MENGENAL APA ITU PENYAKIT AUTOIMUN DAN BAGAIMANA GEJALANYA

Apa sih penyakit autoimun itu?

Penyakit autoimun adalah berbagai kelompok kondisi yang terjadi ketika sistem kekebalan secara keliru menyerang sel dan jaringan sehat di dalam tubuh. Penyakit ini dapat memengaruhi berbagai organ dan sistem, yang menyebabkan peradangan kronis sehingga menimbulkan berbagai macam gejala.

Penyebab Gangguan Autoimun

Penyebab pasti penyakit autoimun belum diketahui secara pasti. Namun, ada sejumlah faktor yang bisa meningkatkan risikonya. Berikut sejumlah faktor penyebab yang bisa meningkatkan risiko autoimun
• Genetik: Penyakit autoimun tertentu cenderung diturunkan dalam keluarga. Gen tertentu atau variasi gen dapat meningkatkan risiko individu untuk terkena penyakit autoimun. Namun, memiliki faktor genetik ini tidak menjamin seseorang pasti akan menderita autoimun, karena biasanya diperlukan pemicu lain.
• Kebiasaan merokok
Rokok bisa meningkatkan banyak risiko penyakit, termasuk salah satunya autoimun. Mereka yang memiliki kebiasaan merokok memperbesar risiko terkena autoimun.
• Kelebihan berat badan
Hal serupa juga bisa dirasakan oleh mereka yang kelebihan berat badan. Risiko terkena penyakit autoimun pun akan sangat besar. Terlebih lagi, banyak penyakit yang bisa muncul dari kondisi kelebihan berat badan.\
• Lingkungan
Faktor lingkungan berperan dalam memicu penyakit autoimun pada individu yang rentan secara genetik. Pemicu ini dapat berupa infeksi (virus atau bakteri), paparan bahan kimia atau racun tertentu, perubahan hormonal, dan bahkan obat-obatan tertentu.
Selain itu, faktor-faktor seperti stres, pola makan, dan pilihan gaya hidup juga dapat memengaruhi perkembangan atau perburukan penyakit autoimun
• Perubahan hormon
Hormon dalam tubuh bisa berubah dalam sejumlah kondisi. Perempuan yang menjalani proses kehamilan dan persalinan memiliki banyak hormon yang berubah. Selain itu, mereka yang memasuki menopause juga cukup rentan terkena gangguan autoimun
• Infeksi
Infeksi virus atau bakteri tertentu juga dapat memicu timbulnya autoimun pada seseorang, walaupun infeksi tersebut sudah teratasi.

Diagnosis dan gejala autoimun

Gejala penyakit autoimun bisa sangat bervariasi, tergantung pada kondisi spesifik dan organ yang terkena. Namun, ada beberapa gejala umum yang mungkin terjadi pada beberapa penyakit autoimun, seperti:
• Kelelahan, sulit konsentrasi
• Nyeri sendi, kelemahan otot
• Ruam kulit (kemerahan, kering, mengelupas)
• Nyeri perut, gangguan BAB (diare)
• Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan
• Demam berulang yang tidak jelas penyebabnya, dan lain-lain.
Mendiagnosis penyakit autoimun secara tepat dapat menjadi tantangan, karena gejalanya dapat tumpang tindih dengan kondisi atau penyakit lainnya. Jenis tes darah yang dilakukan biasanya juga lebih kompleks dan beragam daripada pemeriksaan darah biasa, yang dikenal dengan panel pemeriksaan autoimun.

Kapan Perlu Datang ke Dokter?

Gejala dari gangguan ini bisa muncul kapan saja. Namun, ada baiknya segera berkonsultasi dengan dokter saat gejala yang muncul sudah lebih dari satu minggu. Dokter akan mulai mendiagnosis penyakit autoimun dengan mengecek gejala yang muncul dalam beberapa waktu.
Dokter akan melakukan berbagai macam tes untuk mengetahui penyakit autoimun secara spesifik. Beberapa tes yang akan dilakukan adalah tes autoantibodi, tes antinuclear antibody (ANA), tes darah lengkap, tes C-Reactive protein, tes sedimentasi eritrosit.
Apabila diperlukan, dokter akan memberikan beberapa obat untuk meredakan gejala yang muncul. Disarankan juga untuk melakukan terapi khusus yang sesuai dengan gejala yang ada.

Oleh Tim Medis RS. Mitra Medika Premiere