ASAM URAT

Asam urat sekarang termasuk penyakit yang cukup sering menyerang, khususnya pada orang yang sudah berusia diatas 30 tahun. Beberapa orang meganggap asam urat adalah penyakit yang sepele sehingga sering diabaikan. Penyakit asam urat perlu di waspadai, karena jika sedang meradang penyakit ini akan menyebabkan sakit yang luar biasa.

Gejala Asam Urat

Penyakit ini umumnya dikuti dengan gejala. Yang dapat dirasakan langsung, tetapi gejala tersebut biasanya muncul secara tiba-tiba dan berlangsung selama 3-10 hari. Umumnya setelah 10 hari rasa nyeri yang dirasakan akan mereda, lalu sendi akan kembali seperti sedia kala. Pembengkakan tak terlihat lagi, walaupun memang terlihat telah sembuh namun radang tersebut masih bisa kambuh lagi sewaktu waktu, apalagi jika pola makan tidak dijaga dengan baik.

Rasa sakit yang mengganggu

Ini adalah salah satu gejala yang dirasakan sangat mengganggu, khususnya dibagian sendi, sering terjadi apda bagian ekstremitas seperti jempol kaki. Orang yang memiliki asam urat tinggi akan mengalami bengkak kemerahan pada sendi jempol kaki mereka.
Penyakit ini adalah salah satu penyakit radang sendi, terjadi karena asam urat yang mengkristal pada bagian daam ataupun sekitar sendi manusia. Peneyakit ini juga dikenal dengan nama lain penyakit goat arthritis.

Faktor Resiko Asam Urat

Terdapat beberapa faktor yan dapat memicu peningkatan kadar asam urat dalam darah, antara lain:
– Memiliki keluarga yang mengidap asam urat
– Baru saja mengalami cedera atau pembedahan
– Sering mengkonsumsi makanan dengan kadar purin yang tinggi seperti daging merah, jeroan, dan beberapa hidangan laut.
– Memiliki kondisi medis tertentu misalnya diabetes, sindroma metabolik, penyakit jantung, ginjal, penyakit tiroid dan lain sebagainya.
– Sering mengkonsumsi minuman beralkohol atau minuman yang mengandung tinggi gula.

Diagnosis Asam Urat
Untuk memastikan apakah gejala tertentu merupakan indikasi penyakit asam urat atau bukan, dokter akan melakukan beberapa hal seperti menanyakan riwayat penyakit pasien, seberapa sering gejala muncul, dan memeriksa lokasi sendi yang sakit. Adapun pemeriksaan lain yang bisa membantu dokter untuk mendiagnosa penyakit asam urat, antara lain:
Cek darah, tes ini dilakukan untuk mengetahui kadar asam urat dan kreatinin dalam darah. Orang yang memiliki kadar asam urat tinggi juga biasannya memiliki kadar kreatinin yang juga tinggi.
Tes urine, tes ini dilakukan untuk memeriksa kadar asam urat dalam urine yang dikeluarkan pasien selama 24 jam terakhir.
Cek cairan sendi, pengambilan cairan sinovial pada sendi yang terasa sakit, lalu akan dilakukan pemeriksaan.
Tes pencitraan, seperti foto rontgen.

Pengobatan Penyakit Asam Urat

Pengobatan penyakit asam urat dilakukan dengan pemberian obat asam urat. Namun pengobatannya disesuaikan dengan tingkat keparahan penyakitnya. Obat-obatan yang diberikan biasanya berfungsi meredakan rasa nyeri sekaligus mencegah serangan asam urat kembali. Dokter juga akan menyarankan untuk memperbaiki gaya hidup, ini bertujuan untuk membantu mengelola gejala asam urat. Beberapa perubahan gaya hidup tersebut:
– Menurunkan berat badan, jika kamu kelebihan berat badan.
– Berhenti merokok, jika kamu adalah perokok.
– Tidak mengkonsumsi alkohol
– Mengurangi makanan yang mengandung tinggi purin.

Pencegahan Penyakit Asam Urat

– Minum banyak air putih akan membantu ginjal berfungsi lebih baik dan menghindari dehidrasi.
– Berolahraga secara teratur untuk menjaga berat badan, berat badan yang berlebih akan meningkatkan kadar asam urat dalam tubuh dan memberi lebih banyak tekanan pada persendian.
– Membatasii mengkonsumsi makanan yang tinggi zat purin
– Menghindari pengobatan obat-obat tertentu. Misalnya seperti obat-obatan yang bersifat deuretik atau imunosupresan.
– Konsumsi makanan yang sehat seperti sayuran dan buah yang memiliki antioksidan tinggi.

Oleh Tim Medis RS. Mitra Medika Premiere