Haid adalah siklus normal bulanan pada seorang perempuan. Namun, bagaimana kalau periode ini disertai nyeri yang mengganggu? Yuk, kita mengenal apa itu nyeri haid dan bagaimana mengatasinya.
Nyeri haid merupakan salah satu keluhan yang ‘akrab’ bagi para wanita. Keluhan yang biasanya datang menjelang dan pada hari awal-awal datang bulan ini membuat penderitanya tidak nyaman dan berakibat pada terganggunya aktivitas. Bahkan, nyeri haid yang hebat bisa membuat penderitanya sampai berguling-guling menahan sakit.
Sebenarnya nyeri haid merupakan keluhan normal. Namun, ada beberapa kondisi yang perlu diwaspadai, karena nyeri haid juga bisa jadi pertanda adanya gangguan kesehatan lain.Haid adalah siklus normal bulanan pada seorang perempuan. Namun, bagaimana kalau periode ini disertai nyeri yang mengganggu? Yuk, kita mengenal apa itu nyeri haid dan bagaimana mengatasinya.
Nyeri haid merupakan salah satu keluhan yang ‘akrab’ bagi para wanita. Keluhan yang biasanya datang menjelang dan pada hari awal-awal datang bulan ini membuat penderitanya tidak nyaman dan berakibat pada terganggunya aktivitas. Bahkan, nyeri haid yang hebat bisa membuat penderitanya sampai berguling-guling menahan sakit.
Sebenarnya nyeri haid merupakan keluhan normal. Namun, ada beberapa kondisi yang perlu diwaspadai, karena nyeri haid juga bisa jadi pertanda adanya gangguan kesehatan lain.
Normal atau tidak normal?
Secara umum, nyeri haid dapat diklasifikasikan sebagai primer dan sekunder. Nyeri haid primer berhubungan dengan siklus ovulasi dan berasal dari kontraksi rahim, tanpa penyakit atau tidak ditemukan adanya kelainan. Sedangkan nyeri haid sekunder berhubungan dengan penyakit pada daerah panggul, seperti endometriosis, adenomiosis, atau mioma uteri.
Nyeri haid primer terjadi karena kurangnya suplai darah pada otot rahim yang disebabkan kontraksi otot rahim yang sering dan memanjang. Nyeri haid primer biasanya terjadi sebelum atau bersamaan dengan menstruasi dan berkurang secara bertahap setelah 72 jam. Selain itu, kram haid timbul secara intermiten dengan intensitas yang berbeda dan biasanya berpusat pada daerah perut bawah dengan pola yang konsisten selama siklus menstruasi.
Sedangkan pada wanita dengan nyeri haid sekunder, kerap kali berhubungan dengan penyakit pada daerah panggul, seperti endometriosis. Biasanya gejala yang dirasakan adalah intensitas nyeri yang meningkat, dapat terjadi pada pertengahan siklus dan pada minggu haid yang sedang terjadi.
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meredakan haid secara alami tanpa menggunakan obat, yaitu:
Pijatan lembut
Berikan pijatan lembut pada perut yang terasa nyeri sekitar 5 menit, berikan pijatan dengan gerakan melingkar secara perlahan. Gunakan minyak dengan campuran minyak kelapa dan minya esensial, seperti kayu manis, cengkeh atau lavender.
Kompres perut dengan air hangat
Riset menunjukkan bahwa perawatan ini sama efektifnya dengan obat penghilang rasa sakit seperti paracetamol dan ibuprofen. Upaya ini dapat dilakukan dengan kompres hangat pada perut dan punggung bagian bawah tiga kali sehari, selama 15-20 menit.
Perbaiki pola makan
Membatasi dan menghindari makanan dan minuman yang bisa menyebabkan perut kembung perlu dilakukan ketika sedang menstruasi. Memperbaiki pola makan ketika menstruasi dinilai dapat mengurangi rasa nyeri dan kram menstruasi. Perbanyak mengonsumsi makanan kaya asam lemak omega-3, buah, sayur, kacang-kacangan, protein tanpa lemak dan biji-bijian membantu tubuh tetap sehat.
Olahraga
Pada dasarnya, haid bukanlah alasan untuk tidak berolahraga. Sejatinya, fisik yang tetap aktif dengan melakukan olahraga dapat meredakan nyeri dan kram saat haid. Namun, olahraga yang hendak dilakukan ketika haid juga perlu diperhatikan. Pilih olahraga ringan, peregangan ringan, berjalan-jalan dan melakukan yoga membantu mengurangi nyeri haid. Karena endorphin sebagai hormon penghilang rasa sakit alami akan dilepaskan oleh tubuh saat berolahraga.
Kapan harus berkonsultasi dengan dokter?
• Nyeri yang hebat di daerah panggul
• Intensitasnya meningkat
• Nyeri bisa timbul di tengah-tengah siklus atau selama menstruasi, bisa terjadi selama satu minggu
• Disertai gejala lain, seperti sakit saat berhubungan intim
Dokter dapat memberikan beberapa obat sesuai penyebab nyeri haid, seperti obat antinyeri, obat pil KB, atau KB lain yang mengandung hormon. Pada nyeri haid sekunder penyakit endometriosis, dokter dapat memberikan antinyeri, terapi hormon, KB hormonal, atau tindakan operasi apabila diperlukan. Apabila endometriosis disertai kesulitan untuk hamil, dokter akan memberikan terapi yang berbeda untuk membantu terjadinya kehamilan.
Jika anda mengalami gejala nyeri haid yang dirasakan tidak wajar, sebaiknya konsulatasikan dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan kami di RSU. Mitra Medika Premiere.

