Hemoglobin A1c (HbA1c)
Tujuan tes hemoglobin pada prediabetes adalah untuk mengetahui rata-rata kadar gula darah dalam 3 bulan terakhir. Tes ini dilakukan dengan cara mengukur persentase gula darah yang melekat pada hemoglobin. Melalui tes diagnosis ini, pasien dikatakan mengalami prediabetes apabila kadar HbA1c berkisar antara 5,7-6,4%
Pencegahan Prediabetes
Meski tidak separah diabetes melitus, namun prediabetes adalah kondisi yang perlu diantisipasi. Nah, agar terhindari dari kondisi ini, berikut beberapa upaya yang dapat Anda lakukan
– Olahraga secara rutin.
– Beristirahat dengan cukup dengan waktu tidur teratur.
– Mengoptimalkan asupan makanan bergizi seimbang.
– Menghentikan atau menghindari kebiasaan merokok.
– Melakukan tes kadar gula darah secara rutin.
– Menjaga berat badan tetap ideal untuk menghindari obesitas.
Jika anda menderita pradiabetes, turunkan berat badan jika Anda kelebihan berat badan dan melakukan aktivitas fisik secara teratur dapat menurunkan risiko terkena diabetes tipe 2. Penurunan berat badan dalam jumlah kecil berarti sekitar 5% hingga 7% dari berat badan Anda, Aktivitas fisik yang teratur seperti berjalan cepat atau aktivitas serupa setidaknya 150 menit dalam 1 minggu. Kurang lebih durasinya 30 menit sehari atau 5 kali dalam satu minggu.
Penting untuk menjaga pola hidup agar kamu terhindar dari penyakit diabetes, terutama jika kamu memiliki beberapa faktor yang dapat mecetuskan terjadinya penyakit diabetes. Jika kamu memiliki gejala diabetes seperti yang sudah disampaikan, segera konsultasi ke dokter spesialis penyakit dalam konsultan endokrin metabolik diabetes di RS. Mitra Medika Premiere agar mendapatkan penanganan yang tepat sehingga dapat menghindari terjadinya komplikasi dari penyakit diabetes.

