Deep Vein Thrombosis (DVT) adalah pembentukan pembekuan darah (thrombus) pada pembuluh darah vena dalam.
Pengertian Deep vein Thrombosis
Deep Vein Thrombosis (DVT) adalah pembentukan pembekuan darah (thrombus) pada pembuluh darah vena dalam. Lokasi tempat DVT sering ditemukan adalah pembuluh vena pada paha atau kaki, walaupun bisa ditemukan pada bagian tubuh lainnya.
Penyebab Deep Vein Thrombosis
Beberapa hal dapat menyebabkan terjadinya Deep Vein Thrombosis (DVT) atau pembentukan bekuan darah, seperti:
• aliran darah yang lambat. Hal ini berkaitan dengan kondisi tidak bergerak (imobilisasi) dalam waktu yang lama, misalkan pada saat berada di perjalanan jauh atau bed rest untuk jangka waktu yang lama.
• Kerusakan lapisan dalam dari pembuluh darah vena. Hal ini dapat disebabkan faktor fisik, biologis, atau kimiawi. Misalnya pada proses peradangan, respons sistem imun, atau pada kondisi pembedahan.
• Kondisi darah yang kental atau mudah menggumpal. Hal ini dapat ditemukan misalnya pada penderita polisitemia vera (penyakit kelebihan darah, terjadi ketika sumsum tulang menghasilkan sel darah merah dalam jumlah berlebihan), dehidrasi, penggunaan hormon, dan lainnya.
Faktor resiko Deep Vein Thrombosis
• Riwayat Gangguan Pembekuan darah
Orang yang memiliki riwayat keluarga dengan gangguan penggumpalan darah lebih mudah mengalami kondisi ini. Kondisi genetik ini biasanya menjadi masalah ketika dikombinasikan dengan satu atau lebih faktor risiko lain .
• Kehamilan
Kehamilan dapat meningkatkan tekanan dalam pembuluh darah di panggul dan kaki. Wanita dengan gangguan penggumpalan darah karena genetik berisiko mengalami kondisi ini. Risiko penggumpalan darah dari kehamilan dapat terus dialami sampai enam minggu setelah persalinan.
• Pil KB atau terapi Hormon
Pil KB (kontrasepsi oral) dan terapi penggantian hormon dapat meningkatkan kemampuan darah untuk menggumpal.
• Kelebihan berat badan atau obesitas
Obesitas bisa meningkatkan tekanan dalam pembuluh darah di panggul dan kaki.
• Merokok
Merokok dapat memengaruhi penggumpalan dan sirkulasi darah, yang dapat meningkatkan risiko terjadinya penggumpalan darah.
• Duduk dalam waktu yang lama
Gumpalan darah dapat terbentuk di betis kaki ketika otot betis tidak bergerak untuk waktu yang lama.
• Kanker
Beberapa kanker dapat meningkatkan jumlah zat dalam darah yang menyebabkan darah menggumpal. Beberapa bentuk pengobatan kanker juga meningkatkan risiko penggumpalan darah.
• Gagal jantung
Orang yang mengalami gagal jantung memiliki risiko yang lebih besar terkena DVT dan emboli paru. Sebabnya, gagal jantung membuat pengidapnya memiliki fungsi paru-paru dan hati yang terbatas.
• Duduk dalam waktu yang lama
Gumpalan darah dapat terbentuk di betis kaki ketika otot betis tidak bergerak untuk waktu yang lama.
Diagnosis DVT
Selain pemeriksaan fisik dan pertanyaan mengenai gejala, tes yang biasanya dilakukan untuk menegakkan diagnosis Deep Vein Thrombosis adalah:
Ultrasonografi (USG) pada kaki yang bengkak atau bagian lain untuk mengukur aliran darah.
Tes darah (D-Dimer) untuk mengukur zat dalam darah yang dilepaskan ketika gumpalan darah melarut. Jika tes menunjukkan kandungan tinggi substansi tersebut, pasien mungkin memiliki gumpalan darah.
Komplikasi Deep Vein Thrombosis
Komplikasi DVT dapat meliputi :
• Emboli paru
Emboli paru adalah komplikasi yang berpotensi mengancam jiwa terkait dengan DVT. Ini terjadi ketika pembuluh darah di paru-paru tersumbat oleh bekuan darah (trombus) yang mengalir ke paru-paru dari bagian lain dari tubuh, biasanya kaki.
Sangat penting untuk mendapatkan bantuan medis segera jika kamu memiliki tanda dan gejala emboli paru seperti sesak napas yang datang tiba-tiba, nyeri dada saat menghirup atau batuk, napas cepat, denyut nadi cepat, merasa pingsan atau ingin pingsan, serta batuk darah.
• Sindrom pasca phlebitis
Kerusakan pembuluh darah dari bekuan darah mengurangi aliran darah di daerah yang terkena, menyebabkan nyeri kaki dan bengkak, perubahan warna kulit dan luka kulit.
• Komplikasi pengobatan
Komplikasi dapat terjadi akibat obat pengencer darah yang digunakan untuk mengobati DVT. Pendarahan (hemorrhage) adalah efek samping yang mengkhawatirkan dari pengencer darah. Sangat penting untuk melakukan tes darah secara teratur saat menggunakan obat-obatan tersebut.

