Cacar air atau varisela (chicken pox) merupakan infeksi primer virus varicela zoster (VZV). Cacar air diprediksi sering menjangkit pada saat pergantian musim, musim panas ke musim penghujan ataupun sebaliknya. Penyakit cacar air sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari dan sangat menular, dibandingkan dengan gondong (parotitis) lebih menular cacar air, tetapi kurang menular jika dibandingkan dengan campak (measles). Cacar air merupakan penyakit menular yang dapat menyerang siapa saja, terutama yang belum mendapat imunisasi. Penderita yang terinfeksi virus ini ditandai dengan munculnya ruam kemerahan berisi cairan yang sangat gatal di seluruh tubuh.
Penyebab Cacar Air
Virus yang menjadi penyebab cacar air adalah Varicella zoster (VZV). Virus Varicella zoster ini bisa menyebar melalui kontak langsung dengan penderita, seperti:
Bersentuhan dengan lepuhan atau lenting yang terdapat cairan.
Terhirup droplet air liur penderita melalui batuk atau bersin.
Di samping itu, penderita cacar air masih berpotensi menularkan penyakitnya mulai dari 2 hari sebelum lepuhan muncul sampai dengan 6 hari setelah lenting sudah terbentuk. Tingkat penularannya akan menurun saat lepuhan cacar air sudah pecah dan kering sepenuhnya.
Gejala Cacar Air
Seperti yang telah dibahas sebelumnya, gejala cacar air adalah muncul ruam gatal berisi cairan pada permukaan kulit. Biasanya, ruam tersebut akan bertahan di tubuh penderita cacar air selama 7 sampai dengan 21 hari.
Sebelum itu, ada ciri-ciri cacar air lain yang mengawali munculnya ruam gatal tersebut pada tubuh penderita, di antaranya:
Pusing atau sakit kepala.
Demam.
Hilangnya nafsu makan.
Nyeri otot.
Mual.
Lelah berlebihan.
Setelah mengalami gejala awal tersebut selama 1 sampai 2 hari, ruam gatal akan muncul dan mengalami 3 fase perkembangan, yaitu:
Ruam atau benjolan merah muda muncul di sekujur tubuh.
Ruam merah tersebut berubah menjadi lepuhan atau lenting yang berisi cairan.
Lepuhan akan pecah ketika penderita sudah mulai sembuh. Kemudian, pecahan lenting tersebut mulai mengering dan berkerak.
Perlu diingat, 3 fase perkembangan ruam gatal di atas bukan menjadi hal yang pasti akan dialami oleh penderita cacar air. Lantaran, fase perkembangan ruam gatal tersebut bisa jadi berbeda-beda tergantung dari imunitas tubuh penderitanya.
Cara penularan
Kontak langsung dengan penderita cacar air
Paparan cairan dari penderita cacar air, seperti keringat, bersin dan batuk
Memegang atau menyentuh secara langsung atau tidak langsung barang-barang sebelumnya yang digunakan oleh penderita cacar air
Di samping itu, penderita cacar air masih berpotensi menularkan penyakitnya mulai dari 2 hari sebelum lepuhan muncul sampai dengan 6 hari setelah lenting sudah terbentuk. Tingkat penularannya akan menurun saat lepuhan cacar air sudah pecah dan kering sepenuhnya
Penanganan di Rumah
Pada pasien dengan daya tahan tubuh yang baik, cacar air tidak memerlukan pengobatan khusus. Namun, terdapat beberapa pengobatan alami maupun upaya mandiri yang bisa dilakukan untuk membantu meredakan gejala, antara lain :
Perbanyak minum serta mengonsumsi makanan yang lembut dan tidak asin atau asam.
Hindari menggaruk ruam atau luka cacar air, karena meningkatkan risiko infeksi. Guna mencegahnya, potong kuku sampai pendek atau kenakan sarung tangan, terutama pada malam hari.
Kenakan pakaian berbahan lembut dan ringan.
Mandi dengan air hangat 3-4 kali sehari, selama beberapa hari setelah timbulnya ruam. Setelah itu, keringkan dengan cara tepuk-tepuk dengan handuk hingga kering.
Gunakan Calamine Lotion pada area yang gatal.
Kompres ruam atau luka dengan air dingin untuk meredakan gatal.
Istirahat yang cukup dan hindari kontak dengan orang lain untuk mencegah penyebaran cacar air.
Pencegahan
Vaksin
Mulut dan hidung pasien cacar air harus ditutup saat batuk atau bersin, membuang tisu kotor ke tempat sampah tertutup, mencuci tangan dengan benar menggunakan sabun tangan yang baik dan tidak berbagi peralatan makan, makanan atau gelas.
Dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan bergizi, makanan bergizi membuat tubuh sehat dan memiliki stamina yang kuat sehingga dapat menangkal infeksi kuman penyakit.
Mencegah diri dari dekat dengan sumber penularan cacar air, Imunoglobulin varicella zoster dapat mencegah (atau setidaknya meringankan) terjadinya cacar air, jika diberikan dalam waktu maksimal 96 jam sebelum paparan. dan juga untuk bayi baru lahir yang ibunya menderita cacar air beberapa waktu sebelum atau sesudah melahirkan.
Cara Mengobati Cacar Air
Cacar air adalah penyakit kulit yang biasanya dibarengi dengan gejala tertentu, seperti demam, gatal di sekujur tubuh, dan lain sebagainya. Cacar air termasuk dalam self limiting disease (penyakit yang dapat sembuh sendiri), sehingga tidak diperlukan obat khusus untuk menyembuhkan penyakit ini.
Namun perlu diperhatikan bahwa gejala yang muncul dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada pasien sehingga perlu diberikan pengobatan untuk mengurangi gejala yang muncul.
Ada beberapa obat cacar air yang umumnya akan diresepkan dokter seperti pereda demam, seperti paracetamol. Untuk mengurangi rasa gatal yang ditimbulkan dari ruam, dokter juga akan meresepkan obat antihistamin, seperti diphenhydramine.
Selain itu, ada beberapa cara untuk membantu menurunkan gejala cacar air yang dapat Anda lakukan di rumah, yaitu:
Minum air putih yang cukup.
Hindari menggaruk lepuhan yang terasa gatal. Anda dapat menggunakan salep yang diresepkan dokter untuk mengurangi rasa gatal tersebut.
Menggunakan pakaian yang longgar dan berbahan lembut agar tidak bersinggungan secara langsung dengan lepuhan berisi air.
mengonsumsi makanan bertekstur lunak dan lembut jika ruam terdapat di daerah mulut
Mandi menggunakan air hangat. Selain itu, Anda juga dapat memilih sabun khusus untuk kulit sensitif agar tidak mengiritasi
Jika sudah melakukan serangkaian pengobatan, Anda mungkin ingin mengetahui tanda-tanda sembuhnya cacar air. Jadi, penderita cacar air akan dinyatakan sembuh apabila tidak terdapat ruam serta lenting kemerahan di permukaan kulit. Selain itu, lenting tersebut juga sudah pecah dan mengering. Untuk memantau kesembuhan cacar air anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit kami di RSU. Mitra Medika Premiere.

