PENYEBAB GANGGUAN INFERTILITAS (GANGGUAN KESUBURAN PADA WANITA)

Kehamilan

Kehamilan akan diawali dengan pelepasan sel telur dari indung telur (Ovarium) menuju saluran indung telur (tuba fallopi pars ampula) disini sel telur akan dibuahi oleh sperma kemudian sel telur yang telah dibuahi akan bergerak dan tumbuh di rahim.

Faktor risiko infertilitas

– Usia, tingkat kesuburan akan menurun secara signifikan pada usai diatas 35 tahun
– Wanita perokok, ini akan merusak serviks atau mulut rahim, dan saluran indung telur
– Berat badan , terlalu kuru atau terlalu gemuk akan mengganggu kesuburan
– Wanite peminum alkohol, akan meningkatkan resiko gangguan ovulasi dan endometriosis
– Kelainan bawaan, seperti kelainan bentuk rahim

Gangguan infertilitas pada wanita

Gangguan ovulasi atau gangguan pelepasan sel telur secara berkala paling umum terjadi pada wanita ynag sulit hamil. Bisa disebabkan oleh gangguan tiroid, PCOS, kegagalan atau ovarium prematur.
Kerusakan pada tuba fallopi bisa rusak atau sumbat akibat radang panggul, infeksi menular seksual (Klamidia dan gonore), bisa juga akibat pernah menhalai operasi daerah panggul, hamil ektiopik, penyebab lain tuba fallopi tersumbat bisa jadi tuberculosis pada panggul, serta pernah operasi kista secara berulang.
Gangguan lendir serviks saat berovulasi, lendir serviks menjadi tipis dan encer atau gangguan pada lendir serviks akbiat infeksi akan menyulitkan sperma bergerak, mioma atau tumor jinak di submukosa akan menghalangi penempatan hasil pembuahan di dinding rahim.
Endometriosis yaitu tumbuhnya jaringan endometrium di organ lain apalagi jika mengenai saluran tuba fallopi atau ovarium.

Efek obat yang ganggu kesuburan

– Obat penghilang rasa sakit seperti ibuprofen dalam pemakaian jangka panjang
– Obat antipsikotik / gangguan jiwa
– Obat antidiuretik spironolakton
– Kemoterapi
– Obat obatan terlarang / narkotika

Edukasi dan harapan

Untuk mengetahui gangguan kesuburan secara pasti, pasangan suami istri harus memeriksakan diri ke dokter kandungan, sebaiknya jika pasangan sudah menikah lebih dari 12 bulan serta berhubungan seksual secara teratur tanpa kontrasepsi belum juga memiliki anak, seger periksakan diri ke dokter kandungan.
Periksa pada saat istri sedang haid hari kedua serta damping oleh suami agaer keduanya bisa dilakukan pemeriksaan.

Oleh Dr. Dalmy Iskandar, M.Ked(OG), SpOG
Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan RS Mitra Medika Premiere