APA ITU KISTA RAHIM? INI DIA GEJALA DAN PENGOBATANNYA

Kista adalah kantong berisi cairan, zat padat, atau udara yang membentuk benjolan di bawah permukaan kulit. Kista dapat muncul pada bagian tubuh mana pun, seperti lengan, lutut, leher, wajah, punggung, dan lain sebagainya.
Mari pahami lebih lanjut mengenai penyebab, gejala, diagnosis, serta cara menangani kista melalui pembahasan berikut ini.

Apa itu Kista?

Kista adalah benjolan yang terbentuk dari jaringan membran dan berisi zat-zat tertentu, seperti cairan, zat semisolid, nanah, udara, atau rambut. Kista biasanya muncul di bawah permukaan kulit. Selain itu, benjolan ini juga bisa tumbuh di jaringan organ dalam tubuh, misalnya di ovarium atau indung telur.
Kista adalah benjolan yang tidak bersifat ganas. Umumnya, kista membesar dengan lambat dan tidak menimbulkan nyeri. Kendati demikian, rasa nyeri dapat muncul apabila kista telah berkembang cukup besar hingga menekan organ di sekitarnya, terinfeksi, pecah, atau tumbuh pada bagian tubuh yang sensitif.

Penyebab Kista Ovarium

Kista ovarium adalah kondisi yang dapat disebabkan oleh banyak faktor, seperti siklus menstruasi hingga pertumbuhan sel abnormal. Meski umumnya bersifat jinak, kista juga berpotensi menjadi sel ganas pada beberapa kasus.
Beberapa penyebab kista ovarium adalah sebagai berikut:
 Masalah hormonal.
 Kehamilan.
 Infeksi panggul yang menyebar ke ovarium dan tuba falopi, sehingga membentuk kista.
 Endometriosis.
Ada pula beberapa faktor yang dapat meningkatkan pembentukan kista ovarium, di antaranya:
 Berusia 30-54 tahun.
 Sedang menjalani pengobatan kesuburan.
 hipotiroidisme.
 Merokok.
 Menjalani pengobatan kanker payudara.
 Siklus menstruasi tidak teratur.
 Memiliki riwayat kista ovarium sebelumnya.

Gejala Kista di Rahim

Kebanyakan kista ovarium tidak menimbulkan gejala dan hilang dengan sendirinya. Namun kista ovarium yang besar dapat menyebabkan:
• Nyeri panggul yang mungkin datang dan pergi. Pasien mungkin merasakan nyeri tumpul atau nyeri tajam di area bawah pusar di satu sisi
• Rasa penuh, tertekan atau berat di perut
• Kembung.
• Jenis Kista di Rahim
Ada dua jenis utama kista ovarium, di antaranya adalah:
Kista ovarium fungsional: kista yang berkembang sebagian bagian dari siklus menstruasi dan biasanya tidak berbahaya serta berumur pendek, ini adalah tipe yang paling umum.
Kista ovarium patologis: kista yang terbentuk akibat pertumbuhan sel abnormal, ini jauh lebih jarang terjadi.
Sebagian besar kista ovarium bersifat non-kanker (jinak), meskipun sejumlah kecil bersifat kanker (ganas). Kista yang bersifat kanker lebih sering terjadi jika seorang wanita melalui masa menopause.

Diagnosa kista ovarium

Keberadaan kista ovarium bisa terdeteksi saat pasien melakukan pemeriksaan USG panggul. Selain USG, dokter juga menyarankan pasien untuk melakukan tes kehamilan guna memastikan kondisi pengidap tidak sedang hamil. Namun, jika pasien sedang hamil, kista yang terdeteksi diduga berjenis korpus luteum.
Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan darah pada pasien, termasuk tes kadar hormon. Tes ini dilakukan guna mengetahui ada atau tidaknya gangguan yang berhubungan dengan hormon. Selain itu, pada pasien yang telah memasuki masa menopause dengan kista yang berisi bahan padat, dokter akan melakukan pemeriksaan darah antigen kanker 125 (CA 125).
Apabila memang dibutuhkan, dokter dapat melakukan laparoskopi guna mengecek kista ovarium secara lebih mendetail. Tindakan ini dilakukan dengan memasukkan alat khusus berupa selang tipis dengan kamera pada bagian ujungnya pada perut pasien melalui sayatan kecil di bagian dinding perut guna melihat kondisi ovarium.

Diagnosa kista ovarium

Kista ovarium adalah kondisi yang tidak dapat dicegah. Meski begitu, Anda bisa melakukan pemeriksaan panggul secara rutin untuk mendeteksi adanya perubahan, kelainan, atau masalah pada ovarium. Dengan begitu, kista ovarium dapat diketahui lebih awal.
Selain itu, perhatikan pula siklus menstruasi Anda. Apabila Anda mengalami perubahan pada siklus menstruasi dan merasakan gejala yang tidak biasa, segera kunjungi RSU. Mitra Medika Premiere untuk konsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan kami.

Oleh Tim Medis RS. Mitra Medika Premiere