APA ITU HIPERHIDROSIS?

Berkeringat adalah mekanisme tubuh untuk mendinginkan diri. Sistem saraf secara otomatis akan memicu kelenjar keringat ketika suhu tubuh meningkat. Berkeringat juga umum terjadi ketika sedang gugup.
Orang dengan kondisi saraf sensitif biasanya lebih besar risikonya mengalami hiperhidrosis primer. Saat merasa stres atau gugup, ini akan meningkatkan produksi keringat pada telapak tangan, telapak kaki dan terkadang wajah.

Sedangkan untuk hiperhidrosis sekunder faktor risikonya biasanya karena kondisi penyakit tertentu, seperti:
● Diabetes.
● Menopause.
● Masalah tiroid.
● Gula darah rendah.
● Beberapa jenis kanker.
● Serangan jantung.
● Gangguan sistem saraf.
● Infeksi tertentu.
● Konsumsi obat-obatan tertentu.

Gejala Hiperhidrosis

Ada berbagai gejala hiperhidrosis, antara lain:
● Keringat terlihat jelas mengucur deras.
● Keluar keringat bukan sehabis berolahraga berat.
● Keluar keringat saat udara tidak panas.
● Sulit membuka pintu atau memegang pena karena tangan basah oleh keringat.
● Kulit menjadi lembut, berwarna putih, atau terkelupas di area tertentu akibat terus menerus basah oleh keringat.
● Infeksi pada bagian tubuh yang mengeluarkan keringat terlalu banyak.

Kapan harus ke dokter

Dalam beberapa kasus, berkeringat berlebihan dapat menjadi tanda kondisi medis yang serius. Segera lakukan pemeriksaan terdekat jika keringat berlebihan disertai mual, nyeri dada, serta pusing atau rasa seperti akan pingsan.
Pemeriksaan ke dokter juga perlu dilakukan jika mengalami kondisi berikut:
● Keringat yang keluar lebih banyak daripada biasanya
● Keringat keluar pada malam hari tanpa adanya pemicu
● Keringat berlebih mengganggu aktivitas sehari-hari
● Keringat berlebih menimbulkan tekanan emosional atau gangguan pada
kehidupan sosial
● Keringat keluar banyak dan disertai penurunan berat badan drastis

Oleh Tim Medis RS. Mitra Medika Premiere