Makanan cepat saji atau junkfood adalah jenis makanan yang kerap digemari oleh sebagian besar masyarakat karena memiiki rasa yang gurih. Namun, perlu diketahui bahwa mengkonsumsi junkfood secara berlebihan dapat meningkatkan resiko terjadinya berbagai
masalah kesehatan salah satunya adalah masalah pada jantung.
Apa itu junkfood?
Makanan cepat saji atau junkfood adalah jenis makanan cepat saji yang mengandung lemak jenuh, gula, dan garam yang tiggi. Karena itu, junk food biasanya memiliki cita rasa yang gurih dan bisa membuat seseorang ketagihan untuk mengkonsumsinya.
Namun makanan cepat saji ini justru rendah akan kandungan gizi yang menyehatkan, seperti protein, serat, vitamin, dan mineral. Hal inilah yang membuat konsumsi junk food secara berlebihan dalam jangka waktu yang panjang bisa memicu terjadinya berbagai
masalah kesehatan yang serius.
Jenis-jenis junk food
Sereal
Sereal merupakan makanan olahan yang sering dikonsumsi sebagai menu sarapan. Meski bahan dasarnya terbuat dari jagung, oat, gandum ataupun beras, ternyata sereal juga mengandung banyak gula.
Gorengan atau makanan yang dibakar terlalu lama.
Makanan yang digoreng didalam minyak dalam waktu yang lama diketahui memiliki kandungan lemak yang jenuh dan tinggi.
Sementara itu, makanan yang dibakar terlalu lama dapat memicu proses kimiawi yang menghasilkan zat karsinogenik, yaitu senyawa yang dapat memicu pembentukan sel kanker.
Roti, kue, biskuit, dan pastry.
Roti, kue, biskuit, dan pastry merupakan makanan manis yang terbuat dari tepung terigu dengan tambahan gula, bahan pengawet, serta mentega yang mengandung gula dan lemak jenuh yang tinggi, makanan yang manis ini juga dikategorikan sebagai junk food.
Bahaya junkfood untuk kesehatan tubuh
Kerusakan gigi
mengkonsumsi junkfood yang memiliki kandungan gula yang tinggi diketaui beresiko memicu terjadinya kerusakan gigi. Pasalnya bakteri didalam mulut akan berinteraksi dengan sisa-sisa pati dan gula yang akhrinya menghasilkan senyawa asam dalam jumlah banyak. Senyawa asam inilah yang bisa merusak enamel gigi sehingga menyebabkan gigi berlubang.
Gangguan liver
Junkfood memiliki asam lemak jenuh yang tinggi sehingga beresiko mempengaruhi fungsi hati dan sistem pencernaan. Selain itu, lemak yang menumpuk didalam hati juga beresiko memicu terjadinya peradangan dan kerusakan jaringan organ tersebut.
Tekanan darah tinggi dan gangguan ginjal Kanduungan garam yang tinggi pada junkfood dipercaya dapat meningkatkan resiko terjadinya hipertensi dan gangguan pada ginjal.
Obesitas
Mengkonsumsi junkfood secara berlebihan juga dapat meningkatkan berat badan secara signifikan. Bahkan, jika dikonsumsi dalam jangka waktu yang panjang dapat meningkatkan resiko terjadinya obesitas.
Diabetes
Junkfood dapat menyebabkan penumpukan lemak dan gula didalam tubuh sehingga akhirnya membuat sel tuuh tidak dapat merespon kerja hormon insulin dengan baik (resistensi insulin)
Kanker
Junkfood terutama daging olahan seperti sosis, dan daging asap mengandung zat karsinogenik yang bisa menyebabkan mutasi genetik sehingga membuat sel-sel tubuh membelah sangat cepat, abnormal, dan tidak terkendali.
Serangan jantung dan stroke
Konsumsi junkfood berlebihan dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh. Kondisi ini dapat memicu terbentuknya plak pada pembuluh darah sehingga meningkatkan resiko terjadinya serangan jantung.
Junk food adalah salah satu jenis makanan yang asupannya perlu dibatasi dan dihindari guna meminimalkan resiko terjadinya berbagai masalah kesehatan serius di masa mendatang.

